8247
Hits

Ikan Nila Kini Mampu Hidup di Air Laut

 

Menurut Kepala Bidang Teknologi Produksi Perikanan dan Peternakan BPPT, Dedy Yaniharto, Ikan Nila yang dibudidaya di laut ini mampu hidup dengan tingkat salinitas (keasinan) tinggi, yaitu berkisar antara 20-25 ppt.

 

"Ikan Nila tersebut dikembangkan untuk mengantisipasi dampak dari terjadinya pemanasan global (Global Warming) yang menyebabkan naiknya permukaan air laut ke wilayah pertambakan, sehingga berakibat pada tingginya salinitas di lahan tambak," jelas Dedy di acara Media Gathering bertajuk  Ketahanan Pangan Melalui Diversifikasi Pangan dan Peningkatan Produk Hewani, di Gedung BPPT, (16/6). .

 

Dedy menyampaikan Ikan Nila SALINA yang sudah disertifikasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP) dan benihnya bisa didapatkan di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) KKP sangat cocok dibudidaya oleh Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM). Karena masa budidaya ikan nila ini tak lama, cukup selama empat-lima bulan dan mampu hidup di tambak dan di laut.

 

“Kelebihan lainnya, selain merupakan wujud untuk penuhi kebutuhan protein hewani bagi masyarakat,  ikan ini juga memiliki gizi yang tinggi, mulai protein sebesar 78,76 persen yang sangat bagus untuk nutrisi otak, lemak 6,19 persen, serat kasar 4,2 persen, kandungan abu 10,84 persen, dan kandungan asam lemak omega 3,6,9 dan EPA / DHA,” tutup Dedy. (Humas)