Articles
Category: Berita Teknologi Sumberdaya Alam & Kebencanaan
{rokbox}images/stories/bj2.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/bj21.jpg{/rokbox}
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki sumberdaya alam begitu melimpah. Termasuk salah satu diantaranya yaitu melimpahnya sumber daya migas yang tersebar di berbagai wilayah nusantara. Namun demikian, sampai saat ini masih banyak pertanyaan mengenai kemampuan Indonesia dalam mengelola sumberdaya alam khususnya migas. Peran Indonesia terkait dengan kemandirian bidang eksplorasi masih kecil dan sampai saat ini mayoritas kapal termasuk sumberdaya manusia yang digunakan berasal dari negara luar.
‚Selama ini Balai Teknologi Survey Kelautan (BTSK) BPPT melakukan eksplorasi migas di laut dalam dengan menggunakan metode seismik 2D (2 dimensi) yang dipasang di Kapal Baruna Jaya II. Kapal ini merupakan satu-satunya di Indonesia yang dilengkapi dengan seismic on board dan mampu melakukan eksplorasi migas hingga kedalaman 7 km ‚ 10 km di bawah permukaan laut‚, kata Perekayasa BTSK BPPT Djunaedi Mulyawan, Jumat (5/3).
Djunaedi mengungkapkan bahwa selama ini perusahaan-perusahaan minyak di Indonesia yang ingin melakukan eksplorasi migas lepas pantai selalu menggandeng pihak asing. Baik dalam bentuk alat maupun personil. ‚Tentunya biaya yang harus dikeluarkan lebih mahal jika menggunakan kapal dan SDM asing. Dengan menggunakan Kapal Baruna Jaya II akan sangat menghemat biaya eksplorasi yang harus dikeluarkan‚.
Teknologi survei migas lepas pantai BTSK, adalah satu program quick win yang ditetapkan BPPT untuk tahun 2010. Hal tersebut sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tentang ekonomi kelautan fokus pada sektor energi. Selain itu, pemanfaatan Kapal Baruna Jaya II BPPT untuk kegiatan eksplorasi migas merupakan perwujudan dari KepMenHub No 71/2005 tentang penggunaan kapal milik Indonesia (Azas Cabotage) dan kebijakan BP Migas tentang Peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sektor migas.
Lebih lanjut Djunaedi mengatakan, ‚Selama ini ada beberapa perusahaan yang menggunakan jasa eksplorasi migas dengan metode seismik 2D ini, diantaranya yaitu dengan PT Baruna Nusantara Energi melakukan survei 2D di Selat Makassar dan laut utara Madura. Selain melakukan eksplorasi migas dengan menggunakan seismik 2D tersebut, kami juga melakukan kegiatan landas kontinen bekerjasama dengan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) untik memperluas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia‚.
‚Saat ini kami sedang mencoba untuk memenuhi kelengkapan prasyarat yang ditetapkan dalam kegiatan eksplorasi seperti pemenuhan HSE (Health and Safety Environment). Kami juga berusaha untuk melengkapi tools yang dibutuhkan, yang sementara ini masih bekerjasama dengan PT ELNUSA dalam hal kelengkapan peralatan. Yang terpenting dari kegiatan ini adalah semangat kita untuk meningkatkan kemampuan nasional dalam bidang eksplorasi migas lepas pantai, untuk penyediaan energi nasional‚, kata Djunaedi. (KYRA/humas)
Artikel Terbaru
Artikel Lainnya
- RDS BPPT SIAP MEMANTAU DAN MEMONITOR INDIKASI TSUNAMI - 02/03/2010 08:35
- TIM MITIGASI BENCANA BPPT BERI REKOMENDASI LONGSOR CIWIDEY - 02/03/2010 01:54
- MANFAAT POSITIF DARI LIMBAH CAIR - 25/02/2010 01:43
- BPPT LAKUKAN EVALUASI BANJIR JAKARTA 2010 DAN SISTEM PENGENDALIANNYA - 18/02/2010 08:59
- BPPT KEMBANGKAN BIOLOGICAL CARBON CAPTURE AND STORAGE (CCS) - 01/01/2010 10:23

