LPNK

Selain digunakan sebagai Kartu Tanda Penduduk (KTP), manfaat dari e-KTP yaitu dapat meminimalisirkan identitas ganda dan KTP palsu. Karena di dalam kartu telah direkam data biometrik 2 sidik jari telunjuk penduduk,  iris mata dan gambar tanda tangan penduduk. Semua data itu disimpan dalam chip yang tertanam dalam kartu sebagai alat penyimpan data secara elektronik, dan alat pengamanan data (security) baik secara pembacaan, penyimpanan data maupun secara transfer data.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) BPPT, Hammam Riza saat diwawancarai oleh salah satu media di ruang kerjanya. Menurutnya, e-KTP akan berlaku secara nasional dan dapat digunakan sebagai kartu pemilih (Pilkada dan Pemilu nasional)  sehingga tidak perlu membuat KTP lokal.

Dalam rangka memfasilitasi secara teknis pemanfaatan e-KTP untuk pemilukada dan pemilu, lanjut Hammam, telah disediakan ruang penyimpanan dan mekanisma pemanfaatan e-KTP dengan metode e-Voting. Sehingga data kependudukan nasional dalam e-KTP dapat menjadi data perencanaan pembangunan nasional dan data pemilih yang lebih valid.

Untuk tahap sekarang dan secara peraturan perundang undangan, fungsi e-KTP  hanya untuk identitas   penduduk yang unik dan otentik. Dengan bantuan aplikasi eksternal, data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan biodata dapat diekstrak dari e-KTP dan dapat diproses selanjutnya untuk kegunaan lain diantaranya untuk pembayaran pajak dan verifikasi penerima Jamkesnas, ungkapnya.

NIK, sambungnya,  bersifat unik atau khas, tunggal dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai penduduk Indonesia dan berlaku seumur hidup serta sudah dimiliki seseorang sejak bayi ketika kelahirannya didaftarkan (akte kelahiran), sedang e-KTP wajib bagi yang masuk usia 17 tahun atau kawin. Jadi, NIK dicantumkan di e-KTP yang disimpan dalam chip e-KTP dan diterbitkan setelah penduduk mengisi biodata penduduk per keluarga (F1-01) dengan menggunakan SIAK Kabupaten/Kota, jelasnya lebih lanjut.

Dengan mengetahui berbagai manfaat dari e-KTP dan sistem komputasinya maka masyarakat wajib mengetahui cara menjaga kartu tersebut. e-KTP diharapkan diperlakukan seperti memperlakukan KTP yang sekarang. Jangan digunting atau dipotong pinggirnya, karena berpotensi merusak lapisan antena dan chip, tetapi masih berfungsi dengan baik apabila basah, kena air/hujan, tercelup di air, ucap Hammam.

 

Beberapa negara di Eropa sudah banyak yang mengadopsi kartu identitas penduduk berbasis kartu pintar (smart card), namun tidak semua mengadopsi identifikasi dan verifikasi berbasis biometrik sidik jari. Negara yang sudah menjalankan program yang mirip dengan e-KTP adalah Malaysia dengan program MyKad. MyKad berfungsi multifungsi selain sebagai kartu identitas. Secara teknis e-KTP ke depannya dapat dirancang untuk keperluan multifungsi, dengan dilengkapi aspek legal formal, paparnya. (KYRAS/humas)

 

Add comment


Security code
Refresh

Berbagi

FacebookTwitterLinkedinRSS Feed