buy aygestin online, buy norvasc online, buy aciphex, atenolol online zfhqmg, http://www.rockandrollhoteldc.com, buy aricept online, http://www.rockandrollhoteldc.com, clavamox, http://forums.oreilly.com, buy crestor online, crestor, buy levaquin online, buy norvasc, citalopram without prescription yzmwbksc, buy cialis-professional online, buy betnovate online, propranolol without prescription wlfzvdu

Produk BPPT Terkini

Workshop ini merupakan salah satu kegiatan Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi (PTPSE) BPPT dalam mendukung pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) setelah tahun 2012, atau POST KYOTO. Upaya tersebut juga dilakukan melalui kerjasama G to G antara pemerintah Jepang dan pemerintah Indonesia, melalui Bilateral Offset Carbon Mechanism, demikian antara lain dikatakan Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material (TIEM) BPPT, Unggul Priyanto dalam workshop mengenai Sosialisasi Pelaksanaan Studi Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa Sawit (PLTBS) di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Indonesia, di Jakarta (28/9).

Lebih lanjut dikatakan Unggul bahwa pelaksanaan studi dimulai Oktober 2011 sampai Februari 2012, dengan target 71 Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) milik PTPN di seluruh Indonesia. Potensi limbah biomasa yang terbesar dan berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai energi banyak tersedia di Pabrik Kelapa sawit seperti tandan kosong, serabut dan cangkang. Oleh karena itu, dalam studi akan di data jumlah potensi limbah, jarak tiap PKS dan jarak titik sambung dengan kabel PLN. Dari ketiga parameter utama tersebut akan ditentukan faktor keekonomian proyek, jelasnya.

Dan, lanjutnya, dengan pendanaan melalui Bilateral Offset Carbon Mechanism diharapkan implementasi pembangunan PLTBS bisa cepat terimplementasi dalam kurun waktu 2 tahun ke depan.

Berbeda dengan kegiatan workshop CDM Terprogram (Programatic CDM) sebelumnya, kali ini PTPSE-BPPT, bekerjasama dengan Shimizu Co dan Kementrian BUMN mengadakan workshop yang diikuti oleh PTPN, Kementerian Negara BUMN, dan Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI).

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Zamkhani, Assisten DeputiBidang Usaha Industri Primer Kementerian BUMN menjelaskan bahwa dalam pengembangan potensi PLTBS di PTPN, Kementerian BUMN telah menyusun Road Map Program Pembangunan Bioenergi BUMN Perkebunan yang diterbitkan tahun 2007. Road Map tersebut juga tertuang dalam MoU antara PT. PLN dengan konsorsium PTPN I s.d VII dalam rangka penyediaan energi listrik dari biomassa sawit, 4 Mei 2007.

Dari sinergi tersebut diharapkan akan terdapat total daya yang dapat disalurkan atau dijual ke PT. PLN sebesar 449,8 MW dari 50 Pembangkit Listrik dengan 71 PKS, jelasnya.

Setelah workshop tersebut akan dilanjutkan survey lapangan oleh tim PTPSE-BPPT ke 71 PKS yang ada di PTPN I s/d VIII, XIII dan XIV. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui potensi-potensi yang ada disetiap PKS tersebut sehingga dapat memperhitungkan seluruh aspek termasuk ketersediaan eksisting Pembangkit Listrik yang sudah ada. (DLH/ptpse/humas)

Add comment


Security code
Refresh

Berbagi

FacebookTwitterLinkedinRSS Feed