Articles

{rokbox}images/stories/noaa.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/noaa1.jpg{/rokbox}

‚Dengan adanya kunjungan Ketua NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) ke Kapal Baruna Jaya IV BPPT, diharapkan akan memperkuat kerjasama antara BPPT dan NOAA, Indonesia dan Amerika Serikat, dalam kajian ilmu pengetahuan dan teknologi. Indonesia, sebagai negara kepulauan, sudah seharusnya memiliki banyak ilmuwan yang memfokuskan pada bidang kelautan. Untuk itu saya berharap, kunjungan ini juga akan menginspirasi para ilmuwan untuk mendalami ilmu oceanografi‚, demikian disampaikan Kepala BPPT Marzan A Iskandar saat menyambut kedatangan Ketua NOAA Jane Lubchenco di Kapal Baruna Jaya IV, Dermaga 200, Tanjung Priok Jakarta (04/1).

‚Telah banyak kerjasama yang dilakukan antara BPPT dan NOAA yang menghasilkan manfaat besar, khususnya pada transfer teknologi. Seperti pada DART technology dan workshop on ocean climate applications. Kami di BPPT, sudah mempersiapkan Kapal Baruna Jaya IV untuk bersama-sama dengan kapal milik NOAA melakukan eksplorasi di laut dalam‚, tambah Kepala BPPT.

NOAA atau Badan Nasional Kelautan dan Atmosfer, merupakan Lembaga Pemerintah Amerika Serikat yang fokus pada kajian kelautan dan atmosfer serta bidang kebumian lainnya. Didirikan sejak tahun 1807, NOAA menjadi salah satu lembaga pemerintah yang memegang peranan penting dalam memberikan informasi, dan rekomendasi penting dalam kaitannya tentang ilmu kebumian dan lingkungan.

Jane Lubchenco, yang juga merupakan Wakil Menteri Perdagangan Bidang Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat mengatakan bahwa kerjasama yang akan dilakukan oleh BPPT dan NOAA ini adalah kesempatan yang bagus bagi kedua negara untuk melakukan eksplorasi kelautan, seperti pada bidang geologi dan biologi. ‚Bersama dengan Kapal Baruna Jaya IV milik BPPT dan Kapal Okeanos Explorer NOAA, akan meneliti daerah-daerah yang belum pernah dieksplorasi sebelumnya‚, katanya.

Menurutnya, hasil yang akan didapat dari eksplorasi nanti bisa dilihat dan dipelajari oleh masyarakat luas. ‚Dengan fitur khusus yang telah disiapkan, maka rekaman yang dihasilkan dapat digunakan, terutama bagi siswa-siswa sekolah sebagai bagian dari ilmu pengetahuan. Selain itu, eksplorasi ini juga merupakan salah satu upaya kita dalam antisipasi perubahan iklim. Saya sangat bangga dan mengharapkan keberhasilan dari misi ini‚, jelas Lubchenco lebih lanjut.

Eksplorasi yang dilakukan Kapal Baruna Jaya IV BPPT dan Kapal Okeanos Explorer NOAA, berencana akan di lakukan pada bulan Juni mendatang. Baruna Jaya IV akan mengambil peran survei oseanografi serta pengumpulan data dan sampel biologi laut. Sementara Okeanos Explorer akan mengandalkan kamera video dan foto bawah laut yang mampu menyelam hingga 6.000 meter. Gambar hasil rekaman tersebut akan dikirimkan secara langsung ke stasiun penerima di darat melalui jaringan internet. Adapun daerah yang akan menjadi tujuan pertama dalam penelitian ini adalah perairan di Sangihe Talaud, Sulawesi Utara. (RD/ptslwb/KYRA/humas)

Add comment


Security code
Refresh

Berbagi

FacebookTwitterLinkedinRSS Feed