Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

MoU BPPT-JAKPRO: Kaji Model Incinerator untuk Atasi Masalah Sampah Kota Jakarta

MoU BPPT-JAKPRO: Kaji Model Incinerator untuk Atasi Masalah Sampah Kota Jakarta

    Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) lakukan...

Roadmap Kebijakan Energi Nasional : Sumber Daya Energi Jangan Hanya Di Ekspor, Harus Menjadi Modal Pembangunan Nasional.

Roadmap Kebijakan Energi Nasional : Sumber Daya Energi Jangan Hanya Di Ekspor, Harus Menjadi Modal Pembangunan Nasional.

      “Kebijakan Energi Nasional (KEN) disusun sebagai pedoman pengelolaan energi guna...

Konsorsium Kemandirian Industri Fotovoltaik Tingkatkan Kapasitas dan Daya Saing Industri Fotovoltaik Nasional   

Konsorsium Kemandirian Industri Fotovoltaik Tingkatkan Kapasitas dan Daya Saing Industri Fotovoltaik Nasional  

  Jakarta-bppt.go.id- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus berupaya mengusulkan...

Klarifikasi BPPT  Atas Pemberitaan tentang Isu Serangan Peretas ke BI

Klarifikasi BPPT  Atas Pemberitaan tentang Isu Serangan Peretas ke BI

  Sehubungan dengan pemberitaan di website BPPT dengan judul:   BPPT: BI Kena Retas, Perlu...

Tingkatkan Kualitas Perekayasa, BPPT Gelar Sosialisasi Jabfung Perekayasa dan Angka Kreditnya

Tingkatkan Kualitas Perekayasa, BPPT Gelar Sosialisasi Jabfung Perekayasa dan Angka Kreditnya

  BPPT Gelar Sosialisasi Peraturan Kepala BKN Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pembinaan...

  • MoU BPPT-JAKPRO: Kaji Model Incinerator untuk Atasi Masalah Sampah Kota Jakarta

    MoU BPPT-JAKPRO: Kaji Model Incinerator untuk Atasi Masalah Sampah Kota Jakarta

  • Roadmap Kebijakan Energi Nasional : Sumber Daya Energi Jangan Hanya Di Ekspor, Harus Menjadi Modal Pembangunan Nasional.

    Roadmap Kebijakan Energi Nasional : Sumber Daya Energi Jangan Hanya Di Ekspor, Harus Menjadi Modal...

  • Konsorsium Kemandirian Industri Fotovoltaik Tingkatkan Kapasitas dan Daya Saing Industri Fotovoltaik Nasional   

    Konsorsium Kemandirian Industri Fotovoltaik Tingkatkan Kapasitas dan Daya Saing Industri...

  • Klarifikasi BPPT  Atas Pemberitaan tentang Isu Serangan Peretas ke BI

    Klarifikasi BPPT  Atas Pemberitaan tentang Isu Serangan Peretas ke BI

  • Tingkatkan Kualitas Perekayasa, BPPT Gelar Sosialisasi Jabfung Perekayasa dan Angka Kreditnya

    Tingkatkan Kualitas Perekayasa, BPPT Gelar Sosialisasi Jabfung Perekayasa dan Angka Kreditnya

"Logo Peringatan Hari Ulang Tahun ke 71 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2016"                            "PERKA Organisasi dan Tata Kerja BPPT"                           

SELAMAT DATANG

 

"Bagi BPPT, Reformasi Birokrasi merupakan perubahan mendasar, mendesak dan menjadi keharusan yang melibatkan seluruh pegawai." 

 

 

LAYANAN TEKNOLOGI

PRODUK UNGGULAN

 

 

SELAMAT DATANG

"Bagi BPPT, Reformasi Birokrasi merupakan perubahan mendasar, mendesak dan menjadi keharusan yang melibatkan seluruh pegawai."

LAYANAN KAMI

LAYANAN TEKNOLOGI

PRODUK UNGGULAN

KEDEPUTIAN

 

BPPT – PT DI – PT LEN SERIUS KEMBANGKAN SKUADRON PUNA WULUNG

  BPPT menggandeng PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT LEN Industri untuk memproduksi dan mengembangkan Teknologi Pesawat Udara Nir Awak (Puna) Wulung. Hal tersebut dituangkan dalam penandatanganan Kesepakatan Bersama yang dilakukan oleh Kepala BPPT, Direktur Teknologi dan Produksi PT LEN Industri, serta Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI, di BPPT (29/4).

“Penandatanganan naskah MoU hari ini merupakan tindak lanjut dari demo terbang Puna Oktober 2012 lalu di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Setelah pengujian dinilai berhasil, kemudian sesuai dengan arahan Menteri Pertahanan dilakukan persiapan produksi. Jika produksi Puna ini berhasil dibentuk menjadi salah satu skuadron dari TNI AU, maka ini akan menjadi skuadron pertama Puna yang merupakan hasil karya anak bangsa,” ungkap Kepala BPPT, Marzan A Iskandar.

Bersatunya tiga stakeholder yang berkepentingan dalam pengembangan Puna, yaitu BPPT, PT DI dan PT Len Industri dinilai Marzan sebagai wujud nyata penerapan sistem inovasi untuk mendukung penerapan inovasi teknologi hingga tahap digunakan oleh end user.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI, Andi Alisjahbana pun menekankan bahwa kerjasama tersebut merupakan penajaman peran dari masing-masing institusi. BPPT, yang merupakan lembaga pemerintah bertugas untuk mengkaji, menerapkan dan meneliti teknologi. Sementara PT DI sebagai industri bertugas untuk mengembangkan teknologi yang telah dihasilkan BPPT untuk diindustrikan sehingga siap digunakan oleh masyarakat.

Sementara itu berbicara mengenai teknologi elektronik dan komunikasinya, Direktur Teknologi dan Produksi PT Len Industri, Darman Mappangara mengatakan pihaknya dalam pengembangan Puna Wulung kali ini karena ditujukan untuk misi surveilance, maka teknologi yang tepat digunakan adalah electro optical surveilance, on board system untuk flight control dan ground station. “Selain itu juga ada sebuah sistem komunikasi yang berfungsi untuk menerima secara real time hasil pantauan Puna yang sedang bertugas,” ungkapnya.

Ke depannya, Darma menegaskan kalau teknologi elektronik dan komunikasi yang akan dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan dari Puna itu sendiri. Dengan semakin berkembangnya kebutuhan Puna baik untuk misi penyusupan maupun pertahanan tentu akan semakin berkembang pula teknologi yang berbeda yang dibutuhkan baik dari sisi elektroniknya maupun dari sisi teknologi lainnya. “Kerjasama ini penting dalam rangka percepatan penguasaan teknologi pertahanan,” terangnya.

Selanjutnya disampaikan Kepala BPPT bahwa kerjasama dengan PT DI dan PT Len Industri ini juga akan diperluas dalam bidang lain diantaranya yaitu bidang teknologi kedirgantaraan, hankam dan energi. “Harapannya semoga kerjasama ini dapat segera direalisasikan dan menjadi contoh nyata bagaimana perlunya sinergi antara berbagai stakeholder agar inovasi teknologi yang telah dihasilkan dapat dimanfaatkan oleh pengguna atau masyarakat,” tutupnya.

Puna Wulung

Puna Wulung menggunakan mesin 2 tak. Untuk memperoleh tenaga yang optimal, bahan bakar yang digunakan dipilih dari jenis pertamax. Bahan material pesawat ini terbuat dari bahan komposit (komposisi serat kaca, fiber, karbon), sehingga menghasilkan struktur pesawat yang ringan.

PUNA mampu terbang selama 4 jam tanpa henti. Jarak tempuh yang maksimalnya 70 km, dengan kecepatan jelajah 52 hingga 69 knot. Puna Wulung bisa dikendalikan dari jarak 73 km dengan menggunakan kendali jarak jauh (remote control). (SYRA/humas)

 

 

 

FacebookTwitterLinkedin

Kami Memberikan Kualitas Layanan yang Terbaik

BPPT merupakan Pusat Unggulan Teknologi yang mengutamakan inovasi dan layanan teknologi untuk mewujudkan kemandirian bangsa, peningkatan daya saing dan peningkatan pelayanan publik.

LAYANAN TEKNOLOGI

Pusat Pelayanan Teknologi

 

Balai Inkubator Teknologi

 

Balai Teknologi Industri Keramik

 

 

Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca

 

Balai Teknologi Survei Kelautan

 

Balai Teknologi Pengolahan Air dan Limbah

 

Balai Besar Teknologi Pati

 

Balai Bioteknologi

 

 

Balai Besar Teknologi Konversi Energi

 

Balai Teknologi Bahan Bakar dan Rekayasa Desain

 

Balai Jaringan Informasi dan Komunikasi

 

Balai Teknologi Polimer

 

 

Balai Besar Teknologi Aerodinamika, Aeroelastika dan Aeroakustika

 

Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur

 

 

 

Balai Mesin Perkakas, Teknik Produksi dan Otomasi

 

Balai Teknologi Termodinamika Motor dan Propulsi

 

Balai Teknologi Hidrodinamika

 

 

 

Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai

 


Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Web: bppt.go.id