LPNK
Category: Berita Teknlogi Hankam,Transportasi & Manufakturing
Selain faktor sumberdaya manusia dan peraturan yang mendukung, salah satu faktor penting lain yang turut mempengaruhi rendahnya produktivitas iptek dan inovasi di Indonesia adalah masih belum memadainya sarana dan prasarana iptek yang ada. Berkaitan dengan hal tersebut, dalam upaya meningkatkan sarana dan prasarana iptek telah dilakukan penyerahan secara simbolis tiga peralatan laboratorium Balai Mesin Perkakas, Teknik Produksi dan Otomasi (MEPPO) BPPT antara Kementerian Riset dan Teknologi dengan BPPT (21/12).
Penyerahan yang dilakukan oleh Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta kepada Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR) BPPT, Erzi Agson Gani tersebut dilaksanakan pada seminar yang bertajuk Penguatan Sarana dan Prasarana Iptek Dalam Mendukung Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Sarana dan prasarana menjadi faktor penting dalam upaya peningkatan peran iptek dalam pembangunan nasional. oleh karena itu melalui seminar ini diharapkan diskusi akan berlangsung tidak hanya membahas permasalahan sarana dan prasarana yang ada namun juga solusi yang perlu diambil untuk mengatasinya, ungkap Menristek dalam sambutannya.
Peranan Iptek dalam pembangunan ekonomi menjadi bagian tak terpisahkan. Saat ini, kondisi penguasaan teknologi Indonesia masih berada di posisi dibawah negara-negara lain seperti Malaysia dan Singapura. Jika kita dapat meningkatkan sarana dan prasarana litbang yang ada saat ini, maka tentu saja hal tersebut akan semakin mendorong tumbuhnya inovasi di Indonesia, lanjutnya.
Diperlukan suatu strategi yang baik agar sarana dan prasarana iptek dapat lebih optimal dengan melibatkan pihak industri, perguruan tinggi dan semua institusi yang terkait. Untuk itu revitalisasi sarana dan prasarana iptek yang ada saat ini sangatlah penting dan diharapkan mampu jadi penggerak roda Sistem Inovasi Nasional yang pada akhirnya akan berimbas pada penguatan daya saing bangsa Indonesia, ungkap Menristek.
Kawasan Puspiptek, sebagai kawasan yang memiliki fasilitas sarana dan prasrana riset diharapkan dapat mendukung proses industrialisasi di Indonesia. Kedepannya dalam mempersiapkan Puspiptek tersebut menjadi IndonesiaScience Techno Park (I-STP), Kemenristek telah melakukan upaya revitalisasi dan modernisasi sarana dan prasarana iptek yang salah satunya yaitu dengan menyerahkan tiga alat utama kepada Balai MEPPO. (SYRA/humas)
Artikel Terbaru
- REVITALISASI INDUSTRI GULA NASIONAL, BPPT INTIP THAILAND - 07/02/2013 00:50
- BPPT MASIH TERUS KAJI PENYEBAB TENGGELAMNYA KLM MARUTA JAYA - 20/01/2012 06:23
- SECARA TEKNIS KLM MARUTA JAYA LAYAK BEROPERASI - 18/01/2012 02:47
- PIPA APUNG BPPT PENUHI PERSYARATAN OIL COMPANY INTERNATIONAL MARINE FORUM 91 DAN SIAP DIAPLIKASIKAN - 17/01/2012 08:02
- DUKUNGAN BPPT DALAM PENGEMBANGAN MOBIL NASIONAL - 09/01/2012 07:30
Artikel Lainnya
- UJI TERBANG PUNA DENGAN DILENGKAPI TABUNG FLARE - 21/12/2011 07:34
- BPPT RINTIS KEMANDIRIAN MUNISI NASIONAL - 19/12/2011 01:26
- PELETAKAN BATU PERTAMA PILOT PLANT PUPUK SRF KAPASITAS 10000 TON PERTAHUN DI BANTAENG - 08/12/2011 04:46
- AUDIT TEKNIS BAWAH AIR BPPT BERHASIL TEMUKAN 7 TITIK KORBAN DI DASAR SUNGAI MAHAKAM - 02/12/2011 02:35
- TINGKATKAN PERAN TEKNOLOGI DALAM BIDANG KEDIRGANTARAAN DAN KELAUTAN MELALUI KERJASAMA - 02/12/2011 02:09

