Articles
Category: Berita Teknologi Informasi,Energi & Material
Balai Ipteknet BPPT telah menyediakan layanan komputasi awan (Cloud Computing) sebagai layanan jasa alih daya pengelolaan TIK untuk instansi pemerintah. Layanan ini bertujuan untuk dapat mewujudkan percepatan e-government, karena memungkinkan pengguna pemerintah berkonsentrasi dalam memberikan layanan dan tidak dipusingkan dengan konfigurasi maupun pemeliharan perangkat teknologi informasi, kata Unggul Priyatno, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material (TIEM) BPPT saat sambutannya sekaligus membuka secara resmi FGD Ipteknet Cloud Government, di Jakarta (14/12).
Dengan berkembangnya teknologi di bidang ICT, sambungnya, saat ini sudah banyak unit swasta maupun pemerintah yang memberikan layanan sejenis. Selain mengembangkan komputasi awan, Ipteknet mengantisipasinya dengan membangun data center di Pulau Batam sebagai salah satu daerah yang industrinya berkembang pesat.
Unggul menyampaikan dengan dibangunnya data center ini, services yang diberikan ipteknet dapat lebih kaya lagi dan tidak hanya sebatas pada internet tapi dapat berkembang juga pada cloud computing. Mendatang, diharapkan ipteknet juga dapat memberikan pelayanan di bidang pengujian yang akan mendukung standarisasi maupun audit-audit di bidang ICT, tuturnya.
Senada dengan Unggul, Kepala Balai IPTEKnet BPPT, Dwi Handoko menyampaikan bahwa teknologi komputasi awan ini membebaskan pengguna, dalam hal ini pemerintah daerah dari pembelian dan pemeliharaan infrastruktur. Karena Balai Ipteknet yang menyediakan infrastruktur dan sharing ke pemda menggunakan internetnya. Jadi Pemda pun bisa lebih fokus ke pengembangan konten pelayanan public.
Sejak tahun 2010 Balai Ipteknet sudah melakukan uji coba komputasi awan bagi pemerintah kota Cimahi, Pekalongan dan Yogyakarta. Selain itu instansi pemerintah seperti Badan Pengawas Tenaga Nuklir dan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) juga sudah menggunakan teknologi ini. Dengan demikian, berdasarkan kalkulasi Balai Ipteknet penggunaan layanan jasa komputasi awan dapat menghemat biaya hampir 50% dibanding dengan menyiapkan infrastruktur dan SDM sendiri yang mencapai ratusan juta rupiah, ungkap Dwi saat ditemui di sela-sela acara.
Sementara itu mengenai keamanan data, Dwi menegaskan ancaman virus dan hacker tentu ada, namun Ipteknet berusaha mencegah risiko itu dengan kontrol virus. Keamanan sistem, menjadi prioritas utama layanan cloud yang dilengkapi firewall, VPN dan Security Operating Centre (SOC) yang merupakan software canggih untuk melakukan pemantauan dan penyaringan deteksi dini terhadap seluruh paket yang melewati jaringan. Sehingga ketika terjadi gangguan dan serangan bisa dilakukan tindak lanjut dan pembenahan, papar Dwi.
Pada kesempatan yang sama, CEO PT. Indonesia Cloud, Teguh Prasetyo menilai layanan teknologi komputasi awan tidak hanya memudahkan dari pihak pemerintah saja, tetapi juga di dunia bisnis. Teknologi cloud computing dapat memudahkan untuk sharing informasi dan pertukaran dokumen. Keuntungan lain, UKM dan Koperasi dapat menurunkan biaya investasi dan operasional IT, keragamannya pun sudah ada serta transparansi dan peningkatkan bisnis koperasi maupun UKM dengan kemudahan teknologi yang ada, ungkapnya.
Beberapa instansi yang telah melakukan kerjasama antara lain Kemenristek dengan VPS untuk portal KM insentif Ristek dan portal monitoring dan evaluasi insentif Ristek. Bapeten dengan backup VPS online yang mengarah ke DRC. Dengan Pemda juga terdapat kerjasama dengan Pemkot Cimahi dan Pemkot Pekalongan dengan VPS cloud hosting domain beserta subdomainnya. (KYRAS/humas)
Artikel Terbaru
- PEMILU ELEKTRONIK, PILIHAN INOVATIF PELAKSANAAN PILAR DEMOKRASI - 01/02/2012 01:54
- GALI LEBIH DALAM TENTANG E-VOTING DAN E-KTP, DPRD KABUPATEN GIANYAR KUNJUNGI BPPT - 27/01/2012 07:24
- BPPT LAKUKAN STUDI PERENCANAAN LABORATORIUM PENGUJIAN MODUL SURYA DAN ELEKTRONIKA DAYA - 24/01/2012 03:17
- DUKUNGAN RISET TIK BPPT MENUJU INDONESIA SEBAGAI ASEAN ICT LEADING NATION - 27/12/2011 06:36
- PENYERAHAN DOKUMEN GRAND DESIGN ARCHITECTURE ENTERPRISE SISFOHANEG KEPADA KEMENHAN - 23/12/2011 07:58
Artikel Lainnya
- OUTLOOK ENERGI 2011: INDONESIA MENJADI NEGARA PENGIMPOR ENERGI DI TAHUN 2030 - 16/12/2011 06:36
- MdeC MALAYSIA-BPPT LAKUKAN KERJASAMA KEMBANGKAN SMART CARD e-KTP MULTI FUNGSI - 09/12/2011 08:03
- BPPT KEMBANGKAN TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN BARU MCTAP - 08/12/2011 00:25
- E-VOTING BPPT DALAM PEMILIHAN KETUA UMUM IKATAN ALUMNI ITB - 05/12/2011 01:02
- SIMULASI E-VOTING PEMILU KETUA IKATAN ALUMNI ITB 2011-2015 - 23/11/2011 01:25

