Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Kunjungi Balai Teknologi Keramik di Bali, Satya: Teknologi Ini Akan Mampu Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Gatot Dwianto, Deputi Bidang PKT BPPT menjelaskan proses pembuatan keramik kepada Satya Yudha, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, saat melakukan kunjungan ke Balai Teknologi Industri Kreatif Keramik (BTIKK) BPPT di Bali. 07-03-2017. (HumasBPPT-SAS)

www.bppt.go.id -Bali- Keramik, adalah salah satu material yang banyak digunakan para pengrajin sebagai media dalam menuangkan kreativitasnya. Terlebih lagi di Bali, ikon wisata Indonesia yang begitu mendunia. Tapi tahukah anda, BPPT merupakan pelopor teknologi industri kreatif keramik di Bali?

 

Ya, melalui Balai Teknologi Industri Kreatif Keramik (BTIKK) di Bali, selama lebih dari 20 tahun BPPT telah memberikan layanan teknologi bagi para pengrajin disana. Mulai dari layanan penyediaan bahan baku, model dan disain, pembakaran, pendidikan dan pelatihan, hingga melahirkan industri pemula berbasis teknologi. BTIKK BPPT, mengakomodir bahkan menciptakan tren dalam industri kreatif yang merupakan salah satu sumber pendukung roda ekonomi masyarakat Bali.

 

Tak heran, banyak kalangan yang ingin berkunjung dan melihat langsung BTIKK yang mempunyai fasilitas labolatorium lengkap tersebut. Seperti yang dilakukan para Anggota Komisi VII DRPR RI.  Dalam masa Reses Persidangan III Tahun Sidang 2016-2017, mereka secara antusias berkeliling melihat seluruh fasilitas yang di miliki BTIKK.

 

“Poin utama yang saya lihat dari industri kreatif keramik adalah bagaimana caranya kita bisa melindungi kreatifitas dari para perajin yang sangat rawan terhadap penjiplakan. Apalagi jika masuk ke dalam tatanan global dimana ada ekonomi global dan pasar bebas. BPPT dalam hal ini harus membantu memberikan proteksi baik itu berupa paten atau hak kekakayaan intelektual dari kerajinan keramik yang telah dihasilkan oleh para pengrajin yang dilatih di BTIKK ini,” ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Yudha saat melihat proses pembuatan keramik, Selasa (07/03).

 

Selain itu, Ia juga berharap, agar BTIKK yang telah menjadi rujukan bagi pengrajin keramik di Bali ini, dapat terus membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di Bali, yang memang perekonomiannya betul-betul di topang oleh sektor wisata dan kerajinan.

 

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi BPPT, Gatot Dwianto menuturkan bahwa BTIKK selama ini tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan di industri keramik, namun juga pada aspek legal hukumnya.

 

"Saat ini, BTIKK telah membantu UMKM serta akan mendorong berdiri sedikitnya 51 Perusahaan Pemula industri kreatif berbasis teknologi. Dengan adanya dukungan dari DPR, kami akan lebih bisa berperan dalam membina sentra-sentra keramik di Bali. Karena kami yakin, perekonomian masyarakat Bali akan lebih meningkat melalui industri kreatif keramik yang berbasis pada teknologi," pungkas Gatot. (humas/HMP)


Pewarta: SAS-TAMB
Editor: ywap

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id