• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Guna Lestarikan Lingkungan, BPPT - Jepang Tingkatkan Nilai Tambah Sawit

Tingginya produk minyak sawit diikuti oleh ekspor yang tinggi pula terutama ke beberapa negara tujuan ekspor utama seperti India, China, Amerika Serikat, Pakistan dan negara-negara Afrika. Hal tersebut menunjukan bahwa produksi sawit dan turunannya telah menjadi penopang perekonomian Indonesia. Dalam produk domestik bruto (PDB) sektor perkebunan, kelapa sawit menjadi penyumbang terbesar, lebih dari 60% PDB sektor perkebunan disumbang oleh kelapa sawit.

 

Dikatakan Deputi Bidang PKT BPPT Gatot Dwianto saat membuka acara seminar Solution against Global Warming Cooperation Plan between Japan and Indonesia on Palm Farms Resources, di Jakarta (14/01).

Dalam kondisi kebutuhan energi yang meningkat serta kondisi sumber energi fosil yang menurun. Menurut Gatot, salah satu pemecahan masalah untuk mengurangi impor energi adalah pemenuhan kebutuhan energi dari bahan bakar nabati.

Upaya ini dikatakan Gatot dapat meningkatkan penerimaan nilai tambah kelapa sawit dengan memproduksi bahan bakar nabati merupakan peluang yang tidak bisa diabaikan. Selain meningkatkan nilai tambah kelapa sawit, peluang ini juga memiliki pengaruh pada pencegahan defisit neraca perdagangan akibat impor migas.

Sementara, tantangan lain dalam pengembangan industri kelapa sawit adalah masalah lingkungan. Semakin tinggi produk olahan kelapa sawit yang dihasilkan, semakin tinggi pula potensi limbah yang dihasilkan serta semakin banyak jejak karbon (carbon foot print) yang ditinggalkan, ucap Gatot.

Disebutkannya, masih banyak peluang untuk memanfaatkan limbah sawit tersebut menjadi produk-produk yang bermanfaat, tidak saja limbah cair, melainkan limbah padat lainnya yang jumlahmya sangat besar.

Dikesempatan yang sama, Chairman Professional Engineer dari Eco-Support Co. Ltd Jepang Tunetaka Yasukagawa mengatakan poin penting yang menjadi pengalaman kami yakni dalam mengembangkan infrastruktur di Jepang. Oleh karena itu kami yakin dengan kerjasama ini akan menghasilkan kebijakan-kebijakan dibidang agrikultur, ekonomi dan lingkungan.

Kami berharap ini bisa menjadi jendela bagi Jepang. Dengan sistem yang kita kembangkan serta teknologi yang suda ada, semoga dapat diaplikasikan sehinga bisa menjadi suatu kerjasama untuk kemajuan bersama, ucap Tunetaka.

Sebagai informasi acara tersebut juga di hadiri Kepala Pusat Pengkajian Industri Proses dan Energi Adiarso, President Professional Engineer Taizo Yamamoto serta beberapa perwakilan dari instansi pemerintah, kalangan  industri, BUMN (PTPN) dan perguruan tinggi. (Humas/HMP)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT