Articles
Category: Berita Teknologi Sumberdaya Alam & Kebencanaan
Di dunia, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil batubara. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa di BPPT memiliki laboratorium pengujian dan pembakaran batubara yang merupakan satu-satunya laboratorium pembakaran di Indonesia dan Asia Tenggara.
Menurut Kepala Laboratorium Karakterisasi Bahan Bakar, Balai Besar Teknologi Energi (B2TE) Trisaksono B Priambodo saat ditemui ditempat kerjanya (20/9), mengatakan bahwa dalam pengujian perusahaan tambang menginginkan untuk mengetahui karakteristik batubara yang mereka miliki sebelum dilakukan proses lebih jauh.
‚Biasanya mereka (perusahaan tambang) sudah melakukan uji sendiri, tapi mereka ingin melakukan pembandingan hasil. Laboratorium ini dipilih karena mereka yakin akan keakurasian hasil analisa yang dihasilkan‚, ucap Trisaksono.
Total waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil secara lengkap adalah sekitar delapan minggu, setelah batubara dikirim. ‚Untuk uji analisa karakterisasi batubara, membutuhkan waktu dua minggu. Setelah itu, untuk proses pembakaran, batubara akan dipindahkan ke Laboratorium Pembakaran Batubara. Pada proses ini, waktu yang dibutuhkan adalah enam minggu‚, jelasnya.
Sebelum pembakaran, telebih dahulu batubara melalui proses pengeringan sekaligus dihaluskan hingga tercapai ukuran 75 micron atau sehalus tepung. Batubara yang sudah halus tersebut kemudian dibakar dalam boiler hingga mencapai suhu 1200 °C.
‚Setelah itu baru kita lihat unsur penempelan dari batubara tersebut. Melalui sebuah pipa yang kita masukan kedalam boiler, kita dapat mengetahui apakah batubara menempel halus ke pipa atau malah melekat kuat dengan pipa. Batubara yang bagus akan menempel halus pada pipa seperti debu‚.
Faktor penempelan batubara, kata Trisaksono, akan berpengaruh terhadap boiler yang digunakan untuk pembakaran. Batubara yang melekat kuat pada dinding boiler, akan membuat kinerja boiler tidak optimal. Semakin tua umur batubara, semain bagus kualitasnya.
‚Hanya saja saat ini sudah sulit ditemukan. Yang banyak ditemukan sekarang adalah batubara kualitas sedang. Untuk pengujian, kami membutuhkan lima ton batubara. Kami juga memiliki cara untuk meningkatkan atau up grade kualitas batubara, yakni dengan mencampur batubara kualitas rendah dengan kualitas sedang‚, jelasnya. (KYRA/humas)
Artikel Terbaru
- BPPT KIRIM BANTUAN BAKTI TEKNOLOGI KE MENTAWAI - 03/11/2010 03:35
- UPAYAKAN SISTEM TEWS YANG LEBIH HANDAL - 03/11/2010 03:30
- MEMAKSIMALKAN FUNGSI TSUNAMI EARLY WARNING SYSTEM - 02/11/2010 03:34
- TMC UNTUK ENERGI DAN LINGKUNGAN YANG LEBIH BAIK - 02/11/2010 03:31
- SOSIALISASI HASIL INOVASI, PTISDA LUNCURKAN BUKU DAN BEDAH PRODUK - 02/11/2010 02:35
Artikel Lainnya
- ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DENGAN PENYUSUNAN GLOBAL TECHNOLOGY NEEDS ASSESSMENT - 30/08/2010 01:59
- FORMULA STRATEGIS KURANGI RESIKO LONGSOR BERBASIS KEMAMPUAN DAERAH - 11/08/2010 01:40
- OKEANOS EXPLORER DAN BARUNA JAYA IV: THE POWER OF TWO - 09/08/2010 05:10
- INDEX SATAL 2010, BUKA KHASANAH ILMU PENGETAHUAN LAUT DALAM INDONESIA - 09/08/2010 02:30
- FENOMENA BAWAH LAUT INDONESIA MELALUI EKSPEDISI INDEX SATAL 2010 - 04/08/2010 02:16

