3080
Hits

PILKADES KAB. JEMBRANA: 2507 WARGA MENDOYO, BERIKAN SUARA SECARA E-VOTING (I)

Jumlah total pemilih dalam pilkades tersebut tercatat sebanyak 2.507 yang tersebar di empat dusun atau banjar, yakni Banjar Tengah,  Banjar Kebebeng, Banjar Dlod Pempatan,  Banjar Baler Bale Agung. Empat TPS dengan metode e-voting pun dibangun di tempat terpisah,  dan kantor kepala desa akan dijadikan sebagai posko e-voting atau pusat penayangan tabulasi hasil yang dikirimkan dari tiap-tiap TPS.

Pelaksanaan pilkades ini selain mendapat pengawalan ketat dari berbagai unsur masyarakat, juga mendapat pendampingan teknis dari tim BPPT. Adapun pemilihan kepala desa (Pilkades) dengan pemilihan elektronik (e-voting) dilengkapi sistem verifikasi pemilih menggunakan e-KTP.

Dapat dilihat langsung di lapangan bahwa pilkades berlangsung lancar. Para warga secara bergantian memberikan suaranya untuk calon kepala desa (kades) masing-masing.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Marzan A. Iskandar yang menyaksikan langsung jalannya kegiatan ini menyatakan bahwa peristiwa ini merupakan inovasi dan terobosan baru. “Beda dengan Pilkades sebelumnya, kali ini e-KTP digunakan sebagai tanda identitas pemilih yang kemudian dibaca dengan card reader, sehingga otentik ketika di cek dengan Daftar Pemilih tetap (DPT) online. Setelah selesai dilakukan pemungutan di seluruh TPS juga akan di rekap secara online. Semua ini berjalan secara rahasia namun lebih terkesan luber dan jurdil. Hal ini jelas merupakan terobosan bagi Indonesia,” terang Marzan.

Marzan juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan miniatur pemilihan umum karena semua proses itulah yang nantinya akan dilakukan. “Mudah-mudahan dengan cara ini kita bisa memberikan edukasi ke masyarakat dan sistem demokrasi di negeri kita. Upaya kita dalam mengenalkan e-demokrasi, diutamakan dalam rangka efisiensi biaya dan persengketaan akibat ketidakpercayaan akan sistem pemilihan. Pengalaman di Bantaeng, bisa menghemat hingga 50%. Apabila kita punya perangkat e-voting di daerah sendiri tentu akan lebih banyak yang dihemat. Semoga sistem ini semakin dikenal dan diadopsi daerah lain dan menjadi favorit serrta pilihan masyarakat dalam sistem pemilihan,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Jembrana, I Putu Artha menyatakan bahwa pelaksanaan e-voting di Jembrana sejalan dengan visi Jembrana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan perekonomian dan profesionalisme sumber daya manusia yang dilandasi semangat kebersamaan, kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kabupaten Jembrana telah sukses menggelar pemilihan perbekel 54 dusun di 31 desa sejak pertengahan 2009 silam. Hanya saja kali ini muncul sebuah inovasi baru yakni dengan disertai penggunaan e-KTP dalam verifikasi pemilih. Karena itu lah pihak kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Karena dalam pilkades sekalipun terkadang ada kepentingan politik, saya tidak ingin masyarakat menjadi apriori jika menganggap terjadi rekayasa dalam e-voting ini. Sehingga melalui kegiatan ini masyarakat dapat  meyakini 100% bahwa e-voting ini tetap ber aspek jurdil,” tegasnya.

Staf Ahli Menteri Negara  Ristek Bidang Teknologi Informasi, Komunikasi dan Transportasi, I Wayan Budiastra yang turut hadir menyaksikan kegiatan tersebut menyatakan pentingnya upaya peningkatan kualitas pemilu dan demokrasi. “Pemilu saat ini banyak kekurangan, karena itu sistem pemilu perlu diperbaiki dengan adanya inovasi TIK sehingga lebih mudah murah dan tepat. Teknologi e-voting dan card reader yang dikembangkan BPPT ini memiliki keunggulan, kecepatan, praktis dan akurat. Dengan e-KTP dan card reader juga memberikan kevalidan data yang lebih akurat karena memberikan data otentik,” ungkapnya.

Budiastra berharap penerapan e-voting dengan e-KTP di Jembrana tersebut dapat berhasil, karena dapat memberikan contoh bagi daerah lainnya untuk diikuti. “Kepada BPPT saya mengapresiasi pendampingan yang dilakukan ini. Teruslah dampingi industri dan daerah supaya teknologi ini dapat diterima oleh masyarakat luas serta muncul sebagai solusi,” pungkasnya.

Pelaksanaan e-voting

Ditemui di sela pelaksanaan e-voting, Kepala Program e-voting BPPT, Andrari Grahitandaru menuturkan bahwa selesai tahapan pungutan suara, rencananya jam 3 hari ini juga akan langsung dilakukan penghitungan. Dengan e-voting tersebut, Andrari menyatakan penghitungan dijamin akan lebih cepat. “Jadi nanti tinggal dijumlah dari masing-masing bilik langsung diketahui totalnya, bahkan sebelum masyarakat bubar dari balai desa,” terangnya. (SYRA/humas)