Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT-GE ENERGI KEMBANGKAN ENERGI TERBARUKAN

Sesuai dengan arahan Presiden RI dalam rapat kerja nasional di Tampak Siring, Bali bahwa salah satu arahan pembangunan Indonesia adalah terciptanya ketahanan energi. Guna merealisasikan hal tersebut BPPT dan GE Energy (General Electric) sepakat melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk kerjasama pengembangan energi terbarukan dan proyek batubara yang lebih bersih guna membantu Indonesia dalam memenuhi kebutuhan tenaga listrik dan lingkungan yang terus tumbuh, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta (29/09).

Acara tersebut di buka oleh Kenji Uenishi, President GE Energy Asia Pasific, Jeff Immelt, GE Chairman & CEO, Sugiharto Harso Prayitno, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi (Ditjen Minerbapabum) Kementerian ESDM, Abadi Purnomo, President Director Pertamina Geothermal Energy.

Kedua pihak sepakat akan bekerjasama untuk mempelajari sejumlah isu penting yang bisa mendukung implementasi komersial pada proyek energi terbarukan di Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat ketiga dunia, seperti pembangkit listrik tenaga bayu (angin), surya (matahari), panas bumi (geothermal), biomass, biogas serta batubara yang lebih bersih. Seiring pertumbuhan ekonomi tersebut, kebutuhan energi di Indonesia juga turut meningkat sekitar 7% setiap tahun. Pemerintah pun sudah memberikan insentif pajak pada pengembangan proyek-proyek energi yang terbarukan guna membantu mengurangi ketergantungan negara dari bahan bakar fosil.

Tantangan awal dalam kerjasama ini adalah prakarsa pemanfaatan energi angin yang dikembangkan Indonesia melalui proyek WHyPGen (Wind Hybird Power Generation) yang kemudian dilanjutkan dengan serangkaian energi terbarukan lainnya. Proyek ini di dukung oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan bantuan dari Global Environment Facility (GEF) yang bertujuan untuk mempromosikan implementasi komersial energi terbarukan tersebut terutama untuk pembangkit listrik hibrida bertenaga bayu yang menggabungkan antara tenaga angin dan tenaga lainnya seperti tenaga fotovoltaik, tenaga mikrohidro, tenaga gas alam atau tenaga listrik diesel.

Dalam jumpa persnya, Kepala BPPT Marzan A Iskandar mengatakan bahwa dengan memiliki sumber energi yang melimpah, Indonesia membutuhkan kerjasama dengan pihak luar yang memiliki kemampuan teknologi. ‚Dengan dilakukannya kerjasama tersebut sekaligus kita dapat belajar mengenai teknologinya. Disisi lain dengan kerjasama ini pemanfaatan energi terbarukan dapat lebih maksimal‚, ucapnya.

Pada kesempatan yang sama Director GE Power and Water, Gatot Prawiro mengatakan GE telah melakukan survei beberapa tempat di wilayah Indonesia timur. GE juga sudah melakukan pengukuran angin di Indonesia serta mengumpulkan data terkait potensi tenaga angin di sejumlah wilayah Indonesia untuk memastikan terwujudnya pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga angin.

‚GE telah membuat turbin angin untuk menunjukan kepada pemerintah tentang potensi energi angin agar dapat dikembangkan oleh wind developer di Indonesia. Dengan kerjasama ini diharapkan BPPT dan UNDP dapat mendukung agar energi angin ini dapat dikembangkan di Indonesia‚, jelas Gatot. (YRA/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id