3493
Hits

e-Voting Indonesia Sempurna, Tak Perlu Lagi Studi Banding

 

 

"Struk kertas itu fungsinya ganda. Pertama sebagai verifikasi pilihan pemilih, dan yang kedua adalah sebagai bukti fisik yang dapat menjadi alat audit bila ada sengketa. Sedangkan kami di BPPT telah menyiapkan struk yang keluar setelah pemilih selesai, " jelasnya. 

 

Sementara di Filipina, menurut Andrari, dengan tidak adanya ruang bagi pemilih untuk tidak memilih salah satu calon atau calon yang diinginkannya tidak terdaftar sehingga Ia memutuskan untuk tidak memilih, maka hal tersebut menjadi kekurangan tersendiri. 

 

"Sistem yang kami telah kembangkan, menutupi berbagai kekurangan tersebut sebagai sarana dalam pemenuhan prinsip pemilu, yakni LUBER JURDIL, termasuk dalam hal ini menyediakan ruang bagi pemilih apabila Ia memutuskan untuk tidak memilih," ujarnya. 

 

Andrari menilai, sistem e-voting buatan BPPT lebih sempurna dibanding sistem serupa di beberapa negara. E-voting Indonesia sesuai standar internasional dan bisa menjadi rujukan bagi negara lain. Untuk itu, menurutnya, pemerintah Indonesia tidak usah melakukan studi banding ke negara-negara lain. (Humas)