5114
Hits

E Voting, Demokrasi Di Ujung Jari (II)

 

Mengenai penerapan  e voting Hamman menjelaskan, secara prinsip sistem pemilihan elektronik itu menghilangkan teknis manual pada sistem pemilihan konvensional, seperti surat suara dan perhitungan manual. Kemudian sistem pemilihan dan pemungutan elektronik mempunyai lima unsur perangkat, yaitu pembaca e-KTP, kartu V-token, pembaca kartu pintar (smart card)e-voting, dan printer kertas struk. Untuk mengetahui cara pemilihan dengan metode e voting berikut penjelasannya:

1. Pemilih harus membawa e-KTP diverifikasi dengan pembaca e-KTP untuk memastikan kesesuaian data e-KTP dengan pemilih.

2. Setelah data sesuai, petugas mencocokkan nama pemilih pada daftar pemilih tetap online sebagai absensi pemilih.

3. Jika lolos dari dua verfikasi tersebut, pemilih diberikan V-token. Kartu ini berfungsi sebagai mengaktifkan e-voting.

4. V-token kemudian dimasukkan ke pembaca smartcard agar menampilkan surat suara virtual pada layar sentuh e-voting.

5. Setelah tampil surat suara calon, pemilih bisa memilih dengan menyentuh salah satu calon. Desktop nantinya akan memberi notifikasi 'ya' atau 'tidak' atas pilihan yang dimaksud. Jika sudah yakin, pemilih harus menekan enter atau ya.

Pada tahap ini, pemilih bisa menyentuh pilihan 'tidak' jika ingin mengubah pilihan.

6. Setelah menentukan pilihan, pemilih akan mendapatkan kertas struk yang berupa kertas barcode. Ini sebagai bukti pemilih sudah memilih.

7. Kertas struk kemudian dimasukkan ke kotak audit. Fungsinya sebagai data pembanding jika terdapat kekeliruan jumlah pemilih yang memberikan suara.

Hasil perhitungan suara elektronik bisa langsung diperoleh begitu waktu pemungutan suara ditutup. Hammam menambahkan, hasil rekapitulasi juga bisa langsung dikirim ke pusat data ditingkat desa. "Jadi, ini selain quick count juga real count. Cepat tapi terverifikasi," jelasnya. (SYRA/Humas)