Articles

Category: Press Release 2011

Terminologi dari Sistem Inovasi Nasional adalah sebuah integrasi dari Sistem Inovasi Ruang atau Daerah, Sektor dan Kluster Industri. Dari situ tentunya dapat disimpulkan bahwa dalam upaya penguatan SIN, terlebih dahulu perlu dilakukan upaya penguatan baik di sisi Sistem Inovasi Daerah (SID) maupun kluster industrinya. Dalam upaya penguatan Sistem Inovasi Daerah (SID), terdapat dua instrumen yang dapat digunakan. Pertama yaitu instrumen langsung seperti daerah percontohan dan instrumen tidak langsung yaitu merangsang daerah untuk menerapkan SID di daerahnya melalui kompetisi seperti apresiasi inovasi atau inovasi award.

Berkaitan dengan hal tersebut dan untuk mendorong penguatan sistem inovasi serta memberikan apresiasi kepada mereka yang berkiprah dalam penguatan sistem inovasi di Indonesia dan berprestasi mendorong kreativitas keinovasian di Indonesia, BPPT didukung oleh enam kementerian, empat institusi, universitas dan pihak industri menyelenggarakan acara Penganugerahan Apresiasi Inovasi Indonesia 2011 di Auditorium gedung BPPT, Rabu 30 November 2011.

Kegiatan ini selain diadakan untuk pengembangan inovasi masyarakat dalam bidang teknologi dan penghargaan atau apresiasi kepada berbagai pihak yang memiliki jasa dan peran dalam rangka memperkuat SIN pada tingkat daerah dengan menghasilkan produk yang berinovasi, juga diadakan dalam rangka hari ulang tahun BPPT yang ke 33.

Apresiasi Inovasi Indonesia 2011 terdiri dari serangkaian kegiatan yang meliputi pameran (Ekspo), lokakarya (workshop) dan lomba inovatif dengan empat kategori yaitu innovating region awards, innovation leadership awards, technopreneurship awards dan greennovation awards.

Apresiasi Daerah Berinovasi atau Innovating Region Award diberikan kepada daerah kabupaten/kota yang berkomitmen dan berprestasi dalam mendorong kreativitas keinovasian. Sejauh ini ada 15 finalis yang masuk nominasi dari keseluruhan 25 daerah yang mendaftar. Finalisnya terdiri dari Kota Balikpapan, Kota Yogyakarta, kota Cimahi, Kota Pekalongan, Kota Tegal, Kab. Bantul, Kab. Gresik, Kab. Malang, Kab. Gunung Kidul, Kab. Blitar, Kab. Trenggalek, Kab. Madiun, Kab. Banyumas, Kab. Bangli dan Sumenep. Kelimabelas finalis tersebut dipilih oleh juri yang berasal baik dari kalangan pemerintah, industri, perguruan tinggi maupun media.

Untuk Apresiasi Kepemimpinan Daerah (Innovation Leadership Awards), diberikan kepada kepala daerah yang berkomitmen, memiliki leadership dan terbukti berprestasi dalam

memperkuat sistem inovasi daerahnya dan melaksanakan reformasi birokrasi secara inovatif. Nominasinya terdiri dari Bupati Sumenep, Kapuas Hulu, Blitar, Bangli, Banyumas, Kep. Anamabas, Trenggalek, Bantaeng-Sulsel, Bantul, Gresik, Jombang, Walikota Balikpapan, Cimahi, Yogyakarta dan Pekalongan.

Apresiasi ketiga yaitu Technopreneurship Award diberikan kepada lembaga atau organisasi yang berprestasi dalam memberikan layanan inovatif, produk inovatif dan pendampingan UKM atau dalam menginkubasi UKM inovatif. Terdapat lima sub kategori dalam award ini, yaitu UKM inovatif award, UKM pemula award, PI UMKM inovatif award, Inovasi pemuda award dan Technopreneur award yang diambil dari peserta technopreneur camp yang selama ini sudah dilakukan BPPT di berbagai daerah.

Terakhir yaitu Apresiasi Produk Ramah Lingkungan (Greennovation Award) yang diberikan kepada produk baik berupa barang atau jasa dan sistem inovatif yang mendukung pelestarian lingkungan, clean production, penanggulangan masalah pencemaran, dan sejenisnya yang relevan dengan sustainable development. Nominasinya terdiri dari kompor bahan bakar organik, evergreen, kolam terpal dengan filter beton plat, inovasi plastik ramah lingkungan, intensifikasi terintegrasi produksi pupuk vermikompos kaya unsur sebagai pakan obat alternatif dalam satu kesatuan proses hara dan budidaya cacing Lumbricus rubellus, pengelolaan sampah rumah tangga dengan sistem tabungan sampah di Bank Sampah Gemah Ripah dan rehabilitasi kondisi lahan pertanian yang rusak akibta industri bara bata di kampung Sindang Sari Kab. Garut dengan metode agroforestry, memanfaatkan limbah ternak dan limbah pertanian.

Harapannya melalui instrumen inovasi award ini bisa memicu daerah untuk meningkatkan daya saing melalui penguatan sistem inovasi. Sehingga proses penguatan sistem bisa dipercepat. Kalau proses penguatan sistem bisa cepat, maka cita-cita untuk meningkatkan daya saing dan kemakmuran rakyat dapat segera terwujud. (PKT/humas)

 

Berbagi

FacebookTwitterLinkedinRSS Feed