4272
Hits

Tingkatkan Pelayanan, BPPT Terima Kunjungan Tim LAPN

Administrator
21 Oct 2019
Layanan Info Publik

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Pusat Manajemen Informasi Bidang Manajemen Pengetahuan Perpustakaan menerima kunjungan Assesor Lembaga Akreditasi Perpustakaan Nasional (LAPN) Republik Indonesia, di BPPT, Jakarta (21/10). Akreditasi perpustakaan merupakan pengakuan formal oleh Lembaga Akreditasi Perpustakaan Nasional terhadap kompetensi dan kesesuain pelaksanaan kegiatan dengan Undang-undang Perpustakaan dan Standar Nasional Perpustakaan di Indonesia. Perpustakaan BPPT telah berdiri sejak BPPT dibentuk dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.

 

Kepala Pusat Manajemen Informasi (PMI) BPPT Irwan Rawal Husdi menyambut baik atas kehadiran tim assesor dari LAPN RI ini untuk menjalani proses assesment akreditasi perpustakaan BPPT. Sebelumnya Perpustakaan BPPT kata Irwan, sudah berusaha memenuhi kriteria-kriteria dari Perpustakaan Nasional agar menjadi perpustakaan yang dapat terakreditasi dengan baik.

 

Ditambahkan Irwan, guna meningkatkan akses dari pegawai, perpustakaan BPPT telah bermigrasi ke perpustakaan digital agar bisa meningkatkan penyebaran diseminasi mengenai BPPT serta pro aktif dalam menambah koleksi buku-buku digital untuk pengelolaan jurnal ilmiah, BPPT press dan koleksi lainnya. Irwan berharap, dengan visitasi ini dapat meningkatkan kualitas Perpustakaan BPPT.

  

Tisyo Haryono yang juga Tim Assesor LAPN RI menyebut, penyelenggaraan perpustakaan itu harus sesuai dengan standar nasional dan berdasarkan amanah undang-undang, guna menilai kesesuaian terhadap standar nasional maka harus dilakukan penilaian. Kegiatan akreditasi ini merupakan wujud dari penilaian kesesuaian penyelenggaraan perpustakaan terhadap standar nasional, ungkap Tisyo.

 

Oleh karena itu lanjut Tisyo, kegiatan visitasi ini ingin memastikan apakah perpustakaan BPPT itu sudah sesuai dengan ketentuan dari standar nasional perpustakaan yang mencakup enam kriteria diantaranya prasarana seperti ruang baca, ruang koleksi dan ruang pengolahannya, layanan perpustakaannya seperti layanan sirkulasinya dan penelusurannya, serta kompetensi sumber daya manusianya.

 

Sementara, Supriyanto dari Perputakaan Nasioal berharap perpustakaan BPPT mendapatkan akreditasi dan mempertahankannya guna meningkatkan pelayanan. Dikatakannya, selama masa berlaku akreditasi tersebut lima tahun maka Perpustakaan Nasional akan memberikan jaminan bahwa perpustakaan BPPT sudah melaksanakan kegiatan sesuai dengan hasil yang diperoleh dari hasil visitasi. Kedepan BPPT harus mempertahankan hasil akreditasi yang telah diterima, jelasnya. (Humas/HMP)