Lain-Lain

"Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Pidato Awal Tahun Kepala BPPT merupakan rangkaian awal untuk memulai seluruh kegiatan di BPPT. Pada Pidato Awal Tahun ini, Kepala BPPT akan membacakan capaian-capaian di tahun 2010 sekaligus juga akan memberikan arahan dan instruksi untuk tahun 2011. Selain itu, akan diberikan pula penghargaan kepada pegawai BPPT yang berprestasi, berdedikasi maupun kepada mereka yang memasuki masa Purna Bhakti". Demikian antara lain dikatakan Sekretaris Utama BPPT, Jumain Appe dalam laporan pembukaannya pada acara Pidato Awal Tahun 2011, di Auditorium BPPT, pagi tadi (3/01).

Sesaat sebelum menyampaikan pidatonya, Kepala BPPT, Marzan A Iskandar memberikan langsung piagam penghargaan kepada lima orang pegawai BPPT yang berprestasi baik di tingkat nasional maupun regional. Kelima orang tersebut adalah Ridwan Djamaluddin, Oskar Riandi, Ratno Nuryadi, Eniya Listyani Dewi dan Eka Meifrina. Selain itu, berdasarkan Keputusan Kepala BPPT Tentang Pemberian Penghargaan Pegawai Berdedikasi dan Berprestasi di Lingkungan BPPT, diberikan pula Penghargaan Satya Karya Teknologi (SKT) Tingkat I dan II serta Penghargaan Satya Praja Teknologi.

Penghargaan SKT Tingkat I untuk Pejabat Fungsional, diberikan kepada Indra Budi Susatyo dari Pusat Teknologi Agroindustri-TAB, SKT Tingkat Utama; Sardjono Triharmoko dari PTIK-TIEM, SKT Tingkat Pratama; dan Abdul Muis dari PTIST-TIRBR, SKT Tingkat Naraya. Sedangkan SKT Tingkat II untuk Pelaksana Teknis Operasional, diberikan kepada Andri M Kadir dari B2TKS, STK Tingkat Utama; Deddy A Winarto dari BPTP, SKT Tingkat Pratama; dan Agus Sugiana dari B2TKS, SKT Naraya.

Sementara itu, Penghargaan Satya Praja Teknologi untuk Pelaksana Administrasi Perkantoran diberikan kepada Rahmat Priambudi dari Biro Perencanaan-Setama, Tingkat Utama; Restuadi dari Biro SDMO, Tingkat Pratama; dan Hari Dwi Haryani dari Biro Perencanaan, Tingkat Naraya. Kesemua penghargaan tersebut, dinilai berdasarkan beberapa aspek, diantaranya aspek kemampuan teknis, kerjasama, sikap dan perilaku.

"Positioning BPPT adalah Lembaga Pemerintah Non Kementerian dalam satu kesatuan sistem Pemerintah RI yang melaksanakan tugas pemerintah atau pelayanan publik melalui kerekayasaan teknologi", kata Kepala BPPT di awal pidatonya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, BPPT mempunyai visi untuk menjadi pusat unggulan yang mengutamakan kemitraan dan pemanfaatan hasil kerekayasaan teknologi secara maksimum. Selain itu, BPPT juga mempunyai misi untuk memacu perekayasaan teknologi untuk meningkatkan daya saing produk industri, meningkatkan pelayanan publik instansi pemerintah dan kemandirian bangsa.

"Telah banyak capaian yang kita raih di tahun 2010 lalu, untuk meningkatkan daya saing industri misalnya, BPPT memberikan izin produksi dan pemanfaatan aset maya kerekayasaan turbin secara eksklusif kepada PT. NTP yang melakukan joint venture dengan Siemens AG-Jerman, membangun pabrik turbin uap di Indonesia dan BPPT bersama PT. Inti memproduksi Perisalah sebagai sistem pengenal wicara bahasa Indonesia untuk membantu pembuatan resume secara otomatis dan real time", jelas Kepala BPPT

Dalam mendukung kemandirian bangsa, dikatakan Kepala BPPT, PTKKE BPPT mengembangkan PLTP skala kecil kapasitas <5MW dengan menerapkan teknologi condensing turbine dan cycle , dengan pengguna dari PT. Pertamina Geothermal Energy, PT. Rekayasa Industri, PT. Pindad dan PT. Nusantara Turbin. Dari bidang kesehatan, PTFM BPPT dengan PT. Tesena Inovindo merekomendasikan pengembangan produk Telekardiologi untuk pendeteksi kesehatan jantung jarak jauh dan sistem pemonitor pasien berbasis PC untuk puskesmas.

Capaian lainnya, lanjut Marzan, dalam meningkatkan pelayanan publik, PTIK BPPT dengan Kementerian Dalam Negeri merekomendasikan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) untuk membangun database kependudukan yang dilengkapi dengan sidik jari dan chip, dan dari Pusat Audit Teknologi merekomendasikan sistem kompor gas elpiji 3Kg guna membantu pemerintah dan masyarakat rekomendasi awal kehandalan teknologi dan analisis penyebab ledakan gas.

"Untuk target 2011, rencana RB BPPT 2011 dapat menyelesaikan proses restrukturisasi organisasi BPPT sesuai hasil keputusan Raker BPPT Tahun 2010, dan restrukturisasi organisasi akan menjadi prime mover untuk semua kegiatan Pokja RB BPPT tahun 2011", ungkap Kepala BPPT.

Sementara itu, lanjutnya, terdapat target peningkatan jumlah hasil layanan teknologi, diantaranya layanan pengujian yang meningkatkan dari 2655 menjadi 2788 di tahun 2011. Jumlah HKI yang diaplikasikan juga ditargetkan meningkatkan menjadi 16 dari 13 HKI di tahun 2010. "tahun 2011 ini pula, BPPT mentargetkan jumlah mitra menjadi 280 dari 244 mitra pada tahun 2010", papar Marzan. (KYRA/humas)


Add comment


Security code
Refresh

Berbagi

FacebookTwitterLinkedinRSS Feed