LPNK
Category: Berita Teknlogi Hankam,Transportasi & Manufakturing
Prototipe kapal hemat BBM hasil pengembangan BPPT, Kapal Layar Motor (KLM) Maruta Jaya 900 mengalami musibah tenggelam saat sedang berlabuh di Tanjung Priok, Minggu 18 Januari 2012 lalu.. KLM Maruta Jaya bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok untuk menunggu dok. Ibarat mobil yang habis masa berlaku STNK nya, kapal pun demikian setiap tahunnya harus ada pemeriksaan dan perpanjangan sertifikat layar yang dikeluarkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia.
Secara teknis KLM Maruta Jaya layak operasional dan kondisinya stabil. Bahkan pada tahun 2005 lalu, pasca gempa tsunami di Aceh, saat tidak ada kapal yang berani berlayar ke Aceh melalui Samudera Hindia, KLM Maruta Jaya berangkat mengangkut bantuan logistik ke daerah-daerah berdampak tsunami. Kapal ini disandarkan di Tanjung Priok karena sedang menunggu untuk doking. Jadi KLM Maruta Jaya tidak dalam keadaan sakit, jelas Direktur Pusat Industri Pertahanan dan Keamanan BPPT, Samudro.
KLM Maruta Jaya 900 didesain selain sebagai kapal riset tenaga angin, juga dimanfaatkan sebagai kapal wisata, kapal kargo dan kapal latih khusus yang hemat BBM dan ramah lingkungan dan mulai beroperasi secara resmi pada 20 Mei 1990 serta didesain mampu mengangkut kargo maksimal 900 ton. Kapal ini juga mampu menghemat konsumsi BBM sampai 70% dibandingkan dengan kapal sejenisnya. Jika kapal sejenis mengkonsumsi BBM sekitar 3.000 liter/hari, KLM Maruta Jaya 900 hanya memerlukan 700 liter/hari. Tenaga angin digunakan sebagai tenaga penggerak utama kapal. Dengan penggunaan layar seluas 1.200 meter persegi yang terdiri dari 1 buah layar jib (jib sail) berbentuk segitiga yang terletak di bagian haluan (bowsprit), 2 buah layar utama (main sail) berbentuk segiempat yang masing -masing terpasang pada tiang utama (main mast) dan 1 buah layar mizzen (mizzen sail) yang tepasang pada tiang belakang dan dapat memberikan dorongan kekuatan laju kapal sampai dengan 9 knot pada saat cuaca normal. Bahkan kapal ini merupakan prototipe kapal bertiang tinggi termuda di dunia.
Planning ke depan, sebenarnya kapal ini akan digunakan sebagai kapal latih, yang melatih para pemuda dan taruna laut untuk membangun karakter mereka. Sebelum terjadi musibah tenggelam, kapal sedang menunggu untuk masuk dok, dengan perbaikan pada layar dan meningkatkan kapasitas hingga 50 orang, untuk pelatihan pemuda dan pelatihnya. Jika memang akan digunakan untuk keperluan tersebut tentunya perlu diangkat dan dilakukan penelitian lebih mendalam. Termasuk mengenai penyebab tenggelamnya kapal tersebut, baik dari sisi teknis, kondisi cuaca maupun human error, ungkap Samudro. (SYRA/humas)
Artikel Terbaru
- DUKUNGAN TEKNOLOGI UNTUK DAERAH BERPOTENSI - 07/03/2013 05:25
- BPDP: SOLUSI TEKNOLOGI PERMASALAHAN PANTAI - 01/03/2013 06:56
- DUKUNG PENGEMBANGAN PRODUKSI MONORAIL OLEH INDUSTRI DALAM NEGERI - 12/02/2013 07:25
- REVITALISASI INDUSTRI GULA NASIONAL, BPPT INTIP THAILAND - 07/02/2013 00:50
- BPPT MASIH TERUS KAJI PENYEBAB TENGGELAMNYA KLM MARUTA JAYA - 20/01/2012 06:23
Artikel Lainnya
- PIPA APUNG BPPT PENUHI PERSYARATAN OIL COMPANY INTERNATIONAL MARINE FORUM 91 DAN SIAP DIAPLIKASIKAN - 17/01/2012 08:02
- DUKUNGAN BPPT DALAM PENGEMBANGAN MOBIL NASIONAL - 09/01/2012 07:30
- MEPPO TERIMA TIGA ALAT UTAMA LABORATORIUM DARI KEMENRISTEK - 22/12/2011 00:28
- UJI TERBANG PUNA DENGAN DILENGKAPI TABUNG FLARE - 21/12/2011 07:34
- BPPT RINTIS KEMANDIRIAN MUNISI NASIONAL - 19/12/2011 01:26

