461
Hits

Balai Bioteknologi Beri Sentuhan Teknologi Pertanian di Lamongan

Jawa Timur - Guna mengangkat potensi pertanian di wilayah Jawa Timur khususnya di Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan, Balai Bioteknologi melalui Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (OR PPT BRIN) gelar Bakti Inovasi Teknologi Perbanyakan Tanaman Jati Secara Ex Vitro kepada masyarakat sekitar yang berjumlah 50 orang, Kamis (18/11/2021).

 

Dihadiri Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti Widya Putri secara daring sebagai mitra BRIN, disebutkan kegiatan ini sangat diperlukan masyarakat di wilayah yang memiliki potensi pertanian besar.

 

"Saya melihat Lamongan masih memiliki potensi yang cukup besar untuk memperkuat pertanian. Untuk itu saya mengapresiasi upaya Balai Bioteknologi melakukan bakti inovasi perbanyakan tanaman di Lamongan, khususnya di Kecamatan Karangbinangun. Saya berharap tidak hanya berhenti sampai pada pelatihan saja, tapi Balai Bioteknologi dapat terus mendukung memberikan pendampingan bagi masyrakat yang serius menerapkan teknologi perbanyakan tanaman secar ex vitro ini”, ujarnya

 

Penanggungjawab Bidang Kesehatan dan Pangan OR PPT BRIN Soni Solistia Wirawan mengatakan upaya sosialisasi dan pelatihan teknologi perbanyakan tanaman secara ex vitro yang diberikan Balai Bioteknologi adalah bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.

 

"Adanya teknologi ex vitro yang telah dikembangkan Balai Bioteknologi ini memiliki cara kerja yang dapat dianalogikan seperti mesin foto copy karena mampu menghasilkan bibit dalam waktu relatif pendek, berkualitas sama dengan induknya, dapat dilakukan dengan cara sederhana, murah, dan bisa diterapkan di lapangan. Sehingga, dengan berbagai manfaat tersebut, bapak ibu kedepan dapat memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan perekonomian dengan menyediakan bibit berkualitas secara berkelanjutan", ungkapnya.

 

Mewakili Kepala Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Gatot Dwianto menambahkan, teknologi ini tidak hanya dapat diaplikasikan untuk tanaman jati saja, namun dapat juga diaplikasikan ke berbagai jenis tanaman hortikultura dan perkebunan.

 

“Tidak hanya memberikan sosialisasi, hari ini kami akan ajak bapak ibu untuk mengikuti pelatihannya secara langsung. Kedepan, jika bapak ibu ingin mengaplikasikan teknologi ex vito ini ke tanaman lain juga bisa. Kami telah melakukan perbanyakan tanaman pada beberapa jenis tanaman hortikultura dan perkebunan seperti tanaman jeruk, kopi, porang, kakao, lada, kentang, tanaman hias dan lainnya”, sebutnya.

 

Pada kegiatan ini, selain memberikan pelatihan teknik dan cara perbanyakan tanaman Jati secara ex vitro, Balai Bioteknologi juga memberikan benih tanaman jati dengan total 1000 benih tanaman, serta 50 paket formulasi ex vitro berupa hormon pemacu pertumbuhan akar dan tunas, vitamin untuk pertumbuhan bibit tanaman, hingga pupuk hayati berbahan aktif mikoriza arbuscular. (HUMAS/Bby)