Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Dr (HC) RAHMAT GOBEL MENERIMA PENGANUGERAHAN GELAR PEREKAYASA UTAMA KEHORMATAN

"Penganugerahan gelar Perekayasa Utama Kehormatan oleh BPPT dimaksudkan untuk memotivasi dan menginspirasi para pejabat fungsional perekayasa didalam menghasilkan karya yang sebaik-baiknya serta bermanfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia‚, demikian disampaikan oleh Kepala BPPT sekaligus Ketua Majelis Perekayasa, Marzan A. Iskandar ketika secara resmi membuka prosesi penyerahan penganugerahan gelar perekayasa kehormatan bertempat di Ruang Auditorium Gedung II BPPT, Rabu 19 Agustus 2009.

‚Salah satu faktor yang menentukan dalam pertumbuhan ekonomi suatu bangsa adalah faktor teknologi, dan penguasaan teknologi suatu bangsa di tentukan oleh dinamika sistem inovasi baik secara nasional maupun regional. Yang paling erat kaitannya dengan aktifitas perekayasaan untuk mengembangkan profesi perekayasaan di lingkungan PNS telah ditetapkan suatu jabatan fungsional perekayasa yang pembinaannya menjadi tugas dan tanggung jawab BPPT‚ ungkapnya.

Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan memperingati HUT ke 31 tahun Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang diperingati setiap tanggal 21 Agustus. Penghargaan diberikan kepada seseorang yang telah dikenal masyarakat secara luas dan terbukti telah mempunyai reputasi gemilang di bidang kerekayasaan dan produk-produk kerekayasaannya bermanfaat bagi masyarakat nasional maupun global.

Dr. (HC). Rachmat Gobel lahir di Jakarta 3 September 1962, dia menamatkan kuliah nya di Universitas Chuo Tokyo Jepang kemudian dia menjalani praktek kerja di Matsushita Group. Pada 1989 Rahmat Gobel kembali ke Indonesia dan menduduki posisi Asisten Presiden Direktur PT National Gobel. Perusahaan ini merupakan joint venture pertama antara pihak Jepang dengan Indonesia di bidang manufaktur elektronika. Rahmat juga mempunyai perhatian yang luas pada pengembangan sumberdaya manusia. Melalui yayasan Masushita telah memberikan kontribusi untuk pendidikan teknik dan kewirausahaan tenaga kerja industri Indonesia.

Turut hadir dalam acara ini Mantan Menristek/Ka. BPPT Rahardi Ramelan, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, pengusaha properti Ciputra, Direktur Utama Indosat, Ketua Kadin, Sekretaris Kemeneg BUMN, Kepala BPKP, dan Ketua Umum KONI Pusat dll.

Pada kesempatan tersebut Rahmat Gobel menyampaikan orasi ilmiahnya yang berjudul ‚Technovation Meningkatkan Daya Saing Industri Nasional Menuju Era Knowledge Based Competition dengan sub tema Peran BPPT sebagai Pengelola Pusat Knowledge Based Technology dalam Skala Industri dan Bernilai Komersil.

Terkait dengan kondisi saat ini dalam orasinya, Gobel mengatakan bahwa terhadap kondisi Indonesia perlu segera mempertajam orientasi kebijakan pembangunan industri, agar lebih searah dengan tantangan persaingan ke depan. ‚Tanpa daya saing, potensi pasar Indonesia yang kini menduduki rangking 15 dunia hanya akan didominasi produk asing, untuk itu perlu kebijakan yang menempatkan pasar dalam negeri sebagai basis pengembangan industri dalam negeri‚, ujarnya.

Selanjutnya ia mengatakan, di tengah iklim persaingan yang kian ketat, pelaku industri harus memikirkan bagaimana produknya bisa dibedakan oleh konsumen terhadap barang yang dihasilkan pesaing. Perbedaan in tentunya tidak hanya dalam harga, tapi juga ‚sesuatu‚ yang bisa memberi nilai tambah lebih besar kepada konsumen. Pembeli bersedia membayar lebih terhadap ‚sesuatu‚ yang berbeda itu. Jika perbedaan hanya didasarkan pada harga, produk akan cepat tersingkir begitu masuk barang yang lebih murah.

Membangun industri adalah membangun sebuah sistem dan pola pikir yang selalu terarah pada upaya meningkatkan nilai tambah produk. Dalam sudut pandang inilah, daya saing industri nasional hendaknya dikembangkan. Dikatakannya juga pendekatan technovation perlu mendapat perhatian. Technovition adalah upaya secara berkelanjutan dalam melakukan inovasi teknologi untuk meningkatkan kemampuan teknologi dan metode kerja ke tingkat yang lebih tinggi, agar produk yang dihasilkan memberi nilai tambah yang tinggi bagi konsumen. Agar produk yang dihasilkan selalu berdaya saing. Technovation mengandung tiga aspek yaitu kemampuan technology innovation, entrepreneurship dan technology management. Kemampuan technology innovation dan entrepreneurship saja misalnya, tidaklah cukup tanpa dukungan technology management, seringkali produk yang dihasilkan gagal dalam tahap komersialisasi di pasar.(AS/YK/Humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id