buy aygestin, buy proscar online, cyproheptadine online elufshre, buy hydrochlorothiazide online, cefuroxime online exmldqbudx, estradiol without prescription mvanjgjpd, buy misoprostol ehdklwxyze, buy propecia online, ethinyl estradiol/norgestimate/ortho tri online yhilazhlt, http://www.rockandrollhoteldc.com, buy spironolactone iwewzgiw, http://www.rockandrollhoteldc.com#tadacip, http://www.rockandrollhoteldc.com, spironolactone without prescription isutl, www.rockandrollhoteldc.com

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekalongan, minggu lalu  berkunjung ke Balai Inkubator Teknologi (BIT) – BPPT di Kawasan Puspiptek Tangerang Selatan. Rombongan berjumlah 15 orang ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Pekalongan, Ismet Inonu. Rombongan diterima oleh Direktur Pusat Pengkajian Kebijakan Peningkatan Daya Saing (PPKPDS-BPPT), Derry Pantjadarma. Derry yang mewakili Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (PKT-BPPT) pada kesempatan ini menuturkan bahwa Kota Pekalongan merupakan daerah prioritas utama BPPT dalam penguatan sistem inovasi daerah (PSID).

 

Hal ini menurut Derry, diwujudkan dengan Pengembangan Inkubator Bisnis dan Teknologi di Kota Pekalongan. “Inkubator Bisnis dan Teknologi ini merupakan salah satu implementasi dari pengembangan teknoprener  yang juga merupakan salah satu pilar PSID,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD, Ismet Inonu menjelaskan bahwa kunjungannya ke BIT adalah dalam rangka mendapatkan informasi lebih jauh tentang perkembangan unit Inkubator Bisnis dan Teknologi Kota Pekalongan yang pembentukannya difasilitasi oleh BIT. Dalam kesempatan tersebut,  Manajer Inkubator Bisnis dan Teknologi Kota Pekalongan, Heryu Purwanto, mengatakan bahwa Inkubatornya menginkubasi 5 tenant dengan produk-produknya yaitu Mesin Pelorot Malam Batik (MPMB), I-Think Software Interaktif (software untuk anak penyandang Autis), Software Ei 3 Accounting Application, Batik Canting Kayu,  dan Tas Jeans. Namum tenant yang masih aktif hanya mesin pelorot batik dan tas  jeans. Sampai saat ini yang menjadi permasalahan adalah personil pengelola inkubator yang aktif hanya 2 orang, pendanaan dan pemasaran produk tenant, imbuh Heryu.

Kala memberikan paparan selanjutnya, Kasie Fasilitasi dan Advokasi BIT-BPPT, Ai Nelly menjelaskan bahwa tenant MPMB dijadikan sebagai tenant bersama BIT BPPT dengan Inkubator Bisnis dan Teknologi Kota Pekalongan sebagai  wahana pembelajaran bagi Pengelola Inkubator Bisnis dan Teknologi Kota Pekalongan. dengan pertimbangan mempunyai produk yang berprospek bagus . “Tenant ini sudah dilakukan beberapa pendampingan teknis antara lain pembentukan kelembagaan usahanya yaitu CV. Surya Utama Teknika, uji produksi, sertifikasi produk (pendaftaran HKI), dan uji pasar (uji konsumen dan uji jual produk). Untuk tahun 2014 tenant ini akan difasilitasi aksesibilitas produk massalnya,” terangnya.

Menanggapinya, Ismet mengatakan DPRD akan ikut membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi Inkubator Bisnis dan Teknologi Kota Pekalongan terutama masalah pendanaannya. Selain itu Ismet juga mengharapkan BIT BPPT tetap melakukan pendampingan terhadap Inkubator Pekalongan sehingga Inkubator berjalan seoptimal mungkin dan dapat menghasilkan perusahaan - perusahaan baru berbasis teknologi di Kota Pekalongan. (Pr/BIT/SYRA/Humas)

Berbagi

FacebookTwitterLinkedinRSS Feed