Articles

Category: Berita Teknologi Informasi,Energi & Material

Sehubungan berakhirnya masa bakti Pengurus Pusat Badan Kejuruan Elektro - Persatuan Insinyur Indonesia (BKE-PII) periode 2007 - 2010, maka telah dilaksanakan Konvensi untuk memilih pengurus masa bakti 2010-2013 melalui Konvensi Sarjana Teknik Elektro yang bertema Peran Insinyur Elektro Indonesia dalam Mendukung Perubahan Paradigma Pengelolaan Energi Menuju Visi 25/25 dan Pengembangan Teknologi Broadband Menuju Kemandirian Bangsa, di Auditorium BPPT, Kamis ( 25/11).

Konvensi Nasional Sarjana Teknik Elektro merupakan kegiatan puncak dari BKE-PII yang diselenggarakan sebagai bentuk akhir kepengurusan. Pada kesempatan ini juga diadakan Konvensi Nasional untuk menilai dan mengesahkan pertanggungjawaban Pengurus BKE-PII Periode tahun 2007 - 2010 dan menyusun kepengurusan serta program kerja baru, ungkap Ketua BKE-PII, Fahmi Mochtar.

Rangkaian acara konvensi meliputi seminar yang dibagi dalam dua sesi, yaitu bidang ketenagalistrikan yang bertema pengembangan energi baru terbarukan dan konservasi energi dan Broadband Wireless Access (BWA) untuk bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Berkaitan dengan tema pengembangan energi baru terbarukan dan konservasi energi, Kasubdit Pemanfaatan Energi Dirjen EBT dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Harris Yahya menyampaikan mengenai paradigma baru dalam pengelolaan energi mendukung visi 25/25. Saat ini, kita berada pada paradigma energy supply side management dimana supply kebutuhan energi dipenuhi oleh energi fosil dengan memberikan subsidi dan energi baru terbarukan hanya sebagai energi alternatif. Dengan demikian, dengan pola seperti itu menyebabkan energi baru terbarukan tidak termanfaatkan secara maksimal sehingga kebutuhan energi menjadi tidak efisien.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa kita berupaya untuk merubah paradigma baru dengan pendekatan Demand Side Management. Yang utama dilakukan adalah mengefisienkan penggunaan energi disisi demandnya, tentunya dengan menerapkan prinsip-prinsip konservasi dan energi. Kemudian setelah efisien, dari sisi supply kita maksimalkan penyediaan dan pemanfaatan energi baru terbarukan dengan harga pada avoided fossil energy cost. Energi fosil ditempatkan sebagai penyeimbang.

Berkaitan dengan Visi 25/25, Ketua BKE PII, Fahmi Mochtar berpendapat bahwa dengan adanya kecenderungan pada isu lingkungan dan perubahan iklim yang mengemuka, maka sebenarnya masih banyak potensi EBT yang masih bisa ditingkatkan. Visi 25/25 yang diwacanakan sejauh ini dapat tercapai apabila konservasi dilakukan secara berbarengan dan mengurangi intensitas pengguna energi sebesar 37 %.

Pada kesempatan yang sama, berkaitan dengan BWA Direktur Standarisasi, Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), Azhar Hasyim megungkapkan beberapa kajian yang mengatakan bahwa pertumbuhan BWA akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Setiap perumbuhan telekomunikasi 1% akan mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 3%. Kajian lain juga menyatakan tentang BWA yang mengatakan setiap pertumbuhan 1% untuk BWA akan memberikan pertumbuhan ekonomi sebesar 6%.

"Setiap peningkatan BWA 1% akan meningkatkan pertumbuhan tenaga kerja 0,2-0,3% per tahun. Kemudian di sisi kesehatan, setiap penggunaan BWA 75% di perumahan akan menurunkan tingkat kehidupan sebesar 63% sehingga menghemat sebesar 47% rata-rata kunjungan ke dokter, jadi dapat mengakses kesehatan secara online", lanjut Azhar.

Dalam rangkaian acara tersebut juga dilakukan pembacaan Surat Keputusan Kelulusan Insinyur Profesional Utama (IPU) BKE dan penyerahan sertifikat IPU yang diserahkan kepada Johannes Bangun, Djuniarman A. Djulfikli, Marzan A. Iskandar, Achmad Zaenal Abidin, Nurudin, Pekik Argo Dahono, Djoko Winarno, Piet Supardi Suryadi, Sonny Purnara, Wahyuddin Bagenda, Andri Doni, Akhmad Riyanto, Arief Yahya, Meirios Mochtar, Paul August Liqui, Suharto Praptono, Rudy Rachmat, Bambang Praptono, Tumpal Gultom, Gagah Daruhadi, Ruslan Rustam, Eddie Widiono, Lili Tjarli Tahlan, Bambang Soesijanto, Arifin Nugroho dan Donatianus Sardjono.

Diharapkan PII ini dapat menjadi gerbong yang isinya orang-orang yang berkualitas untuk dapat membangun kembali masyarakat profesional agar negara ini semakin baik, tegas Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), M. Said Didu saat penyerahan sertifikat IPU. (KYRA/humas)




Add comment


Security code
Refresh

Berbagi

FacebookTwitterLinkedinRSS Feed