6031
Hits

UPT Hujan Buatan BPPT Berhasil Turunkan Hujan di Riau

 

 

Keberhasilan menurunkan hujan itu setelah Tim TMC BPPT dan TNI AU melaksanakan penyemaian awan di wilayah Riau dan sekitarnya dengan menggunakan Pesawat Hercules C-130 yang diterbangkan dari Lanud Halim Perdanakusuma dengan membawa bahan semai sebanyak lima ton.

 

Kepala UPT Hujan Buatan BPPT, F. Heru Widodo, mengatakan walau pun hujan belum turun secara merata di seluruh wilayah Riau, namun hujan telah membuat asap berkurang dan jarak pandang di Bandara SKK II semakin baik dan jelas. Kondisi itu terus membaik setelah hujan turun hampir setiap hari di wilayah Riau dan terjadi sampai hari ini.

 

"Dalam operasi TMC ini kami memutuskan untuk mengubah strategi penerbangan penyemaian awan dari Lanud Halim Perdanakusuma. Karena, ketika ada potensi cuaca untuk TMC, Bandara SKK II ditutup untuk penerbangan. Akhirnya kami melakukan penyemaian awan dari Lanud Halim Perdanakusuma untuk memaksimalkan peluang cuaca untuk TMC," kata Heru, di Riau, (19/3).

 

Mengapa 8 hari? Sejak awal memang kondisi iklim dan kurangnya armada pesawat penyemai awan masih kurang. Lebih lanjut Heru menjelaskan, sejak awal BPPT melakukan TMC di Provinsi Riau pada tanggal 5 Maret 2014, sudah diprediksi bahwa kondisi cuaca di tanggal 6 sampai 13 Maret, peluang pertumbuhan awan di Riau sangat kecil. Diprediksikan pertumbuhan awan mulai meningkat pada tanggal 14 Maret 2014.

 

"Konsep TMC untuk penanggulangan bencana kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Riau adalah melakukan intervensi pada awan-awan yang sulit berkembang akibat partikel asap dengan cara memberikan bahan semai higroskopis dengan skala Ultra Giant Aerosol (> 10 mikron). Intervensi tersebut akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pertumbuhan awan hingga menjadi hujan. Atas pertimbangan itu, maka UPT Hujan Buatan BPPT berupaya semaksimal mungkin untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan awan yang ada sejak tanggal 14 Maret 2014," jelas Heru.

 

Heru juga menyampaikan, tim UPT Hujan Buatan BPPT terus melihat adanya potensi pertumbuhan awan yang cukup baik di Provinsi Riau. Oleh karena itu, tim akan terus memanfaatkan peluang tersebut dengan melakukan penyemaian awan dengan memakai pesawat Casa 212-200 milik UPT Hujan Buatan BPPT dan Pesawat Hercules C-130 milik TNI AU dari posko TMC di Lanud Roesmin Nurjadin.

 

"Dengan melihat peluang pertumbuhan awan, diharapkan operasi TMC dapat meningkatkan curah hujan di Riau, sehingga lahan-lahan gambut semakin terbasahi dan akhirnya mengurangi timbulnya asap akibat kebakaran hutan dan lahan," tutup Heru. (Upthb/tw/SYRA/Humas)