Articles
Category: Berita Teknologi Sumberdaya Alam & Kebencanaan
{rokbox}images/stories/tangki2.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/tangki1.jpg{/rokbox}
Limbah domestik yang dihasilkan dari rumah tangga cenderung tidak dikelola dengan baik. Sebagian besar dari masyarakat bahkan tidak mengetahui dampak dari limbah tersebut terhadap lingkungan sekitar. Di daerah perkotaan seperti Jakarta dan Bandung, limbah domestik memberikan kontribusi yang besar terhadap pencemaran air. Berdasarkan data dari Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah Jawa Barat, limbah domestik yang dihasilkan di kota Bandung telah mencapai 80%, sedangkan di Jakarta mencapai 75%.
Tingginya angka pencemaran air oleh limbah domestik telah mendasari perekayasa BPPT membuat teknologi pengolahan limbah domestik biofilter anaerob-aerob dengan media plastik sarang tawon. Teknologi tersebut dapat memproses air limbah domestik yang dibuang ke saluran umum, hingga memenuhi standar baku mutu.
‚Teknologi biofilter anaerob-aerob dengan media plastik sarang tawon ini merupakan proses pengolahan air limbah dengan proses biakan melekat dengan mengunakan media plastik sarang tawon untuk tempat berkembang biaknya mikroba pengurai polutan organik yang dapat menurunkan konsentrasi Biologycal Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) maupun padatan tersuspensi (SS) lebih dari 90 %. Teknologi ini merupakan salah satu teknologi pengolahan air limbah domestik yang cukup handal, biaya operasional murah dan perawatannya mudah‚, kata Perekayasa Pusat Teknologi Lingkungan BPPT Nusa Idaman Said (23/10).
‚Sejak tahun 2005 telah terbit Peraturan Gubernur (Pergub) No. 122 tentang pengolahan limbah domestik, yang menyebutkan bahwa rumah tangga, industri dan perkantoran wajib mengolah limbah domestik sebelum dibuang ke saluran pembuangan atau sungai. Hal inilah yang seharusnya dapat menjadi perhatian semua pihak, terutama tentang cara yang tepat dalam pengolahan limbah‚, lanjutnya.
Keunggulan dari pengolahan air limbah dengan proses biofilter anaerob-aerob antara lain (1) Tahan terhadap fluktuasi jumlah air limbah maupun fluktuasi konsentrasi, (2) Operasional dan perawatannya mudah dan sederhana, (3) Konsumsi energi (listrik untuk blower) lebih rendah, (4) Tahan terhadap fluktuasi debit maupun konsentrasi, (5) Dapat diaplikasikan untuk pengolahan berbagai macam air limbah baik limbah domestik maupun limbah industri dan (6) Dapat dirancang untuk skala kecil maupun skala besar.
Teknologi biofilter anaerob-aerob telah diaplikasikan untuk mengolah air limbah baik limbah domestik maupun industri diantaranya pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) MCK Kelurahan Galur Jakarta Pusat, IPAL Pasar Tradisional Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut, IPAL RSU Tanah Grogot Kalimantan Timur, IPAL PT. Hoka Hoka Bento Jakarta dan IPAL Perkantoran Dinas PU DKI Jakarta. (YRA/humas)
Artikel Terbaru
- CEGAH BANJIR MELALUI PEMELIHARAAN SALURAN DRAINASE - 09/12/2009 06:32
- SUMUR RESAPAN, SOLUSI PENCEGAHAN BANJIR JAKARTA - 03/12/2009 07:15
- PTISDA BPPT KERJASAMA DENGAN DEPTAN TERAPKAN TEKNOLOGI RADAR ‚HARIMAU‚ - 10/11/2009 08:04
- TIM TMC BPPT BERHASIL KURANGI TITIK API DAN ASAP DI KALIMANTAN - 03/11/2009 08:30
- PERLU PERBAIKAN MIKRO DRAINASE UNTUK CEGAH BANJIR DI JAKARTA - 30/10/2009 03:08
Artikel Lainnya
- TMC MENGATASI KRISIS LISTRIK DI WILAYAH SULAWESI SELATAN DAN BARAT - 26/10/2009 02:20
- TIM PEREKAYASA BPPT KEMBANGKAN ONLIMO-GSM UNTUK KENDALIKAN PENCEMARAN LINGKUNGAN - 20/10/2009 01:25
- OPERASI TMC DUKUNG SUMSEL SEBAGAI TUAN RUMAH EVENT OLAH RAGA NASIONAL DAN INTERNASIONAL - 12/10/2009 06:59
- SOSIALISASI MITIGASI BENCANA PERLU BAGI MASYARAKAT - 23/09/2009 06:40
- INDONESIA BELUM MAMPU MANDIRI DALAM EKSPLORASI MIGAS LEPAS PANTAI - 11/09/2009 06:21

