• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Outlook Energi Indonesia: Energi Berkelanjutan untuk Transportasi Darat

 

Indonesia saat ini sudah memasuki lampu kuning dalam penyediaan energi nasional. Kepala BPPT sebelumnya juga sudah menyampaikan bahwa Indonesia berpotensi mengalami kondisi darurat energi .

 

Menyikapi hal tersebut, BPPT secara berkala menerbitkan Buku Outlook Energi Indonesia (BPPT-OEI). Dituturkan oleh Deputi Pengkajian Kebijakan Teknologi (PKT) BPPT, Gatot Dwianto, Buku OEI ini diterbitkan dengan mengangkat tema khusus sesuai permasalahan energi yang sedang mengemuka.

 

 

“Buku BPPT-OEI Tahun 2018 ini merupakan penerbitan yang ke sepuluh. Kali ini buku OEI mengambil tema Energi Berkelanjutan untuk Transportasi Darat,” jelasnya kala peluncuran Buku OEI 2018 di Kantor BPPT, Jakarta, Selasa (24/09/2018).

 

Dari buku ini disampaikan bahwa Indonesia sudah menjadi net importer (net importer; impor lebih besar dari ekspor) Crude Oil (Minyak Mentah) tahun 2003, kemudian berdasarkan proyeksi BPPT (Outlook Energi Indonesia), Indonesia akan menjadi Net importer Gas Tahun 2028. Selanjutnya, Batubara yang selama ini menjadi andalan kita ternyata juga tidak bisa berumur panjang, karena diperkirakan tahun 2048 nanti kita berpotensi menjadi net importer batubara.

 

Ketersediaan energi fosil semakin berkurang dan diperkirakan akan segera habis. Hal ini akan menyebabkan tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan energi fosil dalam negeri dan jumlah impor sudah lebih besar dari jumlah ekspor, atau sering disebut net importir. Indonesia sudah menjadi net importir minyak bumi sejak tahun 2004. Bila jumlah cadangan tidak bertambah dan kebutuhan meningkat seperti dalam proyeksi maka pada tahun 2028 akan menjadi net importir gas bumi dan 2032 menjadi net importir energi. Net importir batubara akan terjadi pada tahun 2038 bila yang diperhitungkan cadangan terbukti dengan nilai kalor lebih dari 5.100 kkal/kg, dan mundur ke tahun 2048 bila yang diperhitungkan cadangan total dengan nilai kalor lebih dari 5.100 kkal/kg.

 

Sebagai solusi dibutuhkan penerapan teknologi energi terbarukan dan meningkatkan penggunaan energi yang efisien merupakan solusi untuk mengurangi ketergantungan penggunaan energi fosil.

 

Buku Outlook Energi Indonesia 2018

Salah satu komoditas energi yang perlu mendapat perhatian adalah bahan bakar minyak (BBM), khususnya untuk sektor transportasi. Lebih dari 94% penggunaan energi di sektor transportasi adalah BBM. Berbagai inovasi teknologi sudah diterapkan untuk perbaikan sistem transportasi yang bisa lebih menghemat penggunaan energi. Opsi untuk penerapan inovasi dianalisis berdasarkan kasus untuk transportasi darat di Jabodetabek berikut ini:

 

• Perpindahan Moda Transportasi, dari angkutan pribadi ke Bus Rapid Transit (BRT), Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT) dan Kereta Rel Listrik (KRL) atau Commuter Line (CL)

 

• Substitusi Bahan Bakar Minyak (BBM), dengan listrik, bahan bakar gas (BBG), dan bahan bakar nabati (BBN). 

 

• Peningkatan Efisiensi Energi, untuk mobil penumpang, sepeda motor, bus dan truk, serta Cummuter Line (CL).

 

Dengan opsi-opsi tersebut dapat lebih menghemat BBM dan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sehingga bisa meningkatkan ketahanan energi.

 

Secara umum, opsi lain yang prospektif untuk meningkatkan ketahanan energi dengan mempertimbangkan keterbatasan sumber energi fosil adalah:

 

• Pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), karena pembangkit ini mampu menghasilkan listrik dengan skala sangat besar (GW).

 

• Penambahan kapasitas PLTU batubara di mulut tambang, karena setengah dari sumber daya batubara yang ada berkalori rendah (< 5100 kcal/kg). Batubara kalori rendah tidak ekonomis untuk ditransportasi. (Humas/HMP)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT