Articles
Category: Profil TIRBR
Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa terdiri dari 4 Pusat dan 6 UPT/Balai yaitu:
-
Pusat Teknologi Industri Sistem Transportasi (PTIST)
-
Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan (PTIPK)
-
Pusat Teknologi Industri Proses (PTIP)
-
Pusat Teknologi Industri Manufaktur (PTIM)
-
Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS)
-
Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Aero Gasdinamika dan Getaran (UPT-LAGG)
-
Unit Pelaksana Teknis Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika (UPT-BPPH)
-
Balai Termodinamika Motor dan Propulsi (BTMP)
-
Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP)
-
Balai Mesin Perkakas, Teknik Produksi dan Otomasi (BMEPPO)
Tugas Pokok dan Fungsi Pusat-Pusat yang berada dibawah kedeputian TIRBR dijelaskan sbb:
-
Pusat Teknologi Industri Sistem Transportasi (PTIST) :
Melaksanakan pengkajian dan penerapanteknologi industri transportasi dan sistem transportasi
Dalam melaksanakan tugas nya menyelenggarakan fungsi :
- Pelaksanaan pengkajian dan penerapan dibidang teknologi industri sistem transportasi
- Pelaksanaan pengkajian dan penerapan dibidang teknologi industri sarana transportasi
- Pelaksanaan pengkajian dan penerapan dibidang teknologi industri prasarana transportasi
-
Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan (PTIPK):
Melaksanakan pengkajian dan penerapan teknologi industri pertahanan dan keamanan
Dalam melaksanakan tugas nya menyelenggarakan fungsi :
- Pelaksanaan pengkajian dan penerapan dibidang teknologi industri alutsista matra darat
- Pelaksanaan pengkajian dan penerapan dibidang teknologi industri alutsista matra laut
- Pelaksanaan pengkajian dan penerapan dibidang teknologi industri alutsista matra udara
-
Pusat Teknologi Industri Proses (PTIP)
Melaksanakan pengkajian dan penerapan teknologi industri proses
Dalam melaksanakan tugas nya menyelenggarakan fungsi :
- Pelaksanaan pengkajian dan penerapan dibidang teknologi industri serat
- Pelaksanaan pengkajian dan penerapan dibidang teknologi industri logam
- Pelaksanaan pengkajian dan penerapan dibidang teknologi industri kimia
-
Pusat Teknologi Industri Manufaktur (PTIM)
Melaksanakan pengkajian dan penerapan teknologi industri manufaktur
Dalam melaksanakan tugas nya menyelenggarakan fungsi :
- Pelaksanaan pengkajian dan penerapan dibidang teknologi industri mesin dan peralatan pabrik
- Pelaksanaan pengkajian dan penerapan dibidang teknologi industri mesin dan peralatan kelistrikan
- Pelaksanaan pengkajian dan penerapan dibidang teknologi industri mesin dan peralatan konstruksi dan pertambangan
Produk Teknologi yang sudah dihasilkan.
1. Bidang Hankam
1.1 Lorong Tembak Berjalan (Mobile Shooting Range (MSR))
MSR merupakan produk teknologi bersama dengan PT. Pindad Persero yang dikembangkan pada tahun anggaran 2004-2006. Prototipe MSR dengan dibiayai oleh Polri telah di modifikasi oleh PT.Pindad dan direncanakan akan digunakan oleh Polri untuk sarana meningkatkan kemampuan menembak anggota kepolisian. Prototipe MSR telah di serah terimakan ke Polri untuk dapat dioperasikan sebagai sarana untuk latihan menembak anggota Polri.
1.2 Bom Latih Asap (Blast Effect Bomb (BEB))
Kebutuhan peralatan untuk berlatih khususnya untuk penembakan saat operasi dengan pesawat tempur merupakan hal yang sangat penting. Bom latih asap merupakan bom pengganti untuk mengantisipasi mahalnya bom tajam yang menjadi sarana berlatih pilot pesawat tempur TNI AU. BEB merupakan produk teknologi yang pernah dikembangkan bekerjasama dengan Dislitbang TNI AU, PT. Dahana dan PT.Pindad yang dimulai pada tahun 2003. Pada saat ini produk BEB merupakan salah satu produk yang ditawarkan PT.Dahana pada TNI AU untuk dapat diproduksi.
1.3 Pesawat Udara Nir Awak (PUNA)
Kebutuhan akan wahana serta sistem pengawasan dari udara untuk mengawasi wilayah nusantara yang sangat luas semakin mendesak, terutama bagaimana menyediakan sarana dan sistem pengawasan yang efektif, handal, berisiko rendah serta ekonomis. Pilihan jatuh pada teknologi pesawat udara nirawak yang merupakan teknologi yang dikembangkan oleh BPPT sejak tahun 2004. Pada awalnya BPPT memberikan beban pengembangan pada swasta nasional dan tugas BPPT pada penentuan Design, requirement and objective (D,R & O) , supervisi dan pengujian, dimana hasilnya kurang mememuaskan. Sejak 2009 BPPT mengambil alih tanggungjawab pengembangan teknologi secara penuh dengan melakukan penguasaan teknologi PUNA dengan pembinaan SDM secara terarah dan berkesinambungan. Hasil capaiannya cukup menggembirakan dengan terkuasainya teknologi disain dan manufaktur wahana PUNA serta dilakukan penguasaan teknologi sistem hardware dan sofware dari flight control computer (FCC) dan teknologi telemetry, payload dan sistem operasi PUNA.
Hasilnya adalah bahwa PUNA BPPT telah dapat terbang secara otonomus sejauh 73,4 km pada Juli 2012 dan akan mencapai target jangkauan 400km pada tahun 2014. Tentunya kegiatan pengembangan dan pengujian masih tetap harus dilakukan secara terus menerus sampai tercapai target penguasaan teknologi PUNA suntuk misi surveylance pada tahun 2014.
Pembinaan industri komponen PUNA juga sedang dilakukan dengan membina beberapa industri komponen agar kedepan dapat memproduksi hasil teknologi yang dikembangkan BPPT.
jenis PUNA yang mengembang misi short range (Sriti), medium range plus misi khusus (Wulung) serta long range (Alap2) telah dikembangkan dengan spesifikasi sebagai berikut:
2. Bidang Transportasi
3. Bidang Manufaktur

