9536
Hits

INOVASI UNTUK KEMANDIRIAN BANGSA DI BIDANG TEKNOLOGI BIOMETRIK

 

Demikian diungkapkan Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK-BPPT), Hammam Riza, mengenai pentingnya keberadaan Pusat Unggulan Teknologi Biometrik (Pustek Biometrik). Ditambahkannya bahwa kehadiran pusat unggulan ini dinilai penting seiring adanya e-KTP dan rencana pemanfaatannya untuk berbagai kepentingan publik di masa mendatang. “Pustek Biometrik ini sudah dirintis sejak 2013 oleh BPPT, dan diharapkan akan berdiri pada tahun 2014. Pustek biometrik ini sendiri dilatarbelakangi oleh perlunya dukungan penelitian, pengembangan, perekayasaan (litbangyasa) terhadap program e-KTP,” jelas Hammam.

Menurutnya juga, penguasaan teknologi biometrik, baik Automated Fingerprint Recognition(AFIS), iris recognition, face recognition yang dipakai di e-KTP maupun modalitas yang lain seperti DNA, suara, dan sebagainya sangat penting. “Penguasaan teknologi ini diharapkan juga dapat membantu kesinambungan pengelolaan data biometrik e-KTP, maupun pengembangan aplikasi berbasis biometrik dengan memanfaatkan e-KTP,” jelasnya.

Selain it, pusat teknologi biometrik juga dapat melakukan pengukuran dan pengujian terhadap modul biometrik pada berbagai perangkat, terutama e-KTP reader.

BPPT ingin menjalin kolaborasi dengan industri lokal, start-up company, universitas dan berbagai lembaga litbangyasa yang lain agar dapat melaksanakan riset dan pengembangan teknologi biometrik untuk kepentingan nasional. Kehadiran Pustek Biometrik, sebagai bagian dari Pusat Kompetensi Teknologi e-KTP, lanjutnya dapat mendorong kemandirian bangsa di bidang teknologi, khususnya teknologi secure identification, biometric, chip, smartcard dan lain-lain.

Mengenai peluang kerjasama, Chief Engineer e-KTP, Anto S. Nugroho menyatakan bahwa industri dapat bersama-sama dengan Pustek Biometrik untuk mengembangkan seluruh komponen peralatan untuk e-KTP dan berbagai kartu pintar berbasis biometrik. “Hal ini juga akan menyegerakan kehadiran e-KTP sebagai sebuah kartu untuk berbagai fungsi mulai pengendalian subsidi, pemberian bantuan langsung tunai sampai kepada kartu pembayaran elektronik. Semua aplikasi yang dibangun oleh industri (hardware dan software) yang berbasis pada identifikasi biomerik melalui fase penelitian, pengembangan, perekayasaan sampai pengujian dapat dilakukan di Pustek Biometrik,” rincinya.

Diharapkan dengan adanya Pustek Biometrik maka Indonesia mampu secara mandiri memanfaatkan teknologi identifikasi sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). (SYRA/humas)