10871
Hits

Reformasi Birokrasi, Wahana BPPT Mencapai Progress yang Signifikan

Administrator
24 Feb 2010
Layanan Info Publik

Tema Raker BPPT yaitu dengan Reformasi Birokrasi (RB) kita optimalkan pemanfaatan teknologi bersama mitra kerja untuk meningkatkan daya saing industri merupakan kumpulan dari beberapa kata kunci seperti Reformasi Birokrasi, pemanfaatan teknologi bersama mitra kerja, dan peningkatan daya saing industri melalui kemitraan. ‚Hal ini juga menyiratkan keinginan BPPT untuk memanfaatkan wahana RB untuk mengejar progress yang signifikan dan positioning yang lebih baik bagi BPPT‚, tambah Kepala BPPT.

Tahun lalu kita sudah menetapkan visi dan misi namun secara operasional belum dapat dilakukan secara optimal. Tahun ini kita ingin pemanfaatan produk hasil kegiatan sebanyak 100 persen ditunjang penajaman program prioritas. Pendanaan kegiatan perekayasaan 50 persen dari kemitraan, reformasi birokrasi, postur birokrasi 2025 quickwin dan penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU).

"Tujuan Raker BPPT 2010 adalah meningkatkan peran BPPT ke depan dalam mendukung perekonomian nasional melalui penajaman program prioritas BPPT tahun 2010-2014, peningkatan pelayanan jasa teknologi, serta peningkatan kinerja BPPT melalui aktualisasi dan optimalisasi Reformasi Birokrasi (RB),‚ ujar Kunto Ismoyo, Kepala Biro Perencanaan BPPT dalam pidato pembukaan Raker ini. Beberapa hal yang dibahas dalam Raker kali ini adalah penajaman program prioritas di BPPT, percepatan pelayanan jasa teknologi, dan peningkatan kinerja BPPT melalui Reformasi Birokrasi. Dalam penajaman program prioritas, BPPT berpartisipasi pada enam dari sebelas bidang prioritas nasional, meliputi bidang ketahanan pangan, melalui pengembangan dan penerapan teknologi pupuk berimbang. Pada bidang energi difokuskan pada pengembangan PLTP skala kecil. Di bidang lingkungan hidup dan pengelolaan bencana, akan diprioritaskan pada teknologi pengendalian dan mitigasi dampak pemanasan global.

Program prioritas lainnya yakni teknologi efisiensi pemanfatan sumberdaya air di daerah tertinggal, terdepan, terluar dan pasca konflik. Kemudian penajaman dilakukan juga di bidang kebudayaan kreatifitas dan inovasi teknologi melalui pengkajian dan penerapan inkubasi teknologi, pengkajian dan penerapan audit teknologi, serta pengkajian dan penerapan informasi dan komunikasi. Fokus juga akan dilakukan dalam bidang Politik Hukum dan Keamanan melalui pengkajian dan penerapan teknologi industri pertahanan dan keamanan.

Dalam pelaksanaan Raker kali ini presentasi dan diskusi akan dilakukan dalam sidang pleno dan komisi dimana pada hari pertama akan dilakasanakan sidang-sidang komisi untuk materi Raker. Sedangkan pada hari kedua akan dilakukan sidang pleno untuk membahas materi-materi hasil sidang komisi untuk mendapatkan masukan dari seluruh peserta Raker. Pada hari ketiga akan dilaksanakan sidang pleno mengenai rumusan hasil Raker BPPT 2010, dan pada hari itu juga akan dilakukan MoU antara BPPT dengan mitra kerja BPPT antara lain: dengan Rekayasa Industri, PT Pindad, PT Nusantara Turbin dan Propulsi, LEN, Otorita Batam, PT Sinar Fajar Timur dan PT Marindo 31 Energi serta Pertamina Geothermal Energi.

Raker BPPT kali ini juga mempunyai arti yang sangat penting, karena merupakan awal persiapan untuk menyongsong tahun 2011 yang merupakan tahun awal dimulainya pelaksanaan sistem keuangan Anggaran Terpadu (unified budget) sesuai dengan UU no.17 tahun 2003. Unified budget yaitu pengintegrasian anggaran belanja rutin dan anggaran belanja pembangunan. Hal ini merupakan upaya jangka panjang untuk menciptakan penganggaran yang lebih transparan, mempermudah dalam penyusunan anggaran, dan pelaksanaan anggaran yang berorientasi pada kinerja.

‚Peserta Raker BPPT tahun 2010 ini berjumlah 180 orang. Terdiri dari Eselon I, II dan Kepala Balai, Kepala UPT, dan Kepala Program dan Tim Materi. Semoga Raker kali ini mendapatkan hasil dan materi-materi yang memang kita harapkan sesuai dengan tujuan Raker BPPT 2010,‚ tutup Kunto. (RI/SP/humas)