553
Hits

Peran Teknologi BPPT untuk Mendukung Program Batimetri Nasional, Utilitas Bawah Laut dan Ekstensi Landas Kontinen Indonesia

Dalam rangkaian memperingati HUT BPPT yang ke-43, Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai TEKSURLA)-BPPT adakan Webinar dengan mengangkat isu aktual dengan  judul “Peran Teknologi Pemetaan Laut Dalam untuk Mendukung Program Batimetri Nasional, Utilitas Bawah Laut dan Ekstensi Landas Kontinen Indonesia” (31/08).  Acara ini bertujuan agar lebih memahami pentingnya Ekstensi Landas Kontinen dan  potensi – potensi yang dapat dikembangkan serta Untuk memahami standar akurasi pemetaan laut pada program Batimetri Nasional, dan Mengetahui pemutakhiran dan perencanaan program batimetri untuk kebutuhan pertahanan, keamanan dan navigasi pelayaran.

 

BPPT sebagai lembaga Pemerintah yang memiliki peranan penting dalam ekosistem teknologi meyakini bahwa hanya dengan bantuan Teknologi yang tepat guna dalam mendukung program pemetaan batimetri nasional, infrastruktur laut dan perluasan landas kontinen wilayah NKRI. Sejak tahun 2018, beberapa program survei pemetaan laut juga telah dan sedang dilaksanakan oleh BPPT (Balai Teksurla) khususnya untuk pembangunan utilitas kabel laut yaitu pada program Palapa Ring (Menkominfo). Dan pada era tahun 1999-2000, Balai Teksurla (dahulu UPT Baruna Jaya)-BPPT telah mendukung pemetaan jalur pipa gas antara Pulau Batam-Singapura yang merupakan proyek pekerjaan PT.PGN persero.

 

Dengan tersedianya data dan informasi dari kegiatan survei LKI/LKE yang ada dengan ditopang oleh teknologi kelautan yang memadai, sehingga ke depannya akan bermanfaat sebagai suatu pertimbangan dalam proses pemutakhiran data batimetri nasional dan pengajuan perluasan landas kontinen wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Plt.Dirjen Pengelolaan Ruang Laut – KKP, Pamuji Lestari mengatakan " Berdasarkan Perpres 23 tahun 2021 tentang perubahan atas Peraturan Presiden nomor 9 tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan kebijakan satu peta pada tingkat ketelitian peta skala 1:5 laut utamanya dalam perencanaan pemanfaatan ruang laut kami memanfaatkan peta mulai dari skala 1000000 utamanya untuk peta rencana tata ruang laut” 

 

Pamuji juga menambahkan bahwa dalam perencanaan ruang laut ini akan tersusun menjadi dua yaitu rencana tata ruang laut dan rencana zonasi, oleh karenanya di dalam rencana tata ruang laut ini perlu dibedakan menjadi rencana struktur ruang laut dan rencana pola ruang laut di mana Pada saat kita menyusun rencana pola ruang laut dan tidak di kawasan konservasi dan kawasan pemanfaatan umum baik untuk jurnal pariwisata pertambangan Pelabuhan Perikanan tangkap dan juga perikanan budidaya dalam rangka melakukan pemetaan bawah laut tentunya kita memerlukan satu teknologi dari BPPT, diharapkan Peran Teknologi  BPPT untuk Mendukung Program Batimetri Nasional, Utilitas Bawah Laut dan Ekstensi Landas Kontinen Indonesia.