LPNK

Category: Berita Layanan Info Publik

Suatu negara atau daerah dapat jatuh miskin apabila cara hidupnya hanya menjual kekayaan alam semata. Sebuah negara akan makmur apabila tidak mengandalkan hidupnya dengan menjual bahan mentah, tetapi harus diolah terlebih dahulu sehingga mempunyai nilai tambah yang dihasilkan,‚ demikian antara lain disampaikan Wakil Presiden Boediono pada acara Peresmian Pembukaan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional 13 tahun 2011 di Kendari, Rabu (12/10).

Kekayaan alam, lanjutnya, bukan untuk dikonsumsi semata, tetapi untuk meningkatkan mutu pendidikan, kesehatan dan keterampilan penduduk dan membangun infrastruktur yang dapat membangun ekonomi rakyat. Cara yang terbaik untuk memajukan negara adalah dengan memanfaatkan kekayaan alam untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Karena kekayaan alam dapat habis, tetapi sdm yang pintar dapat mengelola kekayaan alam dengan efisien dan penuh manfaat,‚ jelasnya.                                                                                                                                                                                         

Menurut Boediono, hakikat pembangunan bukan hanya semata-mata meningkatkan produk domestik bruto  atau pada regional bruto, tapi untuk memaksimalkan kemampuan produktif manusianya. Teknologi tepat guna atau teknologi yang bermanfaat meningkatkan produktivitas masyarakat akan makin banyak dihasilkan apabila mutu kmampuan masyarakat meningkat dan lingkungan juga  kondusif. Sebab inilah kunci bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Hasil karya berupa teknologi tepat guna adalah hasil karya anak bangsa yang wajib kita beri penghargaan dan apresiasi. Namun demikian, selama ini kualitas dan kuantitas yang dihasilkan belum mampu mendongkrak produktivitas negara kita secara signifikan. Kekayaan alam dapat memberi kemakmuran namun suatu saat akan habis. Sedangkan kreativitas manusia adalah sumber kemakmuran yang tidak pernah habis. Mari membangun daerah kita dengan visi yang tepat dan mari kita gunakan kekayaan alam dengan hemat untuk generasi berikutnya,‚ tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yang juga hadir pada acara tersebut menekankan pentingnya pameran teknologi tepat guna tersebut dalam rangka akses memperoleh informasi teknologi. Acara ini merupakan forum menggali gagasan pemikiran, menggali program pembangunan nasional  dan wahana tukar menukar informasi antar pemda seluruh daerah dengan industri dan komponen lainnya agar dapat bekerjasama. Oleh karena itu tema gelar teknologi tepat guna kali ini adalah Tepat Guna  Indonesia Bisa Tingkatkan Kreativitas dan Produktivitas dalam Mengembangkan Potensi Lokal untuk Membangun Ekonomi Bangsa yang Kuat,‚ ungkapnya.

Mengamini pernyataan Mendagri, Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wahana untuk menggali dan meningkatkan potensi teknologi seluruh daerah di Indonesia pada umumnya dan potensi Kendari pada khususnya. Diharapkan melalui acara ini dapat mempercepat akselerasi penerapan teknologi di tanah air. Karena secara empiris sebenarnya setiap masyarakat di pelosok negeri telah melakukan proses teknologi, mulai dari proses tenun hingga pembuatan kapal. Smoga Teknologi Tepat Guna ini menjadi media transfer teknologi supaya dapat meningkatkan kesejahteraan Bangsa Indonesia,terangnya.                             

Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam Teknologi Tepat Guna Nasional 13 tahun 2011 meliputi gelar teknologi tepat guna, pameran teknologi tepat guna, lokakarya, dan widyawisata teknologi. BPPT turut berperan serta dengan menampilkan beberapa teknologi tepat guna yang telah dihasilkan seperti olahan gelatin, olahan mie sagu dan mie jagung, kapal model katamaran, kantong aspal dan beberapa produk HKI lainnya. (SYRA/humas)

Add comment


Security code
Refresh

Berbagi

FacebookTwitterLinkedinRSS Feed