Articles

Category: Berita Teknologi Sumberdaya Alam & Kebencanaan

{rokbox}images/stories/millenium.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/millenium1.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/millenium3.jpg{/rokbox}

Penyediaan air minum di Indonesia masih menghadapi kendala yang sangat kompleks, mulai dari masalah pendanaan, kelembagaan, teknologi, pencemaran serta sikap dari masyarakat. Krisis ekonomi yang melanda Indonesia telah ikut mengancam pasokan air bersih. Data terakhir menyebutkan bahwa sekitar 65% dari 318 PDAM yang ada di Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang krisis dan tidak sehat. Kondisi ini mengakibatkan Pemerintah Kabupaten/Kota harus menentukan teknologi penyediaan air bersih yang sesuai dengan ketersediaan sumber air baku air bersih, kualitas sumber air yang tersedia, teknologi serta pendanaan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Pusat Teknologi Lingkungan (PTL) BPPT mengadakan Seminar Nasional Tentang Aplikasi Teknologi Penyediaan Air Bersih Untuk Kabupaten/Kota di Indonesia di Java Room Hotel Millenium Jakarta, Rabu (16/06). Seminar ini juga diadakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Se Dunia yang jatuh pada 5 Juni lalu.

Dalam sambutannya Kepala BPPT mengatakan bahwa sistem inovasi untuk bidang teknologi pengolahan air bersih di BPPT dikembangkan berdasarkan pada orientasi kebutuhan masyarakat (demand) bekerjasama dengan dunia industri dan lembaga-lembaga riset lainnya.

‚Dalam bidang teknologi lingkungan, BPPT bersama lembaga-lembaga lainnya harus mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proses pembangunan nasional, terutama untuk memberikan solusi-solusi teknologi terkait dengan masalah lingkungan yang mendukung kebijakan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development)‚, tegas Kepala BPPT.

Berbicara mengenai potensi air di Indonesia, Kepala BPPT mengatakan bahwa meskipun Indonesia berada di wilayah hujan tropis, namun ketersediaan sumber air baku masing-masing daerah tidak sama. ‚Wilayah dengan potensi air banyak, membutuhkan teknologi untuk pengelolaan air, sedangkan wilayah yang kekeringan memerlukan upaya tambahan dengan teknologi inventarisasi sumberdaya air seperti teknologi remote sensing dan geoscanner‚.

Adapun pelaksanaan seminar nasional tersebut bertujuan untuk memberikan masukan bagi pemerintah Kabupaten/Kota dalam menyusun rencana induk Sistem Penyediaan Air Minum Kabupaten/Kota, sehingga pemerintah Kabupaten/Kota mampu meningkatkan cakupan pelayanan air minum bagi masyarakat perkotaan atau pedesaan.

Diharapkan melalui acara seminar nasional, dapat dicari solusi untuk mengatasi penyediaan air bersih sehingga mampu meningkatkan cakupan air minum untuk penduduk di kawasan perkotaan dan pedesaan dan mampu mendorong peningkatan pembangunan di daerah. (TR/R/humas)

Add comment


Security code
Refresh

Berbagi

FacebookTwitterLinkedinRSS Feed