415
Hits

OR PPT Tingkatkan Ketahanan Pangan Melalui Nanoteknologi dan Diversifikasi Pangan Lokal Non-Beras

 

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kukuhkan tiga (3) Profesor Riset  di bidang konversi energi, geologi lingkungan, dan teknologi pascapanen hari Rabu, 8 Agustus 2021 di Auditorium Soemitro Djojohadikoesoemo, Thamrin Jakarta.

Nurmahmudi, Profesor Riset bidang teknologi pascapanen, dalam acara pengukuhannya menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul Inovasi Pengolahan Pangan Untuk Peningkatan Penyediaan dan Konsumsi Pangan Indonesia. Ia mengatakan dalam 20 tahun terakhir Indonesia telah menelantarkan makanan atau food loss and waste dengan jumlah yang tinggi yaitu 23-48 juta ton/tahun. Jumlah ini dipengaruhi oleh pola konsumsi masyarakat yang dapat menurunkan ketersediaan pangan dan mengancam ketahanan pangan nasional.

Prof. Nurmahmudi menekankan pentingnya teknologi pengolahan pangan nanoteknologi dan Non-Termal Novel Technologi Processing (NTP) untuk menurunkan angka food loss and waste serta memperkuat ketahanan pangan. Dua masalah utama yang dihadapi oleh dunia pangan saat ini adalah keracunan pangan dan kerusakan bahan pangan akibat pengolahan akibat pengolahan dengan teknik pemanasan. Ia menjelaskan kedua teknologi ini dapat mengatasi tantangan tersebut, sehingga pangan seperti susu, daging, dan ikan  dapat diolah menjadi kualitas tinggi seperti keju Cheddar dan pengempukan daging.

Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap beras juga merupakan salah satu masalah ketahanan pangan. Prof. Nurmahmudi dalam orasinya menggarisbawahi pentingnya gerakan percepatan diversifikasi pangan lokal non beras dan mendorong stakeholders untuk mengedepankan pangan lokal di daerah seperti pangan berbasis sagu.

“Gerakan One Day No Rice sudah diterapkan oleh pemerintah di Kota Depok dan terbukti menurunkan angka konsumsi beras di kota tersebut. Pemerintah perlu mendorong publikasi gerakan diversifikasi konsumsi pangan lokal sehingga inovasi dan kreasi pangan non-beras serta pola konsumsi bergizi dapat tumbuh berkembang di Indonesia” jelasnya.

Berbagai tantangan yang dihadapi oleh Indonesia di bidang ketahanan pangan dapat diatasi dengan membangun ekosistem inovasi. “Koordinasi dengan K/L dan swasta perlu dilakukan. Kita juga harus meningkatkan produktivitas pengkajian dan penerapan serta berburu inovasi teknologi unggul pengolahan lokal yang edukatif dan kreatif sehingga ketahanan pangan nasional makin kokoh” pungkas Prof. Nurmahmudi. (Humas OR PPT)