buy aygestin online, buy norvasc online, buy aciphex, atenolol online zfhqmg, http://www.rockandrollhoteldc.com, buy aricept online, http://www.rockandrollhoteldc.com, clavamox, http://forums.oreilly.com, buy crestor online, crestor, buy levaquin online, buy norvasc, citalopram without prescription yzmwbksc, buy cialis-professional online, buy betnovate online, propranolol without prescription wlfzvdu

LPNK

Potensi perikanan laut negara kita sangatlah besar, namun pemanfaatannya belum optimal. Persoalan mendasar nelayan tradisional Indonesia adalah ketidakmampuan menyediakan perahu sebagai sarana penangkapan. Larangan penebangan hutan juga menyulitkan pengrajin perahu untuk mendapatkan bahan baku kayu. Sebuah alternatif berupa perahu berbahan fiberglass sangat layak untuk menjadi solusi teknologi. Teknologi fiberglass memang sudah lama dikenal, namun pemanfaatannya oleh nelayan belum optimal.

Dibandingkan perahu berbahan kayu, perahu berbahan fiberglass jelas memiliki banyak keunggulan. Selain biaya perawatan yang lebih kecil, masa pakai pun bisa mencapai 20 tahun dimana perahu kayu hanya mencapai 5 tahun dengan biaya perawatan dan potensi kerusakan yang lebih besar. Selain itu waktu pembuatan kapal pun relatif lebih singkat dan mudah.

"Kami ingin meningkatkan kemampuan nelayan atau pengrajin kapal kayu dalam pembuatan perahu fiberglass. Dengan pelatihan ini juga kami mengajarkan cara membuat, merawat dan memperbaiki perahu fiberglass," ungkap Abdul Muis, perekayasa utama Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi (PTIST) BPPT pada Pelatihan Perahu Fiberglass di Kolaka, Sulawesi Tenggara (14/10).
                                                                
Pelatihan yang bertajuk diseminasi teknologi pembuatan perahu fiberglass ini nantinya akan menghasilkan perahu fiberglass yang dibuat sendiri oleh kelompok nelayan desa setempat. "Saat ini, kami melakukan pelatihan di kabupaten kota di Provinsi Sulawesi Tenggara, yakni di Kolaka, Bombana, Konawe Selatan dan Buton," tambah Abdul Muis yang merupakan koordinator diseminasi teknologi pembuatan fiberglass di Sulawesi Tenggara.

Selain perahu, nelayan yang telah mengikuti pelatihan tersebut juga mendapatkan keterampilan lain berupa pembuatan tangki air, bak mandi dan bak sampah. "Diseminasi teknologi pembuatan perahu fiberglass ini telah melahirkan lebih dari 50 perahu nelayan, yang langsung dapat digunakan mereka," jelas Muis.

"Perahu fiberglass kuat dan sangat membantu kami dalam mencari ikan, tidak mudah bocor meski menabrak karang di laut," ungkap Jamal (45) nelayan setempat peserta pelatihan periode 2 tahun lalu.

Tak hanya Jamal yang merasakan manfaat perahu fiberglass. Masih banyak nelayan lain yang menyatakan kepuasannya atas perahu fiberglass, seperti tidak merusak tangkapan rumput laut mereka dan pembuatannya yang mudah. Bahkan ada peserta pelatihan yang berinovasi dengan membuat perahu fiberglass dengan ukuran yang lebih besar dari yang diajarkan di pelatihan.

Hal ini jelas dapat membantu meningkatkan keterampilan masyarakat indonesia, khususnya masyarakat nelayan. Jelas hal ini sesuai dengan pernyataan Wakil Presiden Boediono pada pembukaan Gelar Teknologi Tepat Guna ke 13 Rabu kemarin. "Cara yang terbaik untuk memajukan negara adalah dengan memanfaatkan kekayaan alam untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Karena kekayaan alam dapat habis, tetapi sumberdaya manusia yang pintar dapat mengelola kekayaan alam dengan efisien dan penuh manfaat, jelasnya.

Menurut Boediono, hakikat pembangunan juga bertujuan untuk memaksimalkan kemampuan produktif manusianya. Teknologi tepat guna atau teknologi yang bermanfaat meningkatkan produktivitas masyarakat akan makin banyak dihasilkan apabila mutu kmampuan masyarakat meningkat dan lingkungan juga  kondusif. Sebab inilah kunci bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Oleh karena itu jelas kegiatan diseminasi teknologi yang tepat guna bagi masyarakat ini layak mendapat dukungan baik dari pemerintah pusat, daerah dan instansi terkait. "Kami membutuhkan dukungan  tersebut,karena kami meyakini bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan," harap Muis. (SYRA/humas)

Add comment


Security code
Refresh

Berbagi

FacebookTwitterLinkedinRSS Feed