Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT: Jadikan Obat Herbal Alami Tuan Rumah Di Negeri Sendiri

Imam Paryanto saat memberikan sambutan dalam acara FGD Penguatan Inovasi Teknologi Untuk Peningkatan Daya Saing Industri Obat Bahan Alam di Hotel Pranaya BSD. 09-03-2017. (HumasBPPT-SAS)

Teknologi merupakan salah satu komponen didalam upaya kita untuk dua hal,  kemandirian dan daya saing. Ada beberapa faktor didalam industri obat alam atau herbal menjadi kuat kalau didukung oleh beberapa faktor. Kita sudah mempunyai keanekaragaman hayati kemudian dari sisi tanaman cukup banyak, kalau dieksplor lebih lanjut tentunya ini akan memperkuat struktur industri obat herbal ini, demikian kata Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika BPPT Imam Paryanto pada acara Focus Group  Discussion dengan tema Penguatan Inovasi Teknologi Untuk Peningkatan Daya Saing Industri Obat Bahan Alam, di Hotel Pranaya BSD. (09/03)

 

Menurut Imam,  tentunya sumberdaya alam yang ada ini tidak bisa memberikan manfaat kalau tidak ada industri yang mengolah, tidak ada lembaga riset atau lembaga litbang yang memberikan dorongan kepada pemanfaatan sumberdaya tersebut.

 

Imam menambahkan untuk UKM khususnya, karena memang selain industri obat alam ini kita juga mempunyai UKM yang mempunyai bidang usaha yang terkait obat alami ini. “Terkait dengan budaya kita ini yang sebenarnya juga mempunyai pangsa pasar karena banyak sekali, walaupun jamu dan obat alami sudah turun temurun tetapi kenyataan nya bahwa obat alam ini masih belum menjadi komoditi yang menjadi prioritas di negeri kita, jelas Imam.

 

Dikesempatan yang sama Kasubdit Kemandirian Obat dan Bahan Baku Sediaan Farmasi Kementerian Kesehatan Dita Novianti mengatakan, kalau kita bicara obat tradisional payung hukumnya adalah Isu Strategis dan Kebijakan Pembangunan Kesehatan 2015-2019  yang digunakan adalah point no 4 yakni meningkatkan ketersediaan keterjangkauan, pemerataan dan kualitas farmasi dan alat kesehatan.

 

Disinilah obat tradisional termasuk, karena dalam undang-undang kesehatan yang termasuk dalam kesediaan farmasi itu termasuk obat tradisional apa pun terminologinya, jelas Dita.

 

Tahun 2016 Presiden mengeluarkan Inpres No 6 tentang percepatan pembangunan industri farmasi didalamnya sudah termasuk obat tradisional. Ini adalah mandat yang diberikan kepada Kementerian Kesehatan. Jadi kita diharapkan menyusun dan menerapkan rencana aksi untuk pengembangan industri farmasi. Rencana aksi ini sudah keluar berupa Peraturan Menteri Kesehatan No 17 tahun 2017 yang dikeluarkan pada 28 Februari 2017, tutup Dita.

 

 

Sebagai informasi hadir juga pada acara tersebut, Kepala Balai Bioteknologi Agung Eru Wibowo, Harry Wahyu T Direktur Standarisasi Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen BPOM , Kasubdit Tanaman Obat Kementerian Pertanian Wiwi Sutiwi, Direktur R&D SOHO Global Health Raphael Aswin, Presiden Direktur PT Deltomed Laboratories Nyoto Wardoyo, PB IDI Husniah Rubiana Akib, Presiden Direktur PT Phapros Tbk Barokah Sri Utami  serta mitra BPPT dari lembaga pemerintah, asosiasi profesi, industri dan juga pemerintah daerah. (Humas/HMP)

 

Pewarta / Editor : ARZ

 

Lihat foto kegiatan disini

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id