Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Implan Tulang Inovasi BPPT Siap Produksi Massal

Kepala BPPT Unggul Priyanto (batik) bersama Deputi Kepala BPPT Bidang TIEM Hammam Riza mendengarkan penjelasan mengenai teknologi investment casting yang diklaim mampu menghasilkan implan tulang lebih banyak dalam satu tangkai cetakan dan hasil cetakan mendekati hasil akhir. Teknologi ini diperkirakan dapat menekan harga hingga 70% dibandingkan produk impor. 20-02-2017 (HumasBPPT-SAS)

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Pusat Teknologi Material BPPT telah berhasil mengembangkan implan tulang Stainless Steel 316 L dari bahan lokal. Kepala BPPT, Unggul Priyanto menyebutkan implan tulang hasil rekayasa BPPT ini berbahan baku lokal serta di telah berhasil di produksi massal oleh insdustri lokal.

 

"Implan tulang ini memanfaatkan Ferro-Nickel lokal dari Pomala, Sulawesi Tenggara, sebagai bahan baku utama," ungkap Kepala BPPT saat mendampingi Menteri Riset Teknologi dan Dikti, Muhammad Nasir di PT. Zenith Allmart Precisindo, Sidoarjo, (20/17).

 

Lebih lanjut diungkap Deputi Teknologi Informasi Energi dan Material BPPT, Hammam Riza bahwa BPPT, katanya berhasil melakukan pengembangan teknologi pembuatan medical grade stainless steel 316L dengan pemaduan dan pemurnian bahan baku lokal serta menggunakan bahan baku hasil industri semelter dalam negeri yaitu feronikel Pomala produk PT. Aneka Tambang.

 

 

"Stainless steel 316L yang dihasilkan telah memenuhi komposisi kimia bahan sesuai ASTM F138 (316L Implant Quality) dan kekuatan mekanis ASTM F138 (316L Implant Quality). Hasil uji mesdis tidak berbeda dengan Implan import- Synthes ex . Swissterland," tuturnya.

 

Produk implan tulang stainless steel 316L (kiri) berdampingan dengan implan tulang produk impor.

Saat ini terang Hammam, Industri implan nasional sudah ada dengan menggunakan metode produksi pemesinan, namun metode ini tidak efisien karena prosesnya yang lama dan banyak limbah sisa permesinan. Untuk itu diperlukan proses produksi yang yang lebih ekonomis dengan kualitas yang baik.

 

Pengembangan teknologi produksi implan tulang stainless steel 316L (SS316L) menggunakan teknologi investment casting, yang mampu menghasilkan implant tulang dalam jumlah banyak dalam waktu lebih cepat karena 1 tangkai bisa langsung lebih dari 30 keping implan. Mampu menghasilkan produk near shape finish karena cetakan telah sesuai produk akhir. Jenis teknologi mass production seperti ini mampu menekan harga produk menjadi lebih rendah, perhitungan awal diperkirakan bisa mencapai lebih harga lebih dari 70% produk impor.

 

Kementerian Ristek&Dikti dengan pendanaan insentif inovasi industri telah mendanai proses trial production tahun 2015 untuk pembuatan 3 jenis implan tulang untuk menghasilkan 500 keping prototipe implan.

 

Tahun 2016 trial production pembuatan prototipe 15 jenis implan tulang yang banyak digunakan oleh dokter ahli orthopaedi untuk menghasilkan 900 keping prototipe implan. Kegiatan tahun 2017 dilanjutkan untuk dana pendampingan pada industri untuk proses pengurusan sertifikasi produksi dan ijin edar sesuai standar kesehatan.

 

Hammam lantas berharap agar inovasi implan tulang ini segera mendapat ijin edar.  setelah mendapatkan ijin edar dilanjutkan untuk mendapatkan e-catalog sehingga alat kesehatan implan tulang SS316L yang berkualitas dan murah dapat dihasilkan oleh industri alat kesehatan dalam negeri.

 

Keberhasilan membangun industri implan tulang nasional kata Hammam, merupakan bentuk kerjasama hilirisasi antara perekayasa dan industri.

 

"Jadi sukses sebuah produk teknologi adalah kerja bareng 'a team of people' di lingkungan kedeputian TIEM. Seperti kata Steve Jobs — 'great things in business are never done by one person, they're done by a team of people.” tutup Hammam. (Humas/HMP)

 

Pewarta/Editor : SP

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id