Daftar Nominatif Tenaga Honorer Kategori I BPPT 2012

BPPT KEMBANGKAN PABRIK KELAPA SAWIT MINI 5 DAN 10 TON TBS/JAM

“Dalam soal kelapa sawit, BPPT bukan hanya berperan sebagai technology provider, namun juga melakukan intermediasi, audit teknologi, Technology Clearing House,pengkajian teknologi serta solusi teknologi. Kalau program ini diintroduksi di masyarakat, maka diharapkan permasalahan terkait produksi sawit di masyarakat dapat diatasi dan nilai tambah usaha sawit rakyat berkembang sehingga nilai tambah akan dinikmati petani,” ungkap Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB), Listyani Wijayanti saat membuka acara Expose Teknologi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Mini di LAPTIAB Puspiptek Serpong (7/2).

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara BPPT Enjiniring dengan Business Inovation Center dalam rangka mensosialisasikan hasil inovasi teknologi rancang bangun PKS mini BPPT berkapasitas 5 dan 10 ton Tandan Buah Segar (TBS) per jam. Acara tersebut menghadirkan pembicara antara lain Perekayasa Pabrik Kelapa Sawit BPPT, Indra Budi Susetyo dan Hermawan Kusbudiarto, Operation Director PT Tracon.

Pada kesempatan yang sama, dalam keterangannya dengan beberapa media cetak, Direktur Pusat Teknologi Agroindustri BPPT, Priyo Atmaji mengatakan bahwa pengembangan teknologi PKS mini tersebut dalam rangka membantu petani kelapa sawit atau pemilik perkebunan kecil agar mampu memproduksi CPO sendiri. Rancangan PKS mini tersebut berkapasitas 5 dan 10 ton tandan buah segar (TBS) per jam. “selama ini PKS yang ada di Indonesia masih berskala besar dengan kapasitas 30 ton TBS per jam dan memerlukan area perkebunan yang cukup luas hingga 6000 hektare. Padahal secara individual perkebunan rakyat tidak mencapai luasan yang mampu memenuhi PKS tersebut. Untuk itu BPPT berupaya membantu dengan membangun PKS mini  dengan kapasitas 5-10 ton TBS per jam ini,” jelasnya.

"Untuk PKS mini, perkebunannya cukup seluas 1.000 hingga 1.500 hektare saja. Petani jauh lebih dekat menyetor ke pabrik mini ini dibandingkan dengan pabrik besar. Lebih dekat jaraknya membuat sawit yang diolah selalu dalam keadaan segar. Karena harga sawit bisa jatuh bila tidak segera diolah jadi CPO,” lanjutnya.

Sejak tahun 2001 BPPT sudah mulai mengembangkan PKS Mini dengan kapasitas2 ton TBS per jam yang dibangun di Kabupaten Kampar dan dilanjutkan dengan PKS berkapasitas 5 TBS per jam yang dibangun di Kabupaten Bengkalis, Riau. PKS Mini ini dirancang agar cocok untuk melayani tidak saja perkebunan rakyat, tetapi juga perusahaan perkebunan sawit dengan kebun yang terpencar-pencar dengan luasan masing-masing kebun yang relatif kecil.

Pabrik CPO BPPT, jelas Priyo, membutuhkan lahan 2 hektare, dekat sumber air, ada akses pembuangan limbah cair dan ada akses jalan atau sungai yang mampu dilewati beban TBS dan CPO minimal 40 ton. “Proses yang digunakan dalam PKS mini adalah proses kontinyu dengan peralatan yang mudah dalam pengoperasian dan perawatannya. Selain itu bahan bakar PKS mini sama sebagaimana pada PKS umumnya yaitu serabut  dan cangkang sawit. PKS mini telah dirancang dan dikembangkan dalam satu sistem peralatan yang terintegrasi dengan mempertimbangkan kelayakan teknis dan ekonomi. Pabrik CPO terdiri dari beberapa unit, seperti penerimaan buah, sterilisasi, perontokan buah, ekstraksi, pemurnian, pengeringan minyak, pengambilan serabut, nut dan kernel, unit penyimpanan CPO serta unit pengolahan limbah dan pembangkit listrik serta kantor, bengkel, lab dan pengolahan air,” jelas Priyo. (TRAYS/humas)


Newer news items:
Older news items:

Comments  

 
#2 Smartpom 2012-05-06 13:35
Salam.
Masih terlalu mahal biaya nya.yang bapak buat, berikut adalah Smartpom suaty typical PKS Mini dengan Kapasitas 3 - 20 ton/jam.
Kaps : 3 ton/jam = Rp, 1.5 M.
Kaps : 5 ton/jam = Rp, 3.0 M.
Kaps : 10 ton/jam = Rp 13.5 M.
Kaps : 20 ton/jam = Rp 25 M.
Areal kurang dari 1.5 Ha,tanpa limbah cair. losis sangat rendah, OER bisa 24.
Ramah lingkungan. tanpa Genset,tanpa Boiler,Produk: CPO,Kernel,cang kang dan Kompos.hub:082163772947.
Quote
 
 
#1 berita 2012-02-21 07:17
PKS mini yang dikembangkan BPPT didesain bekerja selama 22 jam produksi.

Biaya investasi pembangunan pabrik CPO kapasitas 5 ton TBS per jam sekitar Rp 17,6 miliar dan kapasitas 10 ton TBS per jam Rp28,15 miliar.
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

JL. MH.Thamrin no.8 , Jakarta Pusat 10340