1203
Hits

Bangun Sistem Mitigasi Bencana Terintegrasi, BPPT Berhasil Pasang Buoy Tsunami di Selatan Bali

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kembali berhasil memasang satu sistem Buoy Tsunami di Selatan Bali (Buoy DPS) pada 12 April 2021 pukul 20:30. Saat ini, Buoy DPS telah dapat mengirimkan data tinggi muka air laut ke stasiun penerima data (Read Down Station) di InaTOC BPPT (Indonesia Tsunami Observation Center), di Jakarta menggunakan media satelit. Pemasangan dan operasionalisasi Buoy Tsunami Selatan Bali ini merupakan keberhasilan yang ke-3, setelah sebelumnya di Selatan Malang (8 Maret 2021) dan Selatan Selat Sunda (21 Maret 2021).

 

Kepala BPPT Hammam Riza mengungkapkan keberhasilan pemasangan dan operasionalisasi Buoy DPS menunjukkan keseriusan dan komitmen BPPT dalam menyediakan sistem pemantauan tinggi muka air laut untuk tsunami di 11 lokasi perairan Indonesia pada 2021 dan sebanyak 13 lokasi hingga tahun 2024.

 

Menurut Hammam, program deploy Buoy yang telah berjalan sejak 2020 merupakan sebuah keniscayaan dalam membangun sistem mitigasi bencana terintegrasi di Indonesia. Data dari Buoy akan menjadi bagian dari Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (Indonesia Early Warning System/InaTEWS) dalam verifikasi informasi kejadian tsunami kepada masyarakat yang dikirimkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) 

 

Ketiga Buoy yang telah di-deploy ini merupakan inovasi hasil pengembangan BPPT dan diproduksi oleh PT PAL dalam proses hilirisasi teknologinya. Dengan beroperasinya Buoy DPS Hammam yakin ekosistem industri nasional dapat terwujud di sektor kebencanaan, terlebih dalam mendukung kemandirian teknologi. 

 

Ia berharap ketiga Buoy yang telah beroperasi ini, dapat memberikan informasi bencana tsunami yang lebih cepat sehingga masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk menyelamatkan diri.

 

Sebagai informasi pemasangan Buoy DPS ini dilakukan dengan wahana Kapal Riset (KR) Baruna Jaya III yang dikelola Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT. Pemasangan Buoy Tsunami Selatan Bali ini berhasil dilakukan setelah dua hari kejadian gempa bumi di Samudera Hindia tepatnya daerah Selatan Malang pada 10 April 2021.

 

KR Baruna Jaya III BPPT berhasil menempatkan Buoy DPS dengan ocean bottom unit (OBU) pada kedalaman 4282,5 m, posisi 115o12’37.52”E, 9o44’22.38”S serta pada jarak 112 km dari Kota Denpasar, Bali. (Humas BPPT)