Articles

Category: Berita Teknologi Sumberdaya Alam & Kebencanaan

Sejak tahun 1985, Unit Pelayanan Teknis Hujan Buatan (UPT HB) BPPT, telah berhasil melakukan berbagai macam kegiatan sesuai dengan fungsi dari UPT HB. Selain untuk mengantisipasi bencana akibat penyimpangan iklim seperti kekeringan dan kebakaran hutan, UPT HB juga melakukan peningkatan intensitas hujan serta pengisian waduk irigasi teknis dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

‚Untuk tahun 2010 ini merupakan kelanjutan dari program-program sebelumnya, UPT HB memiliki tiga program prioritas yang akan dilaksanakan, yakni (1) Ground Base Generator (GBG), (2) Teknologi kembang api atau flare, dan (3) Prakiraan cuaca‚, kata Kepala Bidang Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Hujan Buatan, UPT HB, Mahally Kudsy, saat wawancara di ruang kerjanya, Selasa (09/03).

GBG adalah metode penempatan alat bahan semai awan pada tower yang dipasang pada tower didataran tinggi. Metode ini memanfaatkan potensi topografi dan angin lembah (valley breeze). Sedangkan metode flare dalam pelaksanaannya menggunakan pesawat terbang yang langsung terbang kedalam awan dan melakukan penyemaian. Untuk prakiraan cuaca, dilakukan sesuai dengan permintaan pengguna jasa layanan TMC. Selain itu dilakukan sebagai strategi, evaluasi dan operasional sebelum selanjutnya melangkah ke GBG dan flare.

Tahun 2009 lalu, program UPT HB masuk sebagai salah satu program quick win BPPT dan berhasil menyelesaikan kegiatan di tujuh lokasi diantaranya Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Riau. ‚Sebagian dari lokasi tersebut mengalami permasalahan yang sama, yakni kebakaran hutan‚, terangnya.

‚Saat ini tim UPT HB sedang melakukan study tentang PLTA atas permintaan PLN Koto Panjang, Riau. Secara teknis, UPT HB senantiasa siap membantu semua pihak yang membutuhkan pelayanan jasa teknologi modifikasi cuaca‚, tutup Mahally. (KYRA/humas)

Add comment


Security code
Refresh

Berbagi

FacebookTwitterLinkedinRSS Feed