Articles
Category: Berita Teknlogi Hankam,Transportasi & Manufakturing
Masih berkaitan dengan runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara beberapa waktu lalu, masih dilakukan berbagai audit teknis yang terus dilakukan oleh Tim Audit Teknis Investigasi BPPT. Ini memang kejadian yang sama sekali tidak kita harapkan. Untuk dapat mengetahui sebab terjadinya musibah runtuhnya jembatan ini harus dilihat dari berbagai faktor termasuk beban yang bekerja terhadap jembatan tersebut, ungkap Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR), Iskendar pada program acara Metro Hari Ini di Metro TV (28/11).
Baik dari faktor beban, lanjut Iskendar, maupun faktor penyangga vertikal sebagai penumpu beban dan tali utama jembatan yang kesemuanya tergabung dalam sistem jembatan. Kelemahannya dimana masih harus dipelajari secara lebih baik dan teliti. Dan kalau kita bercerita tentang konstruksi, ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu apakah konstruksi lelah dan apakah beban terlalu besar dibanding daya jembatan itu sendiri. Untuk mengetahui penyebabnya tentunay perlu dilakukan kajian lebih mendetail termasuk juga didalamnya membandingkan kondisi sistem jembatan pada kondisi awal dengan kondisi sekarang ini. Dengan melihat perubahan dari awal berdiri jembatan dengan yang ada sekarang ini, baru kita akan dapat mengambil kesimpulan, jelasnya.
Mengamini pendapat Iskendar, Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto menekankan pentingnya kajian yang komprehensif dari semua segi untuk dapat mengetahui penyebab runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara. Karena kalau kita berbicara mengenai kegagalan konstruksi seperti ini, penyebabnya bisa ada di bagian mana saja. Oleh karena itu akan kita lihat mulai dari proses perencanaannya, pelaksanaan, pemanfaatan hingga pemeliharaannya, ungkapnya.
Pakar konstruksi Wiratman Wangsadinata menyebutkan ada lima kemungkinan penyebab runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara tersebut. Pertama kegagalan pondasi, kedua kegagalan pilon, ketiga kabel utama, keempat kegagalan gelagar rangka dan kelima kegagalan kabel penggantung. Kalau kita lihat satu persatu bisa dilihat mana yang paling mungkin terjadi. Kegagalan pondasi saya rasa bukan, karena pondasi masih utuh, kegagalan pilon juga bukan karena pilon masih berdiri, kegagalan kabel utama juga bukan karena kita bisa lihat kabel utama masih terbentang antara dua pilon tersebut. Kalau kegagalan di gelagar rangka, yang terjadi jembatan tidak akan jatuh ke bawah, paling disana sini akan ada pelelehan dari batang-batangnya dan akan tetap tergantung. Jadi yang paling mungkin terjadi adalah putusnya kabel penggantung atau gagalnya sambungan kabel penggantung pada kabel utama, jelasnya. (SYRA/humas)
Artikel Terbaru
- BPPT RINTIS KEMANDIRIAN MUNISI NASIONAL - 19/12/2011 01:26
- PELETAKAN BATU PERTAMA PILOT PLANT PUPUK SRF KAPASITAS 10000 TON PERTAHUN DI BANTAENG - 08/12/2011 04:46
- AUDIT TEKNIS BAWAH AIR BPPT BERHASIL TEMUKAN 7 TITIK KORBAN DI DASAR SUNGAI MAHAKAM - 02/12/2011 02:35
- TINGKATKAN PERAN TEKNOLOGI DALAM BIDANG KEDIRGANTARAAN DAN KELAUTAN MELALUI KERJASAMA - 02/12/2011 02:09
- PENTINGNYA MANAJEMEN PEMELIHARAAN JEMBATAN - 01/12/2011 06:09
Artikel Lainnya
- BPPT AUDIT JEMBATAN KUTAI KARTANEGARA - 29/11/2011 05:50
- BPPT-PLN: DORONG DAYA SAING INDUSTRI MANUFAKTUR BIDANG KETENAGALISTRIKAN - 28/11/2011 02:59
- SINERGI UNTUK KEMANDIRIAN INDUSTRI PIPA APUNG NASIONAL - 28/11/2011 02:41
- SENTUHAN TEKNOLOGI UNTUK PERAJIN TENUN SUMATERA SELATAN - 31/10/2011 07:03
- PANEN RAYA PETANI MENINGKAT BERKAT PUPUK SRF BPPT - 24/10/2011 00:33

