3993
Hits

Dorong Pemanfaatan Produk Inovasi, BPPT Gelar Evaluasi dan Capaian TFRIC19 Hadapi Pandemi Covid-19

Administrator
10 Dec 2020
Layanan Info Publik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Proses evaluasi ke dalam (inword looking) terhadap langkah dan capaian yang telah diperoleh dan telah disampaikan ke publik merupakan suatu upaya penting yang perlu dilakukan. Dalam melakukan evaluasi tersebut tentu saja memerlukan parameter atau tolok ukur guna evaluasi dan menakar capaian yang telah dihasilkan, kata Kepala BPPT Hammam Riza saat membuka webinar dengan tema Menakar Produk Inovasi Dalam Negeri: Pengalaman TFRIC-19 Dalam Membangun Ekosistem Inovasi Untuk Covid-19 (10/12).

 

Lebih lanjut dikatakan Hammam, pemikiran tentang ekosistem inovasi yang selama ini sudah ada dalam perencanaan tapi belum di bumikan. Karenanya, ini bukan sesuatu yang mudah dilakukan karena tidak bersatu dalam platform tetapi menghadapi musuh yang sama yakni pandemi. Pandemi inilah yang membuat kita bekerjasama dalam melakukan terobosan-terobosan agar dapat menghasilkan produk.

 

Dalam melakukan evaluasi dan pengukuran tentang kesiapan produk-produk agar memasuki tahapan hilirisasi dan komersialisasi. Maka menurut Hammam, Technology Readiness Level (TRL) dan Manufacturing Readiness Level (MRL) bisa dijadikan tool untuk mengukur kesiapan teknologi yang dikembangkan oleh TFRIC-19.

 

Selain itu lanjut Hammam, adalah bagaimana produk inovasi TFRIC-19 dapat dimanfaatkan dan digunakan di dalam negeri agar produk karya anak bangsa ini menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia. Dari hasil evaluasi tersebut akan digunakan untuk menyiapkan dan memperkuat aksi-aksi TFRIC-19 berikutnya pada tahun 2021.

 

Diharapkan melalui webinar ini dapat memberikan masukan dan usulan solusi guna mendorong pemanfaatan produk inovasi dalam negeri, khususnya inovasi untuk penanganan Covid-19 yang lebih kompetitif agar dimanfaatkan secara maksimal di dalam negeri guna menjadikan Indonesia maju adil dan makmur yang berdaya saing dengan membangun kebersamaan secara keberlanjutan, pungkasnya.

 

Sementara, Deputi Bidang Tekologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) Soni Solistia Wirawan menyampaikan, kegiatan ini ditujuan guna menjaga komunikasi antara anggota TFRIC-19 dan seluruh lembaga masyarakat dalam menjaga ekosistem inovasi teknologi.

 

Selain itu, juga untuk menyampaikan hasil kaji terap dan inovasi kepada masyarakat atau publik. Sehingga dapat mengidentifikasi bagaimana suatu inovasi bisa sampai ke tahap komersialisasi tidak mudah menjadi tuan rumah dinegara sendiri dari mulai pengembangan hingga tahap komersialiasi. Sehingga dengan kegiatan ini dapat memberikan reaksi terkait bagaimana memperbaiki  dan memberikan pembelajaran kedepan, jelasnya.

 

Sebagai informasi hadir di webinar tersebut, Koordinator Tim Peneliti Rapid Diagnostic Test RIGHA Covid-19 UGM SofiaMubarika Haryana, Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan PT Biofarma Sri Hardi Teteki, Guru Besar Sekolah Teknik Elektro dan Informtika ITB Bambang Riyanto Trilaksono, Direktur Pusat Informasi Teknologi Indusri Teddy Alhady Lubis, Kepala Pusyantek BPPT Yenny Bachtiar. (Humas BPPT).