Articles
Category: Berita Teknologi Agroindustri & Bioteknologi
{rokbox}images/stories/palembang4.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/palembang1.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/palembang2.jpg{/rokbox}
‚Program pemberdayaan Agro Techno Park (ATP) di Sumatera Selatan diberikan melalui pelatihan, sosialisasi, dialog maupun kegiatan pendampingan masyarakat lainnya‚, demikian dikatakan Amin Soebandrio, mantan Deputi Pengembangan Sistem Iptek Nasional Kementerian Negara Riset dan Teknologi yang kini menjabat Staf Ahli Menteri Negara Riset dan Teknologi Bidang Kesehatan dan Obat, saat menerima Rombongan Komisi VII DPR-RI yang sedang melakukan Kunjungan Kerja di lokasi ATP di Desa Bakung Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir Sumatera Selatan (22/6).
"Sistem panen yang diterapkan oleh ATP, seperti sistem sistem panen harian dari budidaya telur dan itik, panen mingguan dari sayur-mayur, panen bulanan dari udang dan ikan, serta panen tahunan dari ternak sapi, dapat memberi kehidupan dan dukungan ekonomi masyarakat sekitar. ATP saat ini baru ada di lima provinsi yakni Provinsi Sumatera Selatan, Povinsi Jawa Barat tepatnya di Cianjur Selatan, Provinsi Bali di Jimbaran, Provinsi Jawa Tengah di Jepara yang sedang dikembangkan serta di Provinsi Sulawesi Utara untuk tanaman Kelapa‚ lanjut Amin.
Saat memberi kata sambutan, Ketua Rombongan Tim Kunjungan Kerja Komisi VII dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi Achmad Farial (Fraksi PPP) mengharapkan agar ATP seperti di Sumatera Selatan tersebut dapat pula dikembangkan ke seluruh provinsi yang ada di Indonesia sesuai dengan kondisi masing-masing. Pada kesempatan tersebut, Achmad Farial menanyakan berapa besar anggaran ATP tahun ini, yang oleh Manajer Lapangan ATP Husin Adam dijawab bahwa ATP Sumatera Selatan merupakan lembaga yang melaksanakan program-program pemberdayaan masyarakat dengan anggaran sebesar Rp 5 miliar per tahun.
‚ATP ini merupakan kawasan pertanian terpadu yang menjadi percontohan para petani Sumsel dalam pengembangan pertanian jagung, kedelai, sayuran dan buah-buahan, jarak pagar, sapi, ayam, itik, ikan nila, udang galah, dari mulai penyediaan bibit unggul, budidaya, penanganan pascapanen, hingga pemanfaatan limbahnya. Dari 1.000 ha lahan tidur yang disediakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, sudah sekitar 100 ha lahan dioptimalkan untuk kawasan Agro Techno Park ini, ujar Husin lebih lanjut.
Pada kesempatan yang sama, Anggota DPR-RI Komisi VII, Nazaruddin Kiemas (Fraksi PDI-P) mengatakan, hadirnya ATP di Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan Muara Enim merupakan salah satu investasi penting bagi masyarakat Sumatera Selatan. ‚Lahan yang semula merupakan lahan marginal bahkan lahan kritis, kini telah berubah menjadi lahan subur‚, imbuhnya.
Lebih lanjut Nazaruddin mengatakan, karena ATP terletak di Kabupaten Ogan Ilir (OI) maka OI dapat menjadi cikal bakal sebagai kota pertanian atau pendidikan. ‚Saya berharap masyarakat bisa memanfaatkan dan banyak belajar dari apa yang diberikan oleh ATP termasuk bimbingan di bidang pertanian untuk para pelajar SMK dan mahasiswa serta para petani di Kabupaten OI ini‚, katanya.
Pada acara tersebut, dipamerkan beberapa produk hasil budidaya yang dilakukan ATP antara minyak hasil tanaman jarak pagar, hasil kegiatan budidaya baik itu telur dan itik, tanaman sayur mayur, kedelai, jagung, ternak sapi, domba, udang, ikan dll. Salah satu hal yang menarik perhatian rombongan adalah teknologi budidaya Ikan Nila Gesit yang telah dikembangkan BPPT.
Ikan Nila GESIT
Pada kesempatan yang berbeda, Direktur Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT Nenie Yustiningsih dalam wawancaranya (25/6), mengatakan bahwa diseminasi benih Ikan Nila Unggul Monosex Jantan GMT-GESIT yang sekarang dikembangkan di ATP tersebut diserahkan pada saat acara Pelaksanaan Program 100 hari Kemenristek/BPPT Januari 2010 yang lalu. Saat itu telah dilakukan acara penyerahan 250 ribu ekor benih ikan Nila unggul monosex jantan GMT (Genetically Male Tilapia), anakan dari ikan Nila unggul super jantan GESIT (Genetically Indonesian Supermale Tilapia) kepada 25 petani Kabupaten Muara Enim dan Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan masing-masing 10 ribu ekor nila/petani. Ikan Nila GESIT merupakan hasil kaji terap tim perekayasa dan peneliti dari BPPT dan beberapa instansi terkait seperti DKP, dan Fakultas Perikanan IPB. Sentuhan teknologi berhasil mewujudkan perbaikan mutu genetika dan dinamakan ikan Nila GESIT ini, yang telah di launching pada akhir 2006.
‚Keunggulan dari Ikan Nila GESIT adalah apabila dikawinkan dengan betina normal akan menghasilkan anakan berupa benih unggul yang sekitar 96-100% adalah monosex jantan GMT. Anakan ini memiliki ukuran seragam dan akan tumbuh lebih cepat dibandingkan populasi ikan Nila biasa,‚ jelas Nenie. (humas)
Artikel Terbaru
- PENUHI KETAHANAN PANGAN MELALUI TIGA ASPEK - 14/09/2010 04:47
- PUSAT TEKNOLOGI BIOINDUSTRI ADAKAN CONFERENCE ON INDUSTRIAL ENZYME AND BIOTECHNOLOGY 2010 - 13/08/2010 06:32
- TINDAK LANJUT SERAH TERIMA BMN, ROMBONGAN KAMPAR KUNJUNGI LAPTIAB BPPT - 23/07/2010 04:23
- LISTYANI WIJAYANTI: MERAJUT CITA INDONESIA SEJAHTERA - 30/06/2010 08:23
- MENYONGSONG MASA DEPAN: AKU MAJU, BANGSAKU MAJU - 28/06/2010 08:22
Artikel Lainnya
- DIFUSI TEKNOLOGI SIDAT UNTUK PEMBERDAYAAN POTENSI DAERAH - 11/05/2010 08:02
- PERLU PENGUATAN KEMAMPUAN LABORATORIUM DALAM NEGERI - 16/04/2010 13:39
- KEBERPIHAKAN PADA OBAT HERBAL - 22/03/2010 01:04
- DEPUTI TAB: RUMUSKAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF TERHADAP MASYARAKAT DAN INDUSTRI - 10/02/2010 06:47
- KEDEPUTIAN TAB BPPT OPTIMALKAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING INDUSTRI - 08/02/2010 00:54

