Articles
Category: Berita Teknologi Sumberdaya Alam & Kebencanaan
Selama periode bulan Oktober 2010, kondisi Waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kotopanjang di Pekanbaru Riau dan Waduk Singkarak, Provinsi Sumatera Barat mengalami penurunan tinggi muka air. Level air Waduk PLTA Kotopanjang mengalami penurunan 4,69 meter dan Danau PLTA Singkarak turun sebanyak 31 cm masuk ke status darurat.
Menyikapi kondisi tersebut, UPT Hujan Buatan (UPTHB) BPPT dan PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut melaksanakan kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk meningkatkan kembali level air di kedua waduk tersebut ke kondisi normal supaya produksi listrik PLTA tidak menemui kendala dalam memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Sumatera bagian tengah.
Kegiatan TMC dimulai Senin, (8/11), dan merupakan lanjutan kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya yaitu pada periode 22 Juni - 21 Juli 2010 yang lalu. Kegiatan ini direncanakan berdurasi sekitar 20 hari, mulai tanggal 8-27 Nopember 2010.
UPTHB telah melakukan banyak upaya kerjasama riset dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas layanan teknologinya selama ini. Bekerjasama dengan PT PINDAD (Persero), UPTHB berhasil membuat produk bahan semai flare yang diproduksi massal di penghujung tahun 2010, kata Kepala UPTHB BPPT, Samsul Bahri saat pembukaan TMC di Bandara Syarif Kasim II Pekanbaru.
Selain itu, menurut Samsul, UPTHB bekerjasama dengan LAPAN terus melakukan riset wahana TMC menggunakan roket. Kami juga sedang mengembangkan TMC dengan menggunakan wahana Pesawat Udara Nir Awak (PUNA), bekerjasama dengan Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan (PTIPK) BPPT. Bahkan, salah satu hasil riset UPTHB mengenai metode TMC sistem statis yang menggunakan wahana Ground Base Generator (GBG) telah siap ditawarkan kepada user untuk permintaan hujan buatan dengan memanfaatkan awan-awan orografis di daerah pegunungan.
Hal tersebut tentunya sesuai dengan himbauan dari Direktur Pusat Teknologi Lingkungan (PTL) BPPT, Joko Prayitno Susanto agar UPTHB senantiasa terus meningkatkan teknologi dan sumberdaya yang dimilikinya guna meningkatkan performa jasa pelayanan kepada usernya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Manager Hydro PLN (Persero), Pandu Samosir berharap agar Kegiatan TMC Tahap II tersebut dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan kegiatan sebelumnya. Tentunya tidak hanya lebih baik dalam segi penambahan air waduk tapi juga harus tetap memperhatikan resiko bencana yang mungkin bisa ditimbulkan.
Pelaksanaan TMC di PLTA Koto Panjang dan Singkarak kali ini didukung oleh 1 unit pesawat CASA 212-200 versi Rain Maker, 1 unit mobile radar yang ditempatkan di Payakumbuh, 2 Posmet di Muara Takus Kotopanjang dan di Kecamatan Sepuluh Koto Singkarak, 26 pos penakar hujan, dan 6 pos pengamat kualitas air hujan/waduk. (BDH-UPTHB/humas)
Artikel Terbaru
- GARDA TERDEPAN DALAM MENYAMPAIKAN INFORMASI - 29/12/2010 08:43
- MEREDAM DAMPAK PERUBAHAN IKLIM - 27/12/2010 01:15
- KENALI MOBILE RADAR CUACA LEBIH DEKAT - 16/12/2010 05:42
- PLASTIK RAMAH LINGKUNGAN: UNTUK BUMI YANG LEBIH HIJAU - 14/12/2010 08:06
- PERLU INFRASTRUKTUR MEMADAI AGAR PERINGATAN DINI TSUNAMI BERFUNGSI MAKSIMAL - 01/12/2010 07:24
Artikel Lainnya
- BPPT KIRIM BANTUAN BAKTI TEKNOLOGI KE MENTAWAI - 03/11/2010 03:35
- UPAYAKAN SISTEM TEWS YANG LEBIH HANDAL - 03/11/2010 03:30
- MEMAKSIMALKAN FUNGSI TSUNAMI EARLY WARNING SYSTEM - 02/11/2010 03:34
- TMC UNTUK ENERGI DAN LINGKUNGAN YANG LEBIH BAIK - 02/11/2010 03:31
- SOSIALISASI HASIL INOVASI, PTISDA LUNCURKAN BUKU DAN BEDAH PRODUK - 02/11/2010 02:35

