pioglitazone online ltwpausiwr, www.rockandrollhoteldc.com, http://www.rockandrollhoteldc.com, buy clonidine online, buy plavix online, http://www.rockandrollhoteldc.com, buy viagra-professional, ibuprofen without prescription ktqgsfv, clopi/clopidogrel without prescription uhywvy, buy plavix online, buy crestor online, buy crestor, www.rockandrollhoteldc.com, flagyl-er

BMG

50% konsumsi energi nasional Indonesia selama ini berasal dari minyak bumi. Hal ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia masih sangat tergantung pada sumber energi tak terbarukan tersebut. Padahal, cepat atau lambat sumber energi tersebut akan habis. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengoptimalkan potensi energi terbarukan yang dimiliki Indonesia yaitu sebesar 311. 232 MW dan baru 22% yang dimanfaatkan.

Dalam mendukung pemanfaatan energi terbarukan tersebut, Balai Besar Teknologi Energi (B2TE) BPPT bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor dan Jasa Energi Terbarukan Indonesia (AKJETI) mengadakan workshop tentang Penerapan Teknologi Energi Terbarukan dalam Mendukung Penyediaan Listrik yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan di Ruang Bima Hotel Bidakara Jakarta, Senin (17/5).

‚Di Indonesia, energi terbarukan telah menjadi begian dari strategi elektrifikasi pedesaan sejak awal 1980-an. Hingga tahun 2009, kapasitas yang terpasang telah mencapai 20 MW untuk aplikasi berbagai sistem catu daya seperti energi tenaga surya, energi tenaga angin dan mikrohydro. Pemanfaatan teknologi energi terbarukan, selain mampu meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan menjadi alat untuk pembangunan daerah yang tertinggal‚, antara lain disampaikan Sekretaris Utama BPPT Jumain Appe yang bertindak sebagai keynote speaker dalam workshop tersebut.

Lebih lanjut Jumain mengatakan, sebagai lembaga pemerintah yang telah berpengalaman dan kompeten dalam bidang pengkajian dan penerapan teknologi, BPPT akan mendorong kebijakan pengembangan teknologi energi yang sustainable dan suitable untuk kondisi kebutuhan nasional, khususnya dalam bidang energi terbarukan. Selain itu, BPPT juga turut serta mempromosikan program clean energy di Indonesia.

Adapun tujuan diadakannya workshop tersebut adalah untuk mengidentifikasi permasalahan pengimplementasian energi terbarukan dan memformulasikan strategi kebijakan yang dibutuhkan. Semua itu dibutuhkan agar dimasa depan, enegi terbarukan dapat lebih nyata berperan dalam mengatasi krisis energi nasional saat ini.

Hadir sebagai pembicara, Deputi 2 Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (KNPDT), Agus Salim Dasuki, Kepala B2TE BPPT, M. Oktaufik, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan (DJLPE-ESDM) Emmy Perdanahari, Ketua AKJETI, Roswilman Rusli dan Pimpinan BRI Cabang Cikarang, Bakti Nefianto. (TR/YRA/humas)

Add comment


Security code
Refresh

Berbagi

FacebookTwitterLinkedinRSS Feed