Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

 

 

 

  • Uji Turbin Uap Inovasi Anak Bangsa Sukses ! 

    Uji Turbin Uap Inovasi Anak Bangsa Sukses ! 

  • BPPT Raih ASEAN Engineering Achievement Award 2018

    BPPT Raih ASEAN Engineering Achievement Award 2018

  • BPPT, Angkasa Pura II Dan PTPN III Sepakat Implementasikan Konsep Smart Airport Serta Pengolahan Pabrik Gula

    BPPT, Angkasa Pura II Dan PTPN III Sepakat Implementasikan Konsep Smart Airport Serta Pengolahan...

  • Dukung Kemajuan  Bidang Maritim, BPPT - PT Legenda Emas Cipta Engineering  Sepakat Jalin Kerjasama

    Dukung Kemajuan Bidang Maritim, BPPT - PT Legenda Emas Cipta Engineering Sepakat Jalin Kerjasama

  • BPPT Luncurkan Korpus Wicara Di Acara ICoDIS 2018

    BPPT Luncurkan Korpus Wicara Di Acara ICoDIS 2018

                           Pemberitahuan Ralat Penyesuaian Jadwal SKD Jumat 2 November 2018 (Sesi III dan IV)                           

SELAMAT DATANG


 

"Bagi BPPT, Reformasi Birokrasi merupakan perubahan mendasar, mendesak dan menjadi keharusan yang melibatkan seluruh pegawai." 

 

 

LAYANAN TEKNOLOGI

PRODUK UNGGULAN

 

 

SELAMAT DATANG

 

"Bagi BPPT, Reformasi Birokrasi merupakan perubahan mendasar, mendesak dan menjadi keharusan yang melibatkan seluruh pegawai."

LAYANAN KAMI

LAYANAN TEKNOLOGI

PRODUK UNGGULAN

KEDEPUTIAN

 

Resmi Dilantik Menjadi Kepala BPPT, Unggul Priyanto Siap Tingkatkan Peran BPPT Menghadapi Isu Nasional

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta resmi melantik Unggul Priyanto sebagai Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Unggul menggantikan Marzan A.Iskandar yang masa baktinya sudah selesai. Usai pelantikan Unggul kemudian menemui awak media massa untuk menyampaikan apa saja langkah yang akan ditempuhnya guna meningkatkan peran Iptek dan BPPT dalam pembangunan bangsa.

Unggul kemudian mengatakan kepada media bahwa dirinya berupaya meningkatkan peran BPPT melalui layanan-layanan teknologi yang selama ini diberikan kepada masyarakat. Baik itu dalam bentuk konsultasi, rekomendasi, advokasi. “Dengan demikian saya berharap BPPT nantinya akan semakin dikenal dalam hal pelayanan teknologi. Jadi, kalau nanti ada masalah teknologi maka akan selalu menanyakan kepada BPPT,” ujarnya.

 

Untuk rencana jangka pendek, sebutnya, seperti yang dikatakan Menristek jangan hanya membuat prototipe-protitipe saja. BPPT punya banyak prototipe yang siap dipakai industri dan diproduksi untuk dipakai oleh masyarakat. Seperti Early Warning System (EWS), alat pembaca e-ktp, puna. “Sesuai arahan dari Menristek, BPPT harus lebih fokus pada pangan, energi, dan air. Dan, itu akan saya segera tindaklanjuti,” ungkapnya.

Selanjutnya awak media menanyakan mengenai hal kelistrikan di Indonesia. Menanggapinya Unggul melihat bahwa sekarang ini, listrik di Indonesia tidak berimbang antara permintaan dengan persediaan. Kalau dari sisi teknologi, BPPT sekarang berpikir bahwa bagaimana misalnya meningkatkan rasio elektrasi listrik, karena di daerah-daerah di luar pulau Jawa banyak tempat-tempat memiliki potensi panas bumi, mikro hidro, dan tenaga surya, yang belum termanfaatkan dengan baik. “Karena itu BPPT dengan layanan teknologi, saat ini berusaha melakukan kajian-kajian untuk menghasilkan prototipe mau pun plan pilot project untuk menghasilkan pembangkit listrik skala kecil untuk tenaga panas bumi sebesar 5 Megawatt, kemudian tenaga surya dengan skala 500 Kilowatt,” paparnya.

Selain itu, sambungnya BPPT juga melakukan kajian-kajian seperti bagaimana memanfaatkan sumber energi untuk pembangkit listrik yang skala besar. Misalnya mengembangkan batu bara peringkat rendah dengan meng-upgrade menjadi batubara dengan kalori yang lebih tinggi kualitasnya sehingga bisa dipakai untuk pembangkit listrik skala besar. “Maksud dari batubara peringkat rendah itu adalah yang masih memilliki kandungan air tinggi sampai 60 persen. Kita berusaha agar batubara yang kandungan airnya tinggi dikurangi airnya. Dengan demikian airnya rendah dan nilai kalorinya tinggi. Itu namanya teknologi coal upgrading. Dan, BPPT sudah punya prototipe alatnya untuk teknologi coal upgrading itu. Kita juga sudah tawarkan kepada PLN dan kalau tertarik bisa meminta kepada BPPT,” jelasnya.

Mengenai pertanyaan media terkait substitusi BBM, Unggul menyatakan bahwa BBM ini adalah masalah yang sangat krusial. “Saat ini Indonesia mengimpor BBM sangat besar, yaitu satu juta barel per hari, sementara produksi kita hanya berjumlah 800 ribu per hari. Dengan demikian, substitusi BBM itu bukan sebagai alternatif lagi, tapi menjadi suatu keharusan,” tegasnya

Untuk substitusi BBM, Unggul melihat bahwa sebenarnya Indonesia memiliki potensi besar untuk pemanfaatan biofuel terutama yang berbasis kelapa sawit. “Mengapa? Karena produksi kelapa sawit kita itu sekarang minyaknya bisa mencapai 30 juta ton, sementara untuk pangan hanya 8 juta ton. Intinya, bagaimana caranya supaya minyak sawit yang sebagian besar di ekspor itu bisa dimanfaatkan untuk menggantikan solar di dalam negeri,” tambahnya.

Sementara untuk bensin, lulusan Doktor dari Kyushu University Jepang ini melihat bahwa itu bisa dilakukan substitusi dengan menggunakan gas. “Pertanyaannnya apakah infrastrukturnya memadai? Ya kalau belum memadai dibangun. Sama dengan yang dilakukan pemerintah saat konversi minyak tanah ke elpiji. Ya sama saja, orang pada waktu itu meragukan karena infrastrukturnya masih kurang. Ternyata, dengan tekad dan kemampuan yang kuat itu bisa dilakukan,” terangnya

Lebih lanjut Unggul juga yakin untuk masa mendatang, gas bisa menggantikan bensin di mobil-mobil, karena harganya murah dan separuh dari harga minyak. “Dengan menggunakan gas diharapkan subsidi pemerintah yang selama ini digelontorkan untuk BBM bisa dikurangi untuk kepentingan yang lain atau dipakai untuk membangun infrastruktur,” pungkasnya. (tw/SYRA/Humas)

FacebookTwitterLinkedin

Kami Memberikan Kualitas Layanan yang Terbaik

BPPT merupakan Pusat Unggulan Teknologi yang mengutamakan inovasi dan layanan teknologi untuk mewujudkan kemandirian bangsa, peningkatan daya saing dan peningkatan pelayanan publik.

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id