Articles
Category: Berita Teknlogi Hankam,Transportasi & Manufakturing
Mobil Kiat Esemka yang sekarang ini sedang menjadi isu mengemuka dalam dunia otomotif nasional, bukanlah mobil pertama buatan anak bangsa, sebelumnya sudah ada mobil tawon, GEA dan sebagainya. Hal ini menunjukkan betapa gairah masyarakat Indonesia untuk mendapatkan dan memiliki mobil nasional ini memang sudah lama dinantikan. Namun kemudian yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana nasib mobil Kiat Esemka tersebut ke depannya, upaya apa saja yang perlu dilakukan baik oleh pemerintah, industri maupun lembaga penelitian dan pengembangan agar mobil-mobil karya anak bangsa tersebut dapat diproduksi menjadi mobil nasional dan menjadi produk kebanggaan bangsa. Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Balai Termodinamika, Motor dan Propulsi, Prawoto menyampaikan beberapa hal teknis terkait dengan mobil Kiat Esemka dalam wawancaranya dengan salah satu stasiu TV swasta (7/01).
Secara resmi mobil Esemka memang belum melakukan uji emisi di BTMP. Tetapi kami dari BPPT sudah membantu untuk mengimprove supaya mobil ini nantinya bisa memenuhi standar yang ditentukan. Masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki, misalnya kelengkapan-kelengkapan yang harus ada untuk memenuhi standar emisi yang ada seperti catalytic converter dan sistem injeksi yang mengikuti standar yang ada sekarang. Kecuali untuk keperluan khusus misalnya untuk daerah-daerah yang populasinya masih rendah, hutannya masih banyak kita akan buat aturan tersendiri, jelas Prawoto.
Berbicara mengenai kapasitas engine, Prawoto mengatakan ada kaitan antara performa kapasitas engine dan body kendaraaan itu sendiri. Oleh karena itu sekarang telah dikembangkan teknologi-teknologi untuk mengurangi berat kendaraan itu sendiri. Misalnya engine yang 1500cc, kalau body kendaraannya di atas 1,5 ton maka performanya akan menurun. Oleh karena itu sekarang telah dikembangkan polimer, plastik, dan material-material yang ringan sehingga performance engine akan menjadi lebih mumpuni. BPPT, berkaitan dengan pengembangan engine mobil telah melakukan kegiatan engine dengan kapasitas kecil 500cc, 600cc dan 650cc. Tahun lalu sudah kita aplikasikan kerjasama dengan SMK di Magelang, mereka yang membuat bodynya, ungkapnya.
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa antara engine dan body harus ada kajian berapa berat body yang harus diaplikasika. Pada prinsipnya semakin body ringan performanya semakin baik, emisinya semakin baik dan efesien. Dengan adanya Sentra Teknologi Polimer BPPT, kami bisa membantu untuk pembuatan part-part seperti bemper dan dashboard. Disini BPPT berperan sebagai mediator dan fasilitator untuk kerjasama antara SMK dengan dunia industri, tegas Prawoto.
Pada kesempatan yang sama, Hari Purwanto dari Kementerian Riset dan Teknologi mengatakan dari Kemenristek sendiri, mempunyai tugas pokok dan fungsi dalam pengembangan kapasitas kemampuan iptek. Dari tujuh bidang fokus Kemenristek salah satunya adalah bidang transportasi. Dan untuk mendukung hal tersebut telah dibuat buku putih penelitian pengembangan penerapan iptek sampai 2025. Dan hal tersebut merupakan sebuah skenario dimana nanti dapat mendukung suatu sistem inovasi nasional dalam bidang trasnportasi. Contoh kasus mobil Esemka ini, merupakan wujud dari adanya sistem inovasi di daerah. Inilah yang akan di support dari sisi penelitian, pengembangan dan penerapan iptek yang didukung oleh lembaga litbang, diantaranya BPPT dan LIPI, jelasnya.
Sementara itu pada kesempatan yang berbeda Menteri Perindustrian, MS Hidayat mengatakan ada dua hal yang harus dilakukan dalam memproduksi mobil nasional agar berhasil. Pertama kita akan mengawal dalam pengujian kelaikan jalan, pemilihan teknologi, desain dan sebagainya. Tapi setelah nanti dinyatakan lulus, dia akan memasuki skala industri mobil. Itu hal yang berbeda karena itu nanti harus memenuhi kaidah-kaidah industri. Dan yang komersial adalah industri yang padat modal dan padat karya. Jadi memang harus didukung. Tapi ini suatu perjalanan yang sangat membutuhkan energi, jadi saya menganjurkan siapapun termasuk mobil Esemka, kalau nanti lolos uji kelaikan harus dipikirkan masuk dalam skala industrinya dan harus juga melakukan riset mengenai competitiveness, urainya. (SYRA/humas)
Artikel Terbaru
- DUKUNG PENGEMBANGAN PRODUKSI MONORAIL OLEH INDUSTRI DALAM NEGERI - 12/02/2013 07:25
- REVITALISASI INDUSTRI GULA NASIONAL, BPPT INTIP THAILAND - 07/02/2013 00:50
- BPPT MASIH TERUS KAJI PENYEBAB TENGGELAMNYA KLM MARUTA JAYA - 20/01/2012 06:23
- SECARA TEKNIS KLM MARUTA JAYA LAYAK BEROPERASI - 18/01/2012 02:47
- PIPA APUNG BPPT PENUHI PERSYARATAN OIL COMPANY INTERNATIONAL MARINE FORUM 91 DAN SIAP DIAPLIKASIKAN - 17/01/2012 08:02
Artikel Lainnya
- MEPPO TERIMA TIGA ALAT UTAMA LABORATORIUM DARI KEMENRISTEK - 22/12/2011 00:28
- UJI TERBANG PUNA DENGAN DILENGKAPI TABUNG FLARE - 21/12/2011 07:34
- BPPT RINTIS KEMANDIRIAN MUNISI NASIONAL - 19/12/2011 01:26
- PELETAKAN BATU PERTAMA PILOT PLANT PUPUK SRF KAPASITAS 10000 TON PERTAHUN DI BANTAENG - 08/12/2011 04:46
- AUDIT TEKNIS BAWAH AIR BPPT BERHASIL TEMUKAN 7 TITIK KORBAN DI DASAR SUNGAI MAHAKAM - 02/12/2011 02:35

