Daftar Berita Terbaru

Mobil Esemka tipe suv rajawali 1.5 yang merupakan mobil karya anak bangsa hasil rakitan siswa anak SMK N 2 Surakarta dan SMK Warga Surakarta yang tidak kalah dengan hasil pabrikan mobil besar, hari ini akan dilakukan Uji emisi sebagi tahap akhir dari serangkaian uji yang harus dilalui agar mobil Esemka bisa mendapat surat uji tipe (SUT) yang merupakan syarat mobil itu bisa diproduksi secara massal.

 

Uji emisi akan dilakukan di Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) BPPT Serpong (27/2). "BTMP merupakan salah satu balai di BPPT yang melayani permintaan masyarakat akan uji kelaikan kendaraan. Uji ini wajib dilakukan untuk mengetahui kelaikan suatu kendaraan guna keselamatan dan keamanan pengemudi jika nantinya akan di produksi massal," ujar Kepala BTMP  BPPT Rizqon fajar.

Setiap mobil yang akan diproduksi harus menjalani prosedur ini. "Regulasinya sama untuk semua mobil. Tinggi rendahnya emisi yang keluar nanti akan menentukan laik tidaknya kendaraan tersebut. Namun perlu diperhatikan bahwa Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan yang berwenang mengeluarkan sertifikat kelaikannya berdasarkan uji tipe emisi ini," tambah rizqon.

Mengenai tahapan pengujian lebih lanjut disampaikan oleh Kepala laboratorium Motor Bakar, BTMP  BPPT Taufik Suryanto, mobil esemka yang datang ini akan di "soaking" atau dikondisikan minimal 6 jam supaya kondisi mesin mempunyai suhu yang sama dengan lingkungan pengujian. Setelah itu, diuji dengan siklus UNECE R83 untuk mengetahui emisi yang keluar dan data emisi tersebut dianalisa untuk diketahui nilai konsentrasi emisi. Kemudian, laporan pengujian akan disampaikan ke pihak Kementerian Perhubungan sebagai saksi pengujian," terang taufik.

Perjalanan mobil esemka dari Solo ke Puspitek ini pun terbilang tanpa hambatan. Sebagai pengemudi, Wakil Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menyampaikan bahwa kendaraan berbahan bakar pertamax plus ini hanya diisi 70liter. "Saya mengendarai mobil ini sendiri untuk menunjukan ke publik bahwa mobil ini layak pakai. Tanjakan, turunan dan kelokan kita lewati tanpa hambatan," jelasnya.

Salah satu anggota DPR, Roy Suryo yang juga ikut sebagai tester driver juga menyatakan bahwa mobil ini tidak ada masalah selama perjalanan.  Roy juga mengharapkan supaya kendaraan ini segera mendapatkan sertifikat kelaikannya. "Jika sudah didapatkan sertifikatnya, masyarakat Indonesia akan memiliki suatu kebanggaan memiliki mobil nasional yg harganya terjangkau dan sesuai standar dan telah uji kelaikan sesuai prosedur," tutupnya. (KYRAS/humas)

Add comment


Security code
Refresh

Berbagi

FacebookTwitterLinkedinRSS Feed