Articles
Category: Berita Teknologi Sumberdaya Alam & Kebencanaan
Terkait dengan gempa dan tsunami yang terjadi di Kepulauan Mentawai beberapa waktu yang lalu, BPPT akan kembali memasang Buoy Tsunami. Menurut Deputi Kepala Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT, Ridwan Jamaluddin, Buoy Tsunami atau sensor gelombang tsunami akan diletakkan di laut antara Pulau Siberut dan Pantai Barat Padang.
Pertengahan November nanti kita akan memasang disana. Kami memilih kedua lokasi tersebut karena akhir-akhir ini banyak terjadi gempa-gempa laut di sekitar Kepulauan Mentawai dan Pantai Barat Padang, katanya dalam konferensi pers di BPPT (29/10). Sebelumnya, alat sensor gelombang tsunami yang diletakan disekitar perairan Kepulauan Siberut tersebut mengalami kerusakan akibat faktor lingkungan dan vandalisme.
Menurut Ridwan, meskipun Buoy Tsunami tidak rusak tetap saja akan terlambat mendeteksi karena pusat gempa terletak disebelah barat kepulauan Mentawai. Hal tersebut dikarenakan posisi buoy tsunami Mentawai yang terhalang oleh Pulau Pagai.
Berdasarkan rencana awal pengembangan peringatan dini tsunami, kata Ridwan, akan dipasang 23 buoy sejak tahun 2005 akhir. Buoy-buoy tersebut terdiri dari buoy buatan Indonesia, Buoy yang diberikan Jerman, Buoy yang diberikan AS, serta Buoy hasil kerjasama dengan Malaysia dan Australia. Kesemua rencana tersebut telah berjalan sampai sekarang.
Sesuai dengan mandat yang diberikan kepada BPPT kami akan terus bekerja menyelesaikan tugas ini. Kedepannya, secara teknis kami akan mengupayakan sistem yang lebih handal. Misalnya nanti Buoy akan kami coba dibuat tidak mengapung dipermukaan air. Atau juga bahkan nantinya kita buat tidak memakai Buoy sama sekali, jadi sensor gempa bawah laut langsung terkoneksi dengan kabel ke darat.
Secara sosial, kami berharap media massa dapat turut berperan dalam mensosialisasikan dan mendidik masyarakat, khususnya untuk masyarakat yang tinggal didaerah pesisisir agar dapat memahami pentingnya sistem tersebut dalam melindungi mereka dari ancaman bahaya tsunami, ungkap Ridwan. (KYRA/humas)
Artikel Terbaru
- KENALI MOBILE RADAR CUACA LEBIH DEKAT - 16/12/2010 05:42
- PLASTIK RAMAH LINGKUNGAN: UNTUK BUMI YANG LEBIH HIJAU - 14/12/2010 08:06
- PERLU INFRASTRUKTUR MEMADAI AGAR PERINGATAN DINI TSUNAMI BERFUNGSI MAKSIMAL - 01/12/2010 07:24
- TMC UNTUK PENUHI KEBUTUHAN LISTRIK SUMATERA BAGIAN TENGAH - 10/11/2010 08:45
- BPPT KIRIM BANTUAN BAKTI TEKNOLOGI KE MENTAWAI - 03/11/2010 03:35
Artikel Lainnya
- MEMAKSIMALKAN FUNGSI TSUNAMI EARLY WARNING SYSTEM - 02/11/2010 03:34
- TMC UNTUK ENERGI DAN LINGKUNGAN YANG LEBIH BAIK - 02/11/2010 03:31
- SOSIALISASI HASIL INOVASI, PTISDA LUNCURKAN BUKU DAN BEDAH PRODUK - 02/11/2010 02:35
- KETAHUI KUALITAS BATUBARA MELALUI UJI LAB DAN PEMBAKARAN - 21/09/2010 06:31
- ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DENGAN PENYUSUNAN GLOBAL TECHNOLOGY NEEDS ASSESSMENT - 30/08/2010 01:59

