• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

JAKARTA–Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengembangkan Sistem Deteksi Dini (Early Detection System/EDS) berbasis radar cuaca yang dapat digunakan untuk mengantisipasi bencana banjir. EDS ini mengandalkan data radar cuaca sebagai informasi utama menghitung curah hukan yang terdapat pada wilayah sub Daerah Aliran Sungai tertentu.

Adapun sub DAS yang telah masuk dalam perhitungan radar cuaca tersebut, yakni Katulampa, Depok, Manggarai, Sunter Utara, Pesanggrahan, Cipinang Hulu, Cikeas, dan Cileungsi. Sub DAS selanjutnya yang akan dikembangkan yakni Cisadane dan Ciujung.

“Teknologi data radar ini kami kembangkan untuk memantau pergerakan awan dan menghitung curah hujan. Data yang digunakan adalah data real time dari radar cuaca setiap 6 menit. Data akan diproses dan diplot dalam grafik. Data inilah yang kemudian bisa menjadi salah satu masukan untuk mendeteksi banjir secara dini,” kata Direktur Pusat Teknologi Informasi Sumber Daya Alam BPPT Muhammad Sadly kepada Bisnis, Minggu (20/1).

Sadly menjelaskan teknologi EDS ini sangat berguna pada musim hujan seperti saat ini. Teknologi EDS berbasis radar cuaca ini dikembangkan agar masyarakat luas dapat mengetahui potensi bencana banjir dan cepat mengambil keputusan. Oleh karena itu, EDS ini telah diintegerasikan ke aplikasi Sistem Informasi Hujan dan Genangan Berbasis Keruangan (Sijampang).

Adapun beberapa informasi yang dapat diperoleh masyarakat melalui aplikasi tersebut, yakni kondisi hujan terkini, prediksi cuaca, pergerakan awan, akumulasi hujan, dan titik banjir. Sebagai informasi tambahan, dalam aplikasi ini juga terdapat Tinggi Muka Air (TMA) di pintu air sub DAS. Namun, data TMA tidak real time karena informasinya berasal dari situs Pemda DKI Jakarta. Sijampang dapat diakses oleh masyarakat melalui berbagai platform, seperti Facebook, Twitter, dan aplikasi pada ponsel pintar.

Sadly menyebutkan pada Kamis, (17/1) hingga Jumat (18/1), Sijampang tidak dapat diakses akibat server down. Namun, pada Sabtu (19/1), Sijampang sudah dapat diakses kembali.

“Namun, untuk prediksi volume curah hukan dan TMA belum dapat kami aktifkan saat ini,” pungkas Sadly.(JIBI/yri)

Sumber : http://bisnis-jabar.com/index.php/berita/jakarta-banjir-bppt-kembangkan-sistem-deteksi-dini-radar-cuaca

 

 

 



 

 

 

JAKARTA-Sejumlah kajian mengatasi persoalan banjir sudah dilakukan pemerintah provinsi DKI Jakarta dengan para ahli. Sayangnya beragam kajian termasuk pembangunan infrastruktur Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur mengatasi luapan air sungai belum bisa maksimal tekan jumlah titik banjir.

Musim penghujan tahun ini Pemprov bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menerapkan teknologi modifikasi cuaca. Teknologi ini memanfaatkan radar hujan dipadu dengan teknologi hujan buatan untuk mengurangi debit air hujan di Ibu kota. 

Direktur Teknologi Kebencanaan BPPT Isman Justanto mengatakan pihaknya lebih dulu kerjasama dengan BNPB. Dengan melihat potensi banjir Jakarta cukup besar maka berinisiatif untuk melakukan pemasangan radar di Monas. "Kami kerjasamanya dengan BNPB untuk atasi banjir dengan mengurangi curah hujan di Jakarta. Radar Hujan akan segera dipasang radar di monas dalam beberapa hari ini," katanya usai bertemu Wagub DKI Basuki T Purnama di Balai Kota, Selasa (15/1/2013). 

Dipilihnya Tugu Monas sebagai tempat pasang radar karena lokasinya strategis. Cara kerja teknologi ini memanfaatkan radar yang menjangkau hingga 150 Kilometer untuk menerima informasi pergerakan awan. Jika ada awan yang berpotensi hujan besar masuk ke langit Jakarta maka BPPT segera menurunkan hujan diluar Jakarta dengan teknologi hujan buatan. 

"Jadi hujan sebelum masuk jakarta kita turunkan misalnya di daerah laut dengan menaburkan garam pakai pesawat terbang, tapi kalau sudah keburu masuk [Jakarta] kita pecah," imbuh Isman.

Ada tiga cara membuat hujan buatan dengan model flash, liquid dan powder semuanya manual dengan pesawat terbang. Modifikasi cuaca ini nyaris 100 persen manjur karena sudah terbukti di sejumlah tempat. Biasanya dipakai untuk mengisi air waduk di seluruh Indonesia, pemadam kebakaran hutan, event Pekan Olahraga Nasional (PON) di Stadion Jakabaring maupun proyek yang butuh panas. 

Isman menambahkan, sejauh ini BPPT memiliki dua unit radar hujan, harga per unitnya Rp20 miliar. Satu unit telah dipasang di Serpong Tangerang dan satu lagi bekerja mobile yang dalam waktu dekat akan ditancapkan di Monas. 

Disinggung Biaya hujan buatan pun tidak murah, sekali jalan dengan 5 pesawat BPPT butuh biaya miliaran rupiah. Biaya tidak dibebankan kepada Pemprov DKI tapi anggaran BNPB.  "Kita juga sering pinjam pesawat TNI AD dan TNI AU, bisa dibayangkan biaya bahan bakarnya," jelas Isman. 

Terpisah, Basuki T Purnama mengatakan ancaman banjir Jakarta sudah disikapi Pemerintah Provinsi DKI. Warga rawan banjir juga bersiap mengungsi ketika turun hujan lebat. Yang terpenting adalah ketersediaan logistik dan makanan. "Masyarakat yang rawan banjir sudah diungsiin, karena cegat air tidak mungkin. Makanan makanan mesti siap, yang aman mengungsi," katanya. 

Seperti diketahui hujan deras sejak dini hari pada Selasa (15/1/2013) membuat sejumlah aliran sungai di Jakarta meningkat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat status beberapa sungai di Jakarta meningkat. 

Beberapa daerah yang berpotensi terkena banjir diminta waspada. Yakni di daerah sekitar bantaran Sungai Ciliwung, Rawajali, Kalibata, Pengadegan, Gang Arus Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Kampung Melayu. (faa)

Sumber : http://www.bisnis.com/articles/cegah-banjir-monas-dipasang-radar-hujan

 

 

 

 

Metrotvnews.com, Jakarta: Banjir menjadi salah satu masalah pelik bagi ibukota Jakarta. Salah satu penyebab banjir di Jakarta merupakan intensitas curah hujan. Untuk mengantisipasinya, Pemerintah Provinsi DKI akan memasang radar hujan yang mampu memodifikasi cuaca pada 2013.

Pada pemasangan alat tersebut, Pemprov DKI Jakarta akan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Iya, itu sudah secara prinsip dipasang untuk mengurangi curah hujan. Kami takut kiriman curah hujan tinggi, Jakarta juga hujan. Yang kita paling khawatir kan itu," ujar Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI, Rabu (16/1).

Menurut dia, alat ini pernah diuji coba saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau tahun lalu. Oleh karena itu, alat ini cukup menjanjikan untuk mengurangi intensitas hujan di Jakarta.

Basuki sendiri telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum, Pertamanan, dan Kebersihan untuk mendeteksi titik-titik banjir di Jakarta. Ini dimaksudkan untuk memaksimalkan efektivitas alat tersebut. "Paling bisa terasa efektif Oktober, karena kami akan integrasikan semua tanggung jawab ke Dinas Kebersihan, Pertamanan, PU. Titik-titik lagi diidentifikasi. Kalau kami lakukan, bisa Oktober," tukas dia. (Bob/OL-04)

Sumber : http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/01/16/5/123309/Antisipasi-Banjir-DKI-Jakarta-bakal-Pasang-Radar-Cuaca

 


 

 

 

 

Al Abrar Perkotaan

Jakarta: WAKIL Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku untuk antisipasi banjir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengkaji pemasangan radar. Pemasangan radar tersebut diperkirakan bisa mengetahui potensi hujan lebih dini sehingga bisa melakukan tindakan antisipasi.

Untuk diketahui, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), pada Selasa (15/01)n mendatangi Balaikota guna membahas penerapan pemasangan radar yang disinyalir dapat menangkap potensi hujan.

Saat ke Balaikota, Direktur Teknologi Kebencanaan BPPT Isman Justanto mengatakan, berdasarkan kajian yang dilakukan pihaknya, titik di Jakarta yang paling tepat untuk memasang alat modifikasi cuaca adalah di sekitar area Monumen Nasional (Monas). Untuk itu, BPPT meminta izin kepada Pemerintah Provinsi DKI untuk segera memasang alat tersebut.

"Iya Itu sih sudah secara prinsip dipasang untuk mengurangi curah hujan, kita takut kiriman curah hujan tinggi jakarta juga hujan.Yang kita paling kuatir kan itu," kata Ahok di Balaikota, Jln Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (16/01).

Selain itu, Pemprov DKI juga saat ini sedang menyiapkan kajian agar alat modifikasi cuaca tersebut dapat dipasang pekan depan.

"Yang penting kita link-kan data-datanya. Pemasangan radar itu kira-kira seminggu izinnya keluar," tambahnya.

Sementara itu, Isman mengatakan, usulan memasang alat modifikasi cuaca di Jakarta muncul dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Karena menurut prediksi akan ada peningkatan curah hujan di Jakarta dan sekitarnya pada Januari-Februari 2013.

Isman menjelaskan, alat tersebut mampu menangkap potensi hujan besar, yang bekerrja sebagai radar yang mampu menerka potensi hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Setelah diketahui adanya potensi hujan tinggi, maka BPPT akan segera melakukan stimuli dengan teknik liquid, flare, atau powder, guna memecah hujan tersebut.

Menurut Isman, BPPT memiliki dua unit alat dengan biaya pembuatan perunitnya sekitar Rp 20 miliar tersebut. Selain itu, dirinya mengatakan alat tersebut juga pernah digunakan pada saat SEA Games 2011 di Jakabaring, Palembang.

"Hujan dengan intensitas tinggi akan kita turunkan di laut, atau di balik gunung. Tapi kalau awan hitamnya sudah masuk ke Jakarta, maka awannya kita pecah supaya tidak turun di satu titik saja," tutupnya. [al-6]

Sumber : http://indonesiarayanews.com/news/perkotaan/01-16-2013-18-45/atasi-banjir-dki-siapkan-pemasangan-radar

 

 

 

 


 

 

 

Ray Jordan – detikNews

Jakarta - Untuk mengantisipasi banjir akibat curah hujan, Pemerintah Provinsi DKI bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memasang alat yang mampu memodifikasi cuaca atau disebut radar hujan. Teknologi ini mampu mengurangi debit air hujan yang mengguyur ibukota.

"Iya, itu sudah secara prinsip dipasang untuk mengurangi curah hujan. Kita takut kiriman curah hujan tinggi Jakarta juga hujan. Yang kita paling kuatir kan itu," ujar Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balaikota DKI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2013).

Ahok mengatakan, alat tersebut sudah pernah diuji coba pada saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau 2012 lalu. Oleh karenanya, untuk mengefektifkan alat tersebut, otoritas Pemprov DKI telah memerintahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum, Pertamanan, dan Kebersihan mendeteksi titik-titik banjir di ibukota.

"Sudah pernah ujicoba waktu PON. Ya pada prinsipnya saya sudah setuju. Karena curah hujan terjadi di Jakarta. Tahu sendiri kan, selokan-selokan semua penuh," katanya.

"Paling bisa terasa efektif Oktober, karena kita akan integrasikan semua tanggung jawab ke Dinas Kebersihan, Pertamanan, PU. Titik-titik lagi diidentifikasi. Kalau kita lakukan, bisa Oktober," imbuhnya.

Sementara itu, terkait persoalan banjir hingga merendam ratusan rumah di beberapa titik di Jakarta, Ahok mengatakan saat ini Pemprov DKI fokus pada ketersediaan makanan dan obat-obatan bagi para pengungsi.

"Kita amankan soal makanan segala macam itu, soal kesehatan. Kita belum bisa melakukan apa-apa selain pengamanan seperti itu,"ucapnya. (ray/lh)

Sumber : http://news.detik.com/read/2013/01/16/114239/2143576/10/antisipasi-banjir-dki-pasang-radar-hujan

 

 

 


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT