4456
Hits

BPPT Lakukan Hujan Buatan Atasi Kebakaran Hutan Sumsel

 

 

Dengan hujan buatan disebut Deputi TPSA, diharapkan lahan menjadi basah, sehingga api tidak semakin meluas.

"Kami akan terus pantau luasan kebakaran lahan. Hujan buatan akan kami jalankan hingga potensi kabut asap dapat teratasi," pungkasnya.

Ditambahkan oleh Kepala Bidang Pelayanan Teknologi Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Sutrisno bahwa Hujan buatan itu sangat membantu mengurangi titik panas atau hotspot yang ada.

"Kondisi itu juga didukung dengan keberadaan awan yang baik untuk menghasilkan hujan buatan", katanya.

Selama seminggu terakhir imbuhnya, pertumbuhan awan di Sumsel cukup baik, pelaksanaan penyemaian awan menghasilkan air hujan yang signifikan dan mampu mematikan hotspot yang ada secara signifikan dan meredam munculnya hotspot baru.

Kegiatan TMC ini sudah dilakukan sebanyak dua periode. Periode pertama, pada 16 Mei-9 Juni 2018 telah dilakukan sebanyak 32 kali sorti penerbangan, dengan 32 bahan semai, dan menghasilkan 270 juta m3, sehingga hampir disetiap harinya area tersebut terjadi hujan ringan sampai dengan intensitas lebat.

Sedangkan pada periode kedua, dimulai sejak 30 Juli-26 Agustus 2018 telah dilakukan sebanyak 32 sorti penerbangan yang didukung oleh 2 unit pesawat Casa 212-200, dengan masing-masing 1 unit dari TNI AU dan 1 unit dari PT. Pelita Air Service (PT. PAS), telah menghasilkan total hujan mencapai lebih dari 161 juta m3 air. 

Perlu diketahui bahwa Pada tgl 19/8-23/8 telah dilaksanakan juga operasi TMC untuk menghasilkan hujan di Kalimantan Barat dalam rangka pencegahan titik api (hotspot) sesuai permintaan dari BNPB. Dengan didukung pesawat Cassa 212 TNI telah dilaksanakan 5 sorti penerbangan dengan 3 ton bahan semai yang menghasilkan hujan 109.231 meter kubik. Kota Pontianak sekitarnya telah mendapatkan hujan pada tgl 20, 21 dan 22 Agustus yang lalu. (Humas/HMP)